Peran Orangtua Menumbuhkan Fitrah Seksualitas Anak (Bunda Sayang Level 11 Day 1)


Nggak kerasa kelas Bunda Sayang yang saya ikuti sudah sampai di level 11 yang temanya tentang fitrah seksualitas anak. Yang beda dari level ini adalah tantangannya membuat review diskusi per hari. Hmm saya sudah telat berapa hari ya he he. 

Untuk level ini sepertinya lebih cocok laporannya dengan media blog. Kalau via instagram nggak cukup deh space untuk menulis laporannya. Lumayan khan buat menambah isi blog yang sedang jarang ditengok ini hi hi. Materi diskusi hari pertama adalah tentang "Peran Orangtua Menumbuhkan Fitrah Seksualitas Anak", yuk disimak materi yang disampaikan oleh teman-teman sekelas saya dari Kelompok 7 yang beranggotakan Mbak Fitria Rahmadani, Insiana Putri, dan Tri Retno Kustini.

Apa Itu Fitrah Seksualitas?


FITRAH SEKSUALITAS adalah tentang bagaimana seseorang berpikir, merasa, dan bersikap sesuai fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati - Ust. Harry Santosa.


Setiap anak dilahirkan dalam keadaan perempuan atau laki-laki, tidak ada yang lainnya. Fitrah kelakian bagi anak lelaki berbeda dengan fitrah keperempuanan pada anak perempuan. Fitrah kelelakian akan berkembang menjadi fitrah keayahan, sementara fitrah keperempuanan akan berkembang menjadi fitrah kebundaan.


Prinsip dalam Mendidik Fitrah Seksualitas


Prinsip #1


Fitrah seksualitas memerlukan kehadiran, kedekatan, kelekatan Ayah dan Ibu secara utuh dan seimbang sejak anak lahir sampai usia aqil baligh (15 tahun).

Prinsip #2


Ayah berperan memberikan suplai maskulinitas dan ibu berperan memberikan suplai femininitas secara seimbang. Anak lelaki memerlukan 75% suplai maskulinitas dan 25% suplai femininitas, sementara anak perempuan sebaliknya.

Prinsip #3


Mendidik fitrah seksualitas sehingga tumbuh indah paripurna akan berujung pada tercapainya Peran Keayahan Sejati bagi anak lelaki dan Peran Keibuan Sejati bagi anak perempuan. Buahnya berupa adab mulia kepada pasangan dan anak keturunan.


Tahap Perkembangan Fitrah Seksualitas


Tahapannya dibagi menjadi beberapa fase dan penjelasan masing-masing fase bisa dilihat dan dibaca di infografis berikut ini:






Fitrah Peran Ayah dan Bunda


Peran Ayah


1. Penanggung jawab pendidikan.
2. Man of vision and mission.
3. Sang ego dan individualitas.
4. Pembangun sistem berpikir.
5. Suplier maskulinitas.
6. Penegak profesionalisme.
7. Konsultan pendidikan.
8. The person of "tega".


Fitrah Peran Bunda


1. Pelaksana harian pendidikan.
2. Person of love and sincerity.
3. Sang harmoni dan sinergi.
4. Pemilik moralitas dan nurani.
5. Suplier femininitas.
6. Pembangun hati dan rasa.
7. Berbasis pengorbanan.
8. Sang "pembasuh luka".


Tanya Jawab


#1 Q: Bagaimana dengan mereka yang memiliki alat kelamin ganda?


A: Biasanya ada sisi yang lebih menonjol ntah itu yang perempuan atau yang laki-laki. Setelah diketahui sisi mana yang menonjol, tingkatkan peran orangtua dalam membersamainya sehingga anak bisa menjalani hidupnya sesuai fitrah. Ditambah pemeriksaan USG organ dalam tubuh.

Peran dan usaha orangtua sangat penting dalam mengenai bibit apa yang muncul selama pertumbuhannya sehingga akan tampak kecenderungan perilaku, disertai bantuan ahli seperti dokter atau psikolog.

#2 Q: Apa yang harus dilakukan jika salah satu figur tidak ada?


A: Lengkapi dengan figur yang ada di keluarga besar atau di komunitas. Kekosongan psikologi akan berdampak pada anak.

#3 Q: Bolehkah anak laki-laki main boneka dan anak perempuan main mobil-mobilan?


A: Boleh asal memainkan mainan tersebut sesuai dengan fitrahnya. Misalnya anak laki-laki memainkan boneka pura-pura itu adiknya, atau anak perempuan bermain mobil-mobilan untuk belanja sayur ke pasar.

#4 Q: Sejak usia berapa anak dikenalkan dengan rasa malu?


A: Sedini mungkin saat anak mengerti diajak bicara, sesuai tahap pemahamanya, misalnya tidak ganti baju di tempat terbuka atau di depan orang lain karena malu.

#5 Q: Bagaimana dengan laki-laki mengerjakan pekerjaan rumah tangga? Ada yang menganggap tabu.


A: Tidak masalah karena pekerjaan rumah tangga bukan berarti hanya perempuan yang boleh/harus mengerjakannya. Berkolaborasi dengan suami atau anak laki-laki soal urusan pekerjaan rumah tangga supaya pekerjaan menjadi lebih ringan.

#6 Q: Bagaimana dengan laki-laki yang terlihat gemulai dan biasa mengerjakan hal-hal yang biasanya dikerjakan wanita (bukan pekerjaan rumah tangga), misalnya mendandani orang, menari, dsb.


A: Gemulai kadang bukan berarti menyimpang, harus diperhatikan apakah kecenderungan seksualnya masih normal atau tidak. Jika ada kecenderungan menyimpang sebaiknya diterapi, jangan terjerumus LGBT.


Baca juga diskusi lainnya seputar fitrah seksualitas di postingan ini:





Mencegah Penyimpangan Orientasi Seksual Same Sex Attraction (SSA) dengan Menumbuhkan Fitrah Seksualitas Sejak Dini (Bunda Sayang Level 11 Day 4)

Belajar Sentuhan Boleh dan Tidak Boleh (Bunda Sayang Level 11 Day 5).

Fitrah Seksualitas Anak (Bunda Sayang Level 11 Day 6).

Memaksimalkan Peran Orangtua LDR dalam Menghadapi Fase Aqil Baligh Anak (Bunda Sayang Level 11 Day 7).

Mengarahkan Kecenderungan Seksual Anak dengan Cara yang Diajarkan Rasulullah (Bunda Sayang Level 11 Day 8).

Menjawab Pertanyaan Ajaib Anak Seputar Pendidikan Seksualitas (Bunda Sayang Level 11 Day 9).

Upaya Perlindungan Diri dari Kejahatan Predator Anak (Bunda Sayang Level 11 Day 10).


38 comments on "Peran Orangtua Menumbuhkan Fitrah Seksualitas Anak (Bunda Sayang Level 11 Day 1)"
  1. Wah kebetulan abis dpt materi yg serupa. Jadi makin kaya ilmu nih. Terimakasih sdh berbagi 😍

    ReplyDelete
  2. Posisi the person of tega dan sang pembasuh luka sering ketuker nih kalau dirumahku hahahaa. Bapake pasti lebih lunak ke anak2

    ReplyDelete
  3. Wah aku baru level 1 Mbak.. Mbak Heni udah level 11 aja. Mbak Heni nulis tugasnya apa di blog juga? wah aku mau follow blognya boleh ya, hihi

    ReplyDelete
  4. Lengkap banget ya ulasannya, berseri lagi :D
    Terbukti kita orang tua dan lingkungan sangat berperan menentukan fitrah seksualitas buah hati.
    Well, note!

    ReplyDelete
  5. Terimakasih ilmunya ya mbak.. aku bener2 baru dapat hal baru setelah baca ini...

    ReplyDelete
  6. Terimakasih untuk materinya ya Mbak, lengkap sekali. Anakku usia 1,5 tahun, berarti saat paling dekatnya saat ini dengan saya ibunya ya....

    ReplyDelete
  7. Wah ini materinya harus disimpan dan diresapi pelan-pelan ya supaya bisa diterapkan ke dalam pengasuhan anak. Tfs Mak.

    ReplyDelete
  8. Fitrah seksualitas ini penting untuk dikawal prosesnya sejak dini ya mba

    ReplyDelete
  9. mba, salam kenal dari saya anak bunsay juga tapi masih baru hehe baru juga games pertama dan baru kelar tantangan 10 hari yang pertama. materi fitrah seksualitas keren ya jadi ga sabar pengen dapet materi ini nanti

    ReplyDelete
  10. Diskusi kelas bunda sayang gini dibaca banyak juga ga bosan ya. Karena di setiap kelas setiap diskusi selalu ada poin baru yang kita dapatkan. Kerena itu saya memilihenjadi fasilitator bunda sayang jg. Alhamdulillah semangat ke level terakhir ya mbak.

    ReplyDelete
  11. Halo mba. Setuju banget penyampaian fitra seksual anak sebailnya dilakukan utama oleh orangtua. Smoga anak anak kita besar sesuai fitrahnya

    ReplyDelete
  12. Keren banget deh hasil diskusinya dicatat dengan rapi oleh mbak Heni Semoga makin banyak orang yang membaca mengalir informasi tentang peran orang tua dalam mengenalkan fitrah seksualitas pada anak

    ReplyDelete
  13. Terima kasih mba masukanya, anak ku nenuju abg walau sekarang maaih 10 tahun harus siap-siap untuk kedepanya

    ReplyDelete
  14. Jadi kalau salah satu figur orang tua tidak ada, misalnya single parent, harus dihadirkan dari bagian keluarga yang lain? Bagus banget dan akan saya save ni Bun artikelnya untuk bacaan remimder.

    ReplyDelete
  15. mau tanya, kalau untuk anak yatim atau anak piatu, baiknya gimana ya? kan katanya, ketiadaan salah satu peran bisa berdampak pada anak. tapi kondisi seperti ini kan tidak bisa dihindari.

    ReplyDelete
  16. Soal laki2 mengerjakan tugas perempuan, aku justru ngajarin anak2 dari kecil. Mengenalkan pada anakku yg cowok semua, bahwa Rasulullah pun membantu Aisyah dg menggiling gandum. Itu biasanya tugas perempuan. Maksudnya agar anak2 waktu remaja tak mau bantuin sayadi rumah. Dan nanti kalo udh berumah tangga, nggak segan bantuin istrinya

    ReplyDelete
  17. Wah.
    Sedang ikutan kelas bunda sayang ya mom.
    Asyik nih.kita samaaan.
    Tp aku ikut kelas remedial.
    Wkwkwkwk

    ReplyDelete
  18. Catet! Kadang ya orang masih beda2in perihal pekerjaan semacam nyapu atau cuci piring. Padahal mah anak laki2 atau perempuan sama saja harus diajari

    ReplyDelete
  19. Waah makasih sharingnya, nambah ilmu lagi ya, semoga anak-anak kita selalu erjaga fitrahnya sejak dini dan sebagai orangtua mampu memenuhi kebutuhan anak baik secara fisik maupun fsikologis

    ReplyDelete
  20. Aku suka nih diskusi seperti ini benar-benar nambah wawasan.

    ReplyDelete
  21. Thanks untuk sharingnya mba. Kapan hari aku baru dapet cerita dari teman yg tinggal di luar negeri. Dia cerita di sana saat kecil sudah diajarkan pengetahuan apakah dia laki2, perempuan, or other. Duh sungguh miris saat ngebahas ini mba, beneran :(

    ReplyDelete
  22. Beberapa kali ada ibu yang dengan keras melarang anak laki-lakinya main boneka. Bonekanya boneka hewan tapi berbahan bulu. Saya tidak berani untuk menjelaskan bahwa sebetulnya ndak apa-apa anak laki-laki main boneka, asal dia paham bahwa dirinya adalah laki-laki dan boneka hanya sebagai sarana bermain, seperti yang Mbak Heni sampaikan, sebagai adik, atau sebagai teman saat dia sedang bermain role mode di dalam kelas. Anak perempuanku juga bermain mobil-mobilan, dan dia menceritakan keseharian boneka-bonekanya sedang naik mobil mau pergi. Tks ya MBak, sharingnya, semoga dapat menjadi pengetahuan bagi para ibu khususnya dan orang tua pada umumnya

    ReplyDelete
  23. Pembelajaran banget buat aku yang belum punya momongan, belajar dan nanti aplikasikan setelah punya anak. Bismillah semoga kita smua dimudahkan dalam merawat tumbuh kembang anak. Aaamiin.

    ReplyDelete
  24. Pertanyaan yang sama di nomer 2 mbak..bagaimana mengisi kekosongan fungsi peran salah satu orang tua bilsalah satunya ga ada. Itu yg selalu jadi pikiranku mbak..karena ga bisa begitu aja mengganti peran penggantinya.

    ReplyDelete
  25. Mbaaaak ini ilmunya emang bener2 berguna sekaliii. Aku selalu iri sama orang yang ikutan Kelas Bunda Sayang atau Ibu Profesional. Iri karena aku ga bisa ngikutin tugas2nya. Aku terlalu malas untuk ngerjain tugas. :(

    ReplyDelete
  26. Nah ini, aku mau pinjam ini ya mbak
    "FITRAH SEKSUALITAS adalah tentang bagaimana seseorang berpikir, merasa, dan bersikap sesuai fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati - Ust. Harry Santosa."

    Krn ada yg perlu diluruskan antara aku dan temanku ^^
    Makasih

    ReplyDelete
  27. Suka banget sama materinya. Jadi sejak kecil, anak2 sudah dikenalkan dengan fitrahnya ya dan tidak tabu membahas tentang seksual. Nice sharing!

    ReplyDelete
  28. Aku seneng baca postingan ini dapat banyak insight

    ReplyDelete
  29. ini diperlukan peranan kedua belah pihak ya gak bisa ibu saja atau ayah saja. Buat aku gak ada pekerjaan perempuan sana atau laki2 saja, anak2 diajarkan mengerjakan semua juga

    ReplyDelete
  30. Bener, peran orangtua besar sekali dalam tumbuh kembang anak. Salah didikan, kasian juga anaknya :)

    ReplyDelete
  31. Mbaaaa, wellnoted banget tulisannya. Aku share ke adekku yg punya anak cowok yaa. Makasih.

    ReplyDelete
  32. Haduh, ini nih topik yang masih ngeri2 sedap untuk dibahas bareng anak. Terutama anak abege. Emak bapaknya kudu belajar caranya. Huhuhu... masih kagok.

    ReplyDelete
  33. HUaaaa kita sama-sama di Bunsay materi ke 11 ya mbak...

    ReplyDelete
  34. Info grafisnya benar-benar memudahkan pembaca paham mengenai materi ini.
    Dan happy doonk yaa...
    Habis ini wisuda kelas Bunsay.

    Yeeaay~
    Selamat...

    ReplyDelete
  35. Wahh udah masuk materi 11 yah mba, aku masih materi pertama ini.. hehehe

    doakan bisa selamat masuk ke materi ini yah mba, bagus banget ini...

    ReplyDelete
  36. Bagus mbak, tengkyu sharingnya, aku bintangin.
    Apalagi anakku cowok cewek, skrng kemana2 lontang lantung berdua.
    Jd buat yg cowok kedekatan dengan ayah begitu penting ya :D
    Sementara ibu sbg sosok pembasuh luka, kyk ibu peri lha :D

    ReplyDelete
  37. mbaaak rajin amat nulis blog sepanjang ini setiap hari :))
    aku ga kuat sama tugas bunsay. Share di IG aja dirapel. hahahah.

    ReplyDelete
  38. Daging empuk banget ilmunya ini Mbak, makasih yah
    Jadi orangtua emang harus belajar segalanya, apalagi seperti hal ini.

    ReplyDelete

Silakan berkomentar yang sopan, tapi jangan beri link hidup di postingan ya. Terima kasih sudah berkunjung :)


Hubungi lewat: itshenipuspita@gmail.com
Jangan lupa follow IG @henipuspita29 @letsplayandlearn
Twitter @henipuspita29

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9