Jadikan Rumah Lebih Berarti dengan Sakelar AvatarOn dari Schneider Electric


Saat mendengar kata rumah, apa yang terlintas di benak teman-teman? Saat saya membuat survei kecil-kecilan di medsos, ternyata jawabannya cukup beragam. Tapi benang merah dari semua jawaban tersebut adalah, rumah adalah tempat yang membahagiakan. 


“Tempat paling nyaman dan aman untuk berekspresi dan berkreasi.”


Saya setuju sekali dengan jawaban ini. Intinya sih kita bebas ya mau melakukan apa saja di rumah sendiri. Tentu saja asal tidak bertentangan dengan hukum negara dan agama, serta tidak mengganggu tetangga he he. Contoh berekspresinya seperti apa nih? Ya misalnya mengatur interior rumah sesuai selera atau mengerjakan berbagai hal yang disuka seperti memasak atau berkebun.





“Tempat berkumpul orang-orang yang paling disayangi.”


Berkumpul dengan keluarga sudah pasti jadi hal yang membahagiakan ya. Saya dan suami pernah merasakan LDM. Seenak-enaknya hidup berjauhan tentu lebih enak lagi berkumpul dengan keluarga. Bisa bertemu dan bercengkrama setiap hari membuat orangtua jadi lebih termotivasi berusaha yang terbaik bagi keluarganya ntah itu dalam bekerja atau mendidik anak-anak.


“Impian yang belum terwujud.”


Bagi sebagian orang, memiliki rumah sendiri adalah impiannya. Sayapun pernah berada di posisi serupa saat masih merantau dan tinggal di rumah kontrakan. Mudah-mudahan mimpi teman-teman memiliki rumah sendiri yang sesuai dengan kebutuhan dan seleranya bisa segera terwujud ya.


“Tempat melakukan berbagai kegiatan termasuk belajar dan bekerja.”


Banyak ibu yang memilih fokus di bidang domestik dan berkarya di rumah. Ada yang berjualan secara daring, ada yang menerima pesanan kue, menjahit, membuka jasa foto produk, mengajar mengaji, membuka les privat, menulis blog, dan masih banyak lagi. Selain itu ada juga yang mengikuti berbagai kelas daring, jadi belajarnya bisa dari rumah saja. Saya dan banyak teman-teman di komunitas untuk perempuan juga melakukan hal ini lho, belajar dan berkarya dari rumah.





“Baiti Jannati, Rumahku Surgaku.”


Pasti sudah pernah mendengar istilah ini ya. Tapi saya pribadi memaknai istilah ini bukan semata-mata dari bentuk fisik rumah yang harus mewah begitu pula dengan isinya. Namun bagaimana anggota keluarga di rumah bisa menjadikan rumah sebagai jalan yang bisa membawa penghuninya ke surga. 


Bagaimana caranya? Misalnya dengan mengisi rumah dengan lantunan ayat al quran, menjadikan rumah tempat belajar ilmu yang bermanfaat khususnya ilmu agama, sholat malam, serta saling mengingatkan dalam kebaikan.


Meski begitu, bukan berarti kita tidak boleh berusaha membuat rumah jadi lebih nyaman secara fisik misalnya dengan mendekorasinya ya. Selama tujuh bulan ini praktis kita lebih banyak berada di rumah karena pandemi Covid-19. Biasanya orangtua terutama ayah bekerja di kantor, sekarang sering menjalani WFH atau work from home. 





Anak-anak yang biasanya pergi ke sekolah, sekarang harus belajar di rumah bersama orang tua atau dengan gurunya tapi lewat metode daring. Ibu-ibu yang sering kopdar komunitas memasak, menjahit, dan lain-lain juga jadi libur dulu deh kumpul dengan teman-temannya. Keluarga juga sementara jadi tidak bisa pergi piknik ataupun berlibur. 


Karena sebagian besar kegiatan dilakukan di rumah, wajar dong ya kalau kita ingin menjadikan rumah lebih nyaman untuk beraktivitas. Supaya lebih betah dan bahagia. Dalam agamapun tidak dilarang kok. Asal tidak berlebihan, jadi sesuai kebutuhan saja.


Bicara soal kebutuhan dan mengatur isi rumah, saya jadi ingat acara diskusi virtual “Wujudkan Tiap Ide #RumahAdalah Bagi Anda dengan Personalisasi.” yang saya hadiri minggu lalu tepatnya tanggal 17 September 2020. 




Ada tiga pembicara keren di acara diskusi virtual tersebut, yakni Mbak Rina Renville, Chairman Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) DKI Jakarta, Mbak Nike Prima, Co-Founder & Creative Director Living Loving, serta Mbak Niken Widyasti, Operational Offer Manager Schneider Electric Indonesia.



Di acara itu saya banyak mendapatkan pencerahan seputar desain interior rumah. Sejalan dengan jawaban teman-teman tentang apa arti rumah, Mbak Rina menyampaikan bahwa rumah adalah tempat melakukan berbagai aktivitas, mulai dari belajar, bekerja, dan berkreativitas. Selain karena pandemi, era digital memungkinkan kita melakukan berbagai aktvitas dari rumah saja. 



Supaya penghuni rumah lebih produktif, karena itu memang sebaiknya kita menciptakan suasanan yang nyaman di hunian kita. Kalau rumah terasa nyaman, akan lebih mudah membangun energi positif dan meningkatkan produktivitas serta kualitas hidup. 



Salah satu tips dari Mbak Rina supaya rumah lebih nyaman adalah membawa suasana alam ke dalam rumah. Serta menghias rumah dengan benda-benda yang membuat kita merasa lebih bahagia dan terinspirasi. Kita tidak lantas harus merombak semua interior rumah lho. Hal-hal kecil dan unikpun sebenarnya sudah bisa memberikan suasana rumah yang berbeda. 



Bicara soal hal kecil dan unik, ada hal yang menarik perhatian saya nih terutama saat Mbak Niken Widyastuti menyampaikan tentang kampanye #RumahAdalah dari Schneider Electric. Rupanya Schneider Electric punya terobosan baru lewat produk sakelar AvatarOn. Uniknya di mana?




Keunikanya terletak pada desain penutup sakelar AvatarOn yang bisa dipersonalisasi. Tidak hanya tersedia dalam aneka warna dan pilihan lapisan, penutupnya juga bisa dicetak dengan berbagai desain sesuai selera. Misalnya, foto anak dan keluarga, foto tempat yang pernah kita kunjungi, atau kata-kata motivasi dan pengingat. Hal yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh saya ya, bahwa sakelar itu bisa jadi komponen penting dalam desain interior. 




Tapi sakelar dari Schneider Electric tidak hanya bisa didesain cantik namun juga multifungsi dan terjamin keamanannya. Sakelar ini juga mencakup aksesori multifungsi seperti gantungan kunci dan soket pengisi daya USB. Ada LED locater supaya lebih mudah menemukan sakelar dalam gelap. Sakelarnya juga aman dan lolos tes 40.000 kali ditekan (hidup mati) dengan asumsi penggunaan lebih dari 5 tahun. Selain itu desainnya juga dibuat aman untuk meminimalisir resiko percikan api. 






Mbak Nike dari Living Lovingpun ikut memberikan tips seputar desain interior nih. Ternyata mendesain rumah tidak hanya mementingkan selera semata, tapi yang lebih utama adalah apa kebutuhan kita. Kita perlu berdiskusi dengan anggota keluarga yang lain dan berkompromi tentang desain interior yang diinginkan. Tema apa sih yang kita inginkan untuk desain interior rumah kita?




Anggaran juga harus direncanakan secara matang. Supaya tidak berlebihan, rencanakan semua hal sesuai dengan fungsinya dan apa manfaatnya. Setelah itu tentu saja kita harus fokus pada apa yang kita rencanakan. 


Sakelar AvatarOn dari Schneider ini bisa jadi salah satu benda yang membuat interior rumah menjadi sesuai selera dan karakter kita, tapi juga sesuai fungsi dan kebutuhan. Sakelar yang teruji kualitasnya tentu saja lebih aman digunakan bukan?




Kabar baiknya nih, Schneider Electric bekerjasama dengan Tokopedia memberikan promo diskon 16% + cashback 5% untuk pembelian sakelar AvatarOn selama Bulan September 2020. Untuk personalisasi desain penutup sakelar AvatarOn, kita dapat membeli dan mencetak penutup sakelar AvatarOn di Snapy terdekat sebagai vendor percetakan resmi Scheneider Electric.




Ada banyak cara membuat rumah terasa lebih nyaman, seperti dengan memasang hiasan dinding, menambahkan tanaman hias, atau dengan sakelar AvatarOn yang sesuai karakter dan selera kita. Selain itu mari kita juga banyak bersyukur dan berdoa semoga senantiasa diberi kesehatan, kesabaran, serta kelapangan hati supaya rumah kita terasa lebih homey.




8 Keunggulan Sabun Pencuci Khusus Bayi Mama’s Choice Baby Liquid Cleanser

Sabun Pencuci Khusus Bayi Mama's Choice Baby Liquid Cleanser


Saat anak masih bayi, para ibu biasanya ekstra hati-hati dalam memilih produk  yang berkaitan dengan perawatan si kecil. Bukan berarti kalau anak sudah besar, ibu jadi tidak hati-hati lho ya he he. Tapi bayi terutama saat enam bulan pertama kehidupannya, memang masih rentan terhadap infeksi termasuk infeksi saluran pencernaan.


Sampai berusia enam bulan memang bayi masih minum ASI sebagai asupan gizi terbaik. Tapi ada kalanya bayi tidak bisa menyusu langsung pada ibunya. Kalau minum ASIP atau ASI perah, pasti harus lewat media seperti cup feeder atau sendok. Nah alat-alat ini nih yang harus dijaga kebersihannya supaya tidak ada bakteri berbahaya masuk ke sistem pencernaan si kecil.