Sudah lama ya saya nggak menulis tentang food photography, jadi kangen juga nih. Memang saat ini saya masih libur memotret di studio rumahan. Sebagian besar peralatan fotografi juga tersimpan di rumah di Bandar Lampung. Sementara pemiliknya masih main-main dulu ke kota lain he he.
Tapi bukan berarti saya berhenti memotret. Hanya saja kalau memotret makanan ya sesuai situasi yang ada di meja makan dan meja teras saja. Atau kalau sedang makan di luar ya potret apa yang kami pesan. Selain itu ya memotret kegiatan anak-anak. Saat sedang jalan-jalan ya coba memotret obyek yang lain lagi.
Baca juga: Foto Produk Sehati Aqiqah Lampung - Bagian 1.
Berhubung ada beberapa simpanan foto yang belum pernah saya bahas produk dan proses memotretnya, jadi manfaatkan sajalah ya sebagai pengisi blog ini. Dimulai dari materi Food Photography Talk, semacam online sharing yang pernah saya buat untuk virtual conference Hexagon City.
Rencananya tulisan ini akan saya buat jadi beberapa bagian tapi mudah-mudahan tidak terlalu panjang. Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi yang sedang belajar dasar-dasar fotografi makanan.
Apa itu Food Photography?
"Genre fotografi yang digunakan untuk membuat foto yang menarik dari obyek berupa makanan. Foto yang dihasilkan bisa digunakan untuk iklan komersial seperti di majalah, atau untuk kemasan produk, buku menu, dan buku resep masakan." - Wikipedia
"Area fotografi di mana makanan difoto sebagai obyek utama untuk gambar diam. Merupakan bagian dari fotografi komersial di mana hasil gambarnya digunakan untuk kemasan produk, buku masak, papan iklan, serta materi promosi di situs dan media sosial." - brentherrig.com
"Fotografi yang berfokus pada makanan atau menggunakan makanan sebagai subyek fotografi untuk mengekspresikan ide yang tidak berkaitan dengan makanan. Secara tradisional genre ini terbatas pada situasi di meja makan. Namun kini gaya, bentuk, dan penggunakan fotografi makanan telah menjadi sama luasnya dengan genre apapun." - phoode.com
Alasan Memotret Makanan
Setiap orang yang memilik hobi memotret makanan bisa jadi punya alasan yang berbeda-beda. Ada yang karena suka memasak dan membuat kue. Ada yang ingin menulis blog resep. Ada yang karena hobi kulineran. Bagaimana dengan saya?
Baca juga: BTS Foto & Resep Magical Ice Tea.
Salah satu alasannya adalah karena saya punya banyak teman yang memiliki usaha kuliner. Produknya selain enak juga cantik tampilannya. Jadi banyak produk yang bisa digunakan sebagai obyek foto makanan. Alasan lain karena hobi ini bisa dikerjakan dari rumah. Bahkan tidak perlu punya studio khusus dulu. Pojok rumahpun bisa dijadikan tempat untuk berkreasi.
Memanfaatkan sudut rumah untuk memotret. |
Alur Memotret Makanan
Meski bisa dikerjakan di rumah, bukan berarti minim persiapan lho. Apalagi kalau tujuan kita memotret adalah supaya hasilnya bisa digunakan untuk promosi makanannya. Alur memotret produk makanan ini sekilas pernah saya tulis di Mahalkah Harga Jasa Foto Produk? Kurang lebih seperti ini alurnya:
- Apa jenis makanan/minuman yang akan difoto?
- Menggali ide.
- Membuat konsep + sketsa.
- Menyiapkan peralatan.
- Menyusun properti dan obyek yang akan difoto.
- Proses pemotretan.
- Membereskan peralatan dan properti.
- Menyortir foto dan post processing (editing).
Menggali Ide dan Membuat Konsep
Salah satu tahap yang paling penting adalah menggali ide dan membuat konsepnya. Manfaat punya konsep foto produk adalah mencegah 'mati gaya' alias kebingungan saat memotret. Dengan menyiapkan konsep terlebih dulu kita juga akan menghemat waktu dan tenaga karena sudah tau makanan dan minumannya akan difoto dengan style seperti apa. Berikut ini adalah hal-hal yang dapat dipertimbangkan dalam pembuatan konsep foto produk:
Baca juga: Cara Memotret Coffee Drip.
- Tema apa yang sesuai.
- Alas foto.
- Background.
- Komposisi.
- Kombinasi warna.
- Perlengkapan makan.
- Napkin/serbet serta properti lain.
- Sumber dan jenis cahaya.
- Sudut pengambilan gambar.
- Apakah ada referensi foto produk dengan tema sejenis.
- Membuat sketsa layout foto produknya.
Peralatan
- Kamera. Kita bisa menggunakan kamera DSLR atau mirrorless. Jika belum punya kamera tersebut, kita juga bisa belajar memotret makanan dengan kamera handphone.
- Tripod. Alat ini dibutuhkan untuk menyangga kamera kita. Selain supaya tangan tidak mudah lelah, penggunaan tripod akan mencegah gambar jadi blur karena pergerakan tangan kita.
- Lensa. Setiap kamera biasanya dilengkapi dengan lensa kit. Namun untuk hasil yang lebih optimal biasanya dibutuhkan lensa yang lebih sesuai untuk foto produk.
- Artificial light (cahaya buatan). Karena kita tidak bisa terus-menerus bergantung pada cahaya matahari saat memotret. Intensitas cahaya matahari berubah setiap saat dan sangat bergantung pada cuaca. Dengan menggunakan cahaya buatan kita bisa memotret kapan saja tanpa terkendala waktu dan cuaca.
- Alas dan background foto. Saat belajar memotret makanan disarankan untuk membeli beberapa jenis alas dan background foto. Ada yang terbuat dari tripleks, kayu, bambu, hingga alas PVC yang polos atau alas dari kulit sintetis.
- Diffuser, reflector, dan blocker. Fungsi reflektor adalah sebagai cahaya pengisi karena sumber cahaya utama tidak bisa menerangi seluruh bagian obyek. Kita bisa menggunakan cermin, styrofoam, atau bahkan alas cake berukuran besar. Fungsi diffuser adalah untuk 'menyaring' cahaya yang terlalu keras supaya jadi lebih lembut. Sementara blocker digunakan untuk memblokir cahaya supaya fokus ke obyek. Kita juga bisa membeli 5 in 1 reflector dalam berbagai ukuran. Di dalamnya sudah ada diffuser, reflector, dan blocker.
- Berbagai jenis properti. Misalnya alas makan, serbet, alat makan, dan lain-lain. Apa fungsinya? Salah satunya supaya foto kita lebih bervariasi. Apalagi jika ada beberapa klien yang memiliki produk serupa. Tidak mungkin kan kita foto dengan properti dan konsep yang sama?
Food Photography dengan Properti Miminalis
Ada satu foto non food nyempil 😁 |
- Cari sudut rumah dengan cahaya natural yang bagus.
- Punya kamera (kamera handphone juga bisa).
- Kenali kamera yang dimiliki, pelajari setelan manualnya.
- Miliki beberapa alas foto dasar seperti yang bernuansa putih, abu-abu, dan hitam, serta alas foto kayu.
- Miliki wadah dan alat makan dengan nuansa putih dan tradisional.
- Eksplorasi dengan berbagai sudut dan komposisi.
- Gunakan bahan dari makanan sebagai properti.
yang susah tuh cari ide konsepnya ya mba, aku punya beberapa printilan foto tapi ga maksimal di pakainya karena idenya ga ada wkwkwk
ReplyDeleteIya betul Mba. Jadi kalau ada yang mau motret dadakan macam pas foto itu sebenarnya mumet karena belum ada konsep he he.
DeleteBuat menghasilkan foto yang bagus memang perlu perlengkapan yang tepat juga, apalagi untuk pencahayaan. Daku suka hasil fotonya kak Heni, menginspirasi
ReplyDeleteIya Mbak. Pencahayaan itu krusial banget. Makanya kalau mau lebih sering motret produk di rumah memang sebaiknya punya lighting khusus.
DeleteFotonya terbaik sih bikin ngiler semua makanannya. Cakep banget Mbak.Emang ide salah satu terpenting kalau tanpa ide susah buat konsep fotonya seperti apa.
ReplyDeleteIya Mbak. Sama seperti bikin tulisan di blog. Kalau nggak punya konsep maunya gimana, jadi ngalor ngidul atau malah mandeg.
DeleteFood fotografi ini penting ya, terutama untuk pemilik usaha kuliner. Kadang dari foto yang cantik saat promosi bisa menarik minat calon pelanggan untuk mencoba. Tapi awalnya ya butuh latihan juga sih ya sampai bisa menghasilkan foto cantik.
ReplyDeleteIya Mbak. Berlatih itu memang pengaruh banget ke hasil foto. Karena kalau pas liat foto pas awal belajar dulu juga merasa ih nggak banget fotonya haha. Karena nggak belum tau cara buat konsep dsb.
Deletecakeeep mba.. aku juga suka bangeet moto makanan tapi memang masih seadanya aja niih. Kalau diniatkan jadinya bagus yaaa
ReplyDeleteTapi motret makanan di tempat makan juga kece Mba hasilnya, apalagi kalau pencahayaan alaminya oke.
DeleteThanks sharing ilmunya mbak Heni. AKu kadang terbentur bingung editingnya, printilannya haha. Banyakan bingungnya keimbang actionnya :p
ReplyDeleteApa krn bukan passion ya, krn kalau liat makanan bawaannya pengen dimakan wkwkw
Btw kapan2 share juga donk printiln wajib punya apa aja yang harus dimiliki food photographer newbie tengkyuuu :D
Insyaa Allah aku share ya Mbak di postingan lain ^_^
DeleteMba Heni aku terpesona dengan hasil jepretan nya Mba.. Waahh emang harus di eksekusi menarik ya kulinernya jd semakin mantap dah foto makanannya.. Izin make ide dr mba Heni ya
ReplyDeleteSemoga bermanfaat Mbaaa
DeleteTerima kasih, Mbak untuk tips memotretnya. Dari jaman duluuuu banget aku udah favoritin foto2 Mbak Heni nih. Udah beberapa yang coba kutiru dan modifikasi. Tapi peralatan foto, khususnya yang nomer 4 dan 6 belum punya nih. Jadi masih mengandalkan sedikit properti aja.
ReplyDeleteMasyaa Allah makasi Mba. Kalau untuk properti sih minimal ada alas foto Mba buat gonta-ganti 'suasana'
DeleteKangen sama konten fotografinya kak Heni..
ReplyDeleteMemang harus dipahami kalau jasa foto produk ini mahal ya.. Melihat originalitas dari idenya dan properti yang dimiliki, tentu akan sangat menentukan rate yang diberikan juga.
Ini seriusss..
Cantik luar biasa.. Foto makanan yang bagus tuh yang seakan berbicara "Ayo..lahap aku. Aku enak loo.."
((pendapat dari orang awam ya, kak ^^))
Iya betul Mba. Salah satu keberhasilan itu kalau klien balik lagi dan pas posting foto, temen2 pada ngiler haha.
DeleteMasih banyak orang yang kurang bisa menghargai jasa fotografi dan desain.
ReplyDeleteDunia masih kurang ramah bagi para pekerja seni :D
OMG sedetail itu ya preparationnya! Oke aku bintangin blognya nih mbak
ReplyDelete