Sunday, June 7, 2015

Diceplosi Teman


Diceplosi Teman.
Credit Pic: Learning English with Michelle.

"Setiap ucapan adalah doa", mungkin kita sering mendengar hal ini ya. That's why kita memang harus hati-hati dalam bertutur kata, meskipun bagi saya pribadi juga masih gampang-gampang susah. Tapi pernahkah mengalami yang hal yang seperti ini? Keceplosan bicara sesuatu eh ternyata jadi kenyataan. Atau diceplosi teman dan ternyata ucapannya itu jadi kenyataan?



Saya pernah dan kejadiannya baru beberapa hari lalu. Rabu minggu lalu saya janjian untuk jalan bareng teman sekantor dulu, biasa saya panggil Ms. Dani. Saat makan siang sambil ngobrol-ngobrol, teman saya bilang "Ms. Heni, tadi aku lewat depan kantor X. Trus aku bilang ke suami, ini nih kantor Papanya Rayyaan. Ya, Papanya Rayyaan di Manado sih, tapi maksudnya kerjanya di X ini,". "Tiba-tiba aku keceplosan aja, bilang kantornya di sini, moga-moga bisa beneran pindah ke sini ya (Lampung),". Kurang lebih begitu deh ceritanya teman saya. Dan as usual, kalau ada yang bilang "Semoga bisa mutasi ke Lampung ya," buru-buru saya aminkan deh he he. Dan obrolan saya dengan Ms. Dani sempat berlanjut soal harapan saya supaya suami bisa dimutasi ke Lampung.

Baca: Nyaris Kehilangan Motor di Masjid.

Rayyaan with Tante Dani

Malam harinya, seperti biasa saya ngobrol dengan suami lewat telepon. Obrolan disudahi karena suami saya sudah ngantuk berat he he. Lalu saya cek BBM dan ada pesan 'aneh' dari teman saya yang suaminya sama-sama bertugas di Manado. "Aaahh Mama Rayyaan mau kumpul sama Papanya Rayyaan nii, senangnyaa,". Awalnya saya heran dan cuma menjawab "Kenapa Mbak? Iya habis Lebaran memang mau ke Manado lagi,". Tapi setelah membalas BBM ini tiba-tiba saya jadi dag dig dug, jangan-jangan ada SK mutasi hi hi. Kok suami adem ayem aja ya? Akhirnya teman saya BBM lagi kalau dia tau dari suaminya bahwa Papanya Rayyaan termasuk ke dalam 'kloter' yang dimutasi bulan ini, dan Alhamdulillah dimutasi ke Lampung. 

BBM yang bikin deg-degan

Wah, saya jadi makin deg deg an. Tapi berhubung yang dimutasi belum bilang apa-apa, jadi belum tenang deh. Akhirnya saya telepon lagi deh suami saya dan ternyata dia benar-benar belum tau ha ha. Setelah dicek dan ricek plus lihat screencap SKnya, Alhamdulillah rasanya bahagia dan lega meski masih gemetaran he he. Beberapa menit kemudian saya mengirim pesan BBM juga ke teman saya Ms. Dani tentang kabar mutasi ini. Wah, rasanya excited sekaligus amazed. Karena kami sengaja janjian terutama sebelum bulan puasa karena rencananya saya akan kembali lagi ke Manado pasca Idul Fitri (jadi ntah kapan bisa jalan bareng lagi). "Kok ndilalahnya aku keceplosan ke suami ini kantor suaminya Ms. Heni (ternyata jadi kenyataan),". Thank you Ms. Dani, sering-sering aja yah nyeplosin saya tapi yang bagus-bagus hi hi. Terima kasih juga buat Mama Nia yang sudah ngabari soal mutasi.

Baca: Minggu Pagi di Pusat Kota Bandar Lampung.

Alhamdulillah

Bersyukur sekali kepada Allah karena mendapat kabar kepindahan ini. Iyalah, masa pindah ke kampung halaman nggak beryukur he he. Semoga rekan-rekan suami saya yang juga punya harapan ini pindah ke daerah tertentu, bisa segera terwujud harapannya. Saya juga berterima kasih dengan keluarga, kerabat, teman yang sering mendoakan lewat perkataan supaya Papanya Rayyaan bisa ditempatkan di Lampung. Semoga semua harapan kalian yang baik-baik juga terkabul. Aamiin...


2 comments:

  1. Roman-romannya lagi bahagia nih karena mau pulang kampung dan menetap dalam waktu lama.

    ReplyDelete

Silakan berkomentar yang sopan, tapi jangan beri link hidup di postingan ya. Terima kasih sudah berkunjung :)


Hubungi lewat: itshenipuspita@gmail.com
Jangan lupa follow IG @henipuspita29 @letsplayandlearn
Twitter @henipuspita29