Thursday, June 18, 2015

DIY: Membuat Tack It Darurat

Membuat Tack It Darurat.
Credit Pic. Tokopedia.
Teman-teman saya mengajar dulu pasti inget deh sama benda ini. Benda yang wajib dibawa ke kelas dan sering dicomotin sama murid-murid. Pernah juga ada yang komentar "Ini bekas permen karet ya, Miss?" ha ha. Gurumu tidak sejorok itu, Nak. Benda ini namanya Tack-It, buat nempel-nempelin alat bantu ajar (terutama gambar) di kelas. Ntah itu di dinding atau di papan tulis.



Kelebihan lem Tack-It ini adalah bisa ditempel, dicabut, dan dipakai ulang. Relatif tidak merusak gambar atau dinding dan papan tulisnya, kecuali dibiarkan menempel berhari-hari. Kalau sudah terlalu kering agak susah juga melepasnya. Pemakaian benda ini irit kok. Saya dan teman-teman sering bagi-bagi. Yang sering nyomotin sampai habis ya murid hi hi.


Harga Tack-It sekitar Rp20.000 per kemasan. Sayangnya, di Bandar Lampung saya belum menemukan tempat yang menjual Tack-It. Termasuk di toko alat tulis dan toko buku besar. Akhirnya saya membelinya secara online meski ongkos kirimnya nyaris sama dengan harga Tack-Itnya he he. Tapi Tack-It saya cepat habis. Kok bisa? Yah sekarang ada juga yang nyomotin. Siapa lagi kalau bukan Rayyaan. Tiap hari minta Tack-It buat ditempel ke mainannya ha ha.

Baca: Proyek Sains - Air, Garam, dan Pewarna Makanan.


Akhirnya saya cari info cara membuat Tack-It sendiri. Ternyata ada! Saya menemukannya di Wikihow - How to Make Sticky Tack. Ada dua cara yang digunakan, tapi saya menggunakan cara yang kedua:

Bahan:

1. 1 sdm lem putih yang aman bagi anak (untuk contohnya, googling dengan keyword 'school glue' lalu cari lem serupa di toko buku terdekat).
2. 2 sdm tepung maizena.
3. 2 tetes pewarna makanan.


Cara membuat:

1. Campur lem putih, maizena, uleni, tambah maizena jika masih terlalu lengket.
2. Beri pewarna makanan, uleni lagi.
3. Simpan pada wadah tertutup.

Baca: Proyek Sains - Lentera Bintang.


Lucky me, punya sisa lem putih. Pas banget 1 sdm he he. Tepung maizena juga ada di dapur. Lalu bagaimana 'kinerja' Tack-It darurat ini? Bisa menempel dengan baik, tapi tidak bisa dipakai ulang karena lemnya akan mengeras. Tapi saat dilepaskan, tidak menempel di papan (pintu) maupun kertas. Tack-It asli sudah pasti lebih bagus ya, tapi untuk keadaan darurat bolehlah. Sangat bermanfaat, misalnya untuk menempel jadwal Imsakiyah he he. 



8 comments:

  1. Aku malah baru tahu ada yg beginian taunya double tape atau yg pake magnet atau paku payung

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pakai ini lebih enak Mak, kalau double tape n paku payung merusak papan n dinding he he

      Delete
  2. saya baru tau sekarang tentang tack it ini :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di Bandar Lampung malah belum ada yg jual Mak he he. Mungkin krn blm banyak tahu juga

      Delete
  3. Wah boleh juga nih dipraktekin.

    ReplyDelete
  4. terima kasih idenya mbak. ijin praktekin di rumah kalo anak udah gede nanti.

    sepertinya supaya lebih cepat gambarnya diprint di kertas stiker sekalian, jadi tinggal ditempel di stik es krim trus kerat, selesai deh

    ReplyDelete
  5. loh tadi saya salah komen, maaf, harusnya untuk puzzle stik es krim, kebanyakan buka tab di browser jadinya salah tempat deh :)
    maaf ya mbak

    ReplyDelete

Silakan berkomentar yang sopan, tapi jangan beri link hidup di postingan ya. Terima kasih sudah berkunjung :)


Hubungi lewat: itshenipuspita@gmail.com
Jangan lupa follow IG @henipuspita29 @letsplayandlearn
Twitter @henipuspita29