2 Jenis Benda yang Saya Koleksi dan Cara Merawatnya


Kalau ditanya soal koleksi yang ada di rumah, saya jadi mikir-mikir nih. Kayaknya seumur-umur nggak punya hobi mengoleksi sesuatu ha ha. Yah maklum saja sih, mengoleksi itu kan juga butuh biaya ya. Selain itu kita harus merawat barang dan butuh tempat untuk menyimpannya.


Ada lagi nih yang jadi faktor pertimbangan. Kalau barangnya jarang dipakai, khawatir jadi mubazir nggak sih? Kalau nggak telaten merawat, nanti malah numpuk aja dan jadi rusak. Karena itu sayapun mikir-mikir mau mengoleksi sesuatu. 

Tapi kalaupun ada benda tertentu yang dikumpulkan dan akhirnya jadi lumayan banyak, ya ada siiih.

1. Buku Anak


Apapun jenisnya, ensiklopediakah, buku ceritakah, yang pasti buku yang untuk anak-anak deh. Mau dibilang koleksi tapi sebenarnya lebih ke kebutuhan ya. Trus dikumpulin ya lumayan juga ada 2 rak buku. Itupun sudah kurang memadai tempat penyimpanannya. 

Sebagian buku bacaan yang saya belipun sebenarnya bacaan untuk anak-anak. Ya nggak apa-apa untuk hiburan sebagai selingan dari hiruk pikuknya dunia orang dewasa wkwkwk. Dan bisa dibaca juga oleh Rayyaan dan Razqa kalau sudah besar nanti. 

Cara merawat buku-bukunya bagaimana? Paling sih dilap dari debu ya. Yang lebih enak si divacuum cleaner. Kecuali buku-buku agama, dilap manual saja dan disusun lagi di rak buku.

Sekarang nih saya lagi nabung buat beli rak buku baru warna putih untuk di rumah kami sendiri. Sekalian aja pesan yang ukuran 4 kali 4 kotak gitu ya supaya muat lebih banyak buku. 

Gimana kalau anak-anak sudah lebih besar tapi butuh buku baru namun tempanya sudah nggak muat. Ya mungkin itu waktunya memilih buku mana yang sudah tidak dibaca lagi (karena faktor usia anak). Buku-bukunya bisa dijual atau disumbangkan. Sayapun memikirkan hal yang sama untuk tumpukan buku saya di beberapa kotak. Ingin saya pilih saja beberapa yang paling disuka lalu sisanya bisa dijual atau disumbangkan. 

2. Properti Foto


Meski sebenarnya jarang beli properti foto, kalau dikumpulkan ternyata banyak juga. Ada satu kotak besar. Nah gimana mereka yang para suhu food photography itu ya? He he. 

Saat ini sih sedang jarang disentuh karena sedang ada kesibukan lain. Tapi jeprat-jepretnya sih masih tetap dong. Hanya saja kalau untuk memotret makanan yang pakai alas foto, napkin, dsb dsb itu kan butuh waktu khusus ya. So mulai awal tahun depan deh rencananya mau buka photo project lagi. Supaya koleksi propertinya bermanfaat.


Supaya nggak mudah berdebu, semua properti foto saya masukkan ke kotak plastik besar yang ada tutupnya. Itupun sebagian sudah nggak cukup karena masih ada beberapa piring dan gelas yang saya simpan di rak piring. 

Cara merawatnya bagaimana? Sesekali dikeluarkan, dilap, diangin-anginkan lalu disimpan lagi yang rapi di dalam kotak.

Ada rencana nambah properti lagi sih tapi setelah ikut workshop styling supaya ada ide-ide baru. Oh properti ini biasanya saya beli dengan menyisihkan uang hasil ngeblog. Dan kalau sebagian buku yang sudah jarang dibaca sudah saya sisihkan, rencananya kotak penyimpanan bukunya akan saya jadikan kotak untuk menyimpan properti foto. 


Nah, cukup dua itu aja deh koleksi saya yang bisa dihandle sekarang. Dua jenis koleksi aja sudah harus menyediakan waktu khusus buat merawatnya. Meski begitu saya tetap berharap mudah-mudahan selalu ada rezeki untuk menambah koleksinya dan apa yang dikoleksi bisa dimanfaatkan dengan baik bukan cuma sekedar disimpan. 

Be First to Post Comment !
Post a Comment

Silakan berkomentar yang sopan, tapi jangan beri link hidup di postingan ya. Terima kasih sudah berkunjung :)


Hubungi lewat: itshenipuspita@gmail.com
Jangan lupa follow IG @henipuspita29 @letsplayandlearn
Twitter @henipuspita29

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9