Monday, May 14, 2018

Persiapan Puasa Pertama Rayyaan


Persiapan Puasa Pertama Rayyaan - Insyaa Allah tahun ini akan jadi tahun pertama Rayyaan belajar berpuasa. Tahun lalu sebenarnya ia sudah excited mau ikut puasa juga. Tapi karena menjelang Ramadhan ia sempat masuk RS (hiks), jadi ditunda dulu deh belajar puasanya. 

Usia Rayyaan memang belum usia wajib puasa, baru 5 tahun 7 bulan. Tapi seringnya memang dikira sudah kelas 1 atau 2 SD karena jangkung he he. Meski baru 5 tahun saya ingin mengajak Rayyaan belajar berpuasa sehingga kelak nggak kaget saat tiba waktunya ia harus berpuasa secara penuh. Ada tantangan juga sih, soalnya si bocah lagi enak-enaknya makan ha ha. Jadi Mama harus putar otak bagaimana cara mengajak anak semangat belajar berpuasa.


1. Mengenalkan Puasa Lewat Buku Cerita Bergambar

Sebelum ujug-ujug ngajak Rayyaan ngobrol tentang puasa, sebelumnya saya membacakan buku cerita yang temanya adalah puasa Ramadhan. Supaya lebih menarik saya pilih buku cerita bergambar. Baru punya satu siiiih.


Insyaa Allah pengen nyari lagi buku cerita yang temanya puasa untuk Rayyaan. Soalnya menyampaikan sesuatu ntah ajakan beribadah atau nasehat bagi saya lebih asyik kalau lewat cerita. Nggak membuat anak bosan atau merasa terlalu diceramahi he he.

Baca: 8 Tips Membatasi Anak Menonton Televisi.

2. Menyiapkan Buku Jurnal atau Diary Ramadhan

Lagi-lagi buku ya he he. Dulu saat masih sekolah kan pasti kita diminta mengisi jurnal Ramadhan ya. Nggak lupa harus mencatat ceramah saat tarawih plus minta tanda tangan penceramahnya, or minimal cap pengurus masjid hi hi. Masih ada nggak ya setor-setoran begitu? 

Rayyaan juga sudah punya lho diary Ramadhan. Tapi so pasti lebih kece dibanding jurnal Ramadhan Mamanya dulu hi hi. Di jurnal ini anak-anak nantinya akan mewarnai bintang sesuai puasanya. Kalau puasa 1/3 hari, yang diwarnai 1 bintang, 1/2 hari 2 bintang, kalau full 3 bintang.


Baca: Meriahnya Gebyar Sambut Ramadhan IP Lampung Mulai dari Persiapan Hingga Pelaksanaan.

3. Tidak Memaksakan Kehendak

Siapa sih yang nggak mau anaknya kecil-kecil sudah pintar ngaji, rajin sholat 5 waktu, dan melakukan ibadah lainnya? Setiap orang tua Muslim pasti mau ya. Tapi saya pribadi harus pintar-pintar menahan diri supaya nggak memaksakan kehendak dan punya ekspektasi terlalu tinggi. Yang ada malah anak bisa ngambek dan merasa kalau ibadah tersebut tidak menyenangkan. PR bagi Mama (& Papanya juga) adalah bagaimana mengajak anak belajar beribadah (termasuk puasa) dengan cara yang lebih mudah diterima anak. 

4. Mengisi Waktu Puasa dengan Kegiatan yang Menyenangkan

Ramadhan kali ini kan banyak liburnya tuh. Soalnya berbarengan dengan libur kenaikan kelas. Biar selama puasa nggak bosan, rencananya saya akan mengajak Rayyaan membuat aneka proyek sains sederhana. Eh sebenarnya bukan rencana lagi sih, soalnya sudah dimulai dan saya tulis di blog saya yang lain yaitu www.letsplayandlearn.net.


Baca: Mau Belajar Membuat Pizza Bareng Teman-teman? Ikut Pizza Maker Junior di Pizza Hut Yuk.



5. Memberikan Apresiasi untuk Usaha Anak

Saya tuh kalau Rayyaan mau belajar puasa 1/3 hari aja sudah syukur alhamdulillah deh. Ya namanya juga puasa pertama dan sekali usianya baru 5 tahunan alias belum wajib puasa. Sebagai bentuk penghargaan atas usahanya, saya mau ngeprint badge untuk Rayyaan. Jadi setiap selesai puasa 1/3 hari, Rayyaan akan dapat 1 badge.


Di akhir Ramadhan badgenya bisa ditukar dengan uang saku. Sebagai pembelajaran juga sih kalau mau membeli sesuatu, harus menabung dulu. Kalau mau dapat uang saku, harus berusaha dulu, salah satunya mengumpulkan badge ini. Nggak usah banyak-banyak 1 badge Rp 500 atau Rp 1.000 aja si bocah udah seneng kok hi hi.

Baca: Keseruan Playdate Science Project & Cooking Class Bersama Ibu Profesional Lampung.

6. Memperhatikan Asupan Gizi

Sejak sebelum puasa saya sudah sounding ke Rayyaan kalau puasa itu bukannya nggak makan, tapi cuma jam makannya aja yang diubah. Tapi saya tetap harus memperhatikan asupan gizinya. Supaya tetap fit, jangan lupa konsumsi madu dan multivitamin. Selain itu tak lupa siapkan stok ayam yang sudah diungkep karena Rayyaan hobi banget ayam goreng, juga stok buah pisang kesukaannya. Soal memperhatikan asupan gizi anak ini juga senada dengan yang ditulis Mak Ophi Ziadah di blog KEB: Mendampingi si Kecil Menyambut Ramadan.

7. Mengajak Anggota Keluarga untuk Mendukung Rayyaan

"Biarlah nggak usah puasa, masih kecil." Kadang-kadang komentar seperti ini tak luput kita dapatkan he he. Tapi insyaa Allah saya juga akan briefing (deuh bahasanya he he) anggota keluarga lain supaya mendukung proses belajar puasa Rayyaan. Termasuk juga kalau mau menyuapi Razqa, akan saya lakukan di ruangan lain supaya Rayyaan nggak jadi ngiler dan tetap semangat berpuasa.


Itu dia persiapan puasa pertama Rayyaan sekaligus cara saya mengajak anak semangat belajar berpuasa. Doakan ya supaya proses belajar puasanya Rayyaan lancar. Nggak lupa saya ucapkan Selamat Ramadhan, Selamat Menjalankan Ibadah Puasa untuk teman-teman sesama umat Muslim. 


3 comments:

  1. rayyan hebat,shidiqku juga lagi berlajar puasa

    ReplyDelete
  2. wah buku halo balita aku belajar puasa sama kayak di rumaah, bacaannya dek paksi sekarang tuh

    ReplyDelete

Silakan berkomentar yang sopan, tapi jangan beri link hidup di postingan ya. Terima kasih sudah berkunjung :)


Hubungi lewat: itshenipuspita@gmail.com
Jangan lupa follow IG @henipuspita29 @letsplayandlearn
Twitter @henipuspita29