5 Tempat Makan yang Terakhir Dikunjungi dan Tips Minim Sampah Saat Makan di Luar


Instead of menulis tentang 5 tempat makan favorit saya ingin menulis tentang 5 tempat makan yang terakhir dikunjungi ya. Karena kalau soal favorit sih rasanya mayan banyak ha ha. Tapi karena akhir-akhir ini lebih concern tentang sampah terutama yang plastik jadi ingin berbagi pengalaman tentang belajar zero waste atau minim sampah saat makan di luar.


Bakso Lapangan Tembak Senayan, Mall Boemi Kedaton, Bandar Lampung


Kalau ke MBK (Mall Boemi Kedaton) dan kelaparan setelah cuci mata, Bakso Lapangan Tembak Senayan adalah tempat makan yang paling sering saya kunjungi. Alasannya karena jenis makanannya cukup bervariasi. Selain bakso dan mie ayam ada juga nasi dan ayam bakar (plus menu-menu lain).

Kalau anak-anak nggak mau makan mie atau nasi, ada juga kentang goreng yang bisa dipesan. Rasa makanannya enak dan harga terjangkau. Harga yang tertera sudah termasuk pajak dan tempat makan ini sudah dapat sertifikat halal MUI juga.

Meski nggak ada SH MUI belum tentu haram tapi nggak dipungkiri, SH MUI juga jadi nilai plus suatu tempat makan atau produk makanan, iya kan?


Selain itu Bakso Lapangan Tembak Senayan di MBK juga tempatnya cukup luas, bersih, dan suasananya nyaman. Saya lebih suka makan di area dalam supaya bebas asap rokok. Untuk yang membawa balita, di sini juga ada baby chair sejumlah 4 buah.

Berdasarkan pengalaman dan hasil pengamatan, menu di sini disajikan dalam wadah yang bisa dicuci dan dipakai lagi. Misalnya piring atau gelas. Hanya saja masih menggunakan sedotan plastik untuk minuman dingin dan ada tisu di setiap meja.

Kalau ingin minim sampah kita bisa menolak sedotan yang diberikan pegawainya. Atau disimpan dulu lalu dikembalikan ke kasir. Sedotannya dikemas dalam bungkus kertas, jadi asal nggak robek atau basah ya dikembalikan saja. Selain itu kita bisa membawa sapu tangan untuk mencegah penggunaan tisu.

Tong Ji Tea Bar, Chandra Superstore Tanjung Karang


Bulan ini saya dan keluarga juga sempat mampir ke Tong Ji Tea Bar yang ada di Chandra Superstore Tanjung Karang. Kalau biasanya di booth kecil Tong Ji hanya dijual aneka teh saja, di tea house ini juga dijual aneka makanan dan camilan seperti mie goreng dan kentang goreng. Dua menu ini kayaknya kok jadi menu wajib ya kalau makan siang di luar ha ha.


Rasa mie gorengnya pas, si Razqapun doyan. Bahkan makan sepiring berdua bareng Papa. Saya si cuma sesekali nyomot kentang goreng karena pada dasarnya cuma pengen ngeteh.

Di sini tehnya disajikan dalam gelas plastik, ditutup dengan plastik yang dipress, pakai sedotan plastik juga. Jadi saya request tehnya dimasukkan ke tumbler saja dan ternyata boleh ye ye ye.

Mie gorengnya disajikan dalam piring dilapisi daun pisang. Sementara kentang gorengnya pakai wadah kertas. Ya memang kertas lebih mudah terurai tapikan sayang juga kalau sekali pakai dibuang, jadi saya minta kentangnya dimasukkan ke wadah plastik yang saya bawa dari rumah. Selain itu saya juga membawa lap bersih sebagai pengganti tisu.


Saya memang doyan ngeteh dan lebih suka teh model Tong Ji ini daripada teh kemasan di botol kaca, botol plastik, atau yang kemasan tetra pack. Alasannya karena kalau yang ini kan disedu di hari yang sama ya. Manisnya juga nggak artificial gitu. Harga juga terjangkau.

Hanya memang wadah bekasnya yang harus jadi perhatian. Buat yang punya plastik bekas es teh begini coba deh dibawa ke bank sampah, atau ya dikasi ke pemulung. Sambil kita sama-sama belajar mengurangi sampah plastik.

HokBen Lampung, Mall Boemi Kedaton, Bandar Lampung


Senengnya sekarang ada HokBen di Lampung. Ini HokBen pertama di Sumatera lho! Sudah kesekian kalinya saya makan di sini bareng anak-anak. Sudah ngajak suami juga. Review lengkap tempat ini sudah pernah saya tulis di postingan lain. Jadi saya hanya ingin berbagi cerita kalau-kalau ada yang ingin makan di sini sambil tetap belajar minim sampah.

Baca: Review HokBen Lampung.

Namanya restoran fast food, biasanya nggak lepas dari wadah sekali pakai khususnya wadah minumnya. Contohnya adalah gelas plastik untuk teh ocha, gelas kertas untuk Milo, dan kemasan tetra pack untuk teh manis. Selain itu ada juga tisu, sumpit, dan sendok plastik.


Di beberapa menu, teh ocha itu sudah termasuk dalam paketnya. Namun saya masih kurang paham mana yang bisa diupgrade ke jus buah dan teh leci dan mana yang nggak bisa.

Jadi kalau mau minim sampah, amannya pilih menu yang tanpa paketan minum (cek tulisan review HokBen Lampung untuk melihat daftar menu dan harganya). Setelah itu pesan jus buah, teh leci, atau es sarang burung yang disajikan dalam gelas kaca.

Untuk sedotan, sumpit, atau sendok kita bisa membawa sendiri. Begitu juga dengan tisu, gantikan dengan sapu tangan atau lap bersih. Repot? Kalau sudah mulai terbiasa sebenarnya nggak juga lho. Tinggal bawa semuanya dalam sebuah kantong/pouch blacu. Sesudah dipakai bisa dibersihkan dan dibungkus dengan lap kain dan masukkan kembali ke pouch.



Kantin Kolam Renang Vila Citra, Perum Vila Citra 2, Bandar Lampung


Makan di sini so pasti dalam rangka nungguin Rayyaan les renang. Yah anaknya sibuk olahraga, orangtua sibuk sarapan ha ha. Di sini sih rata-rata makanan disajikan dalam mangkok atau piring. Kecuali kalau mau dibawa pulang.


Saat memesan bakso sih nggak perlu khawatir, kan jelas pakai mangkuk. Namun saat memesan sosis saya bilang deh ke penjualnya, pakai piring aja ya, mau dimakan di sini kok. Karena biasanya dimasukkan ke wadah plastik mika sekali pakai.


Kalau pesan mau dibawa pulang, bagaimana? Ya bawa wadah dari rumahlah he he.

Tokopi Leipe, Jalan Ryacudu (Jalur 2 Korpri), Bandar Lampung


Jadi ceritanya si Mama nih lagi agak senewen karena ini dan itu. Trus minta ditraktir kopi sama Papa dan diiyakan ha ha. Padahal yang nraktir mah nggak ngopi. berangkat sudah hampir jam 20.30 tapi karena tempatnya dekat rumah ya nggak masalah. 

Di sini kami memesan es teh manis, es teh mangga, hazenut latte, kentang goreng, dan mie goreng seafood. Mie gorengnya pedes banget ha ha. Lupa nggak request yang nggak pedas. Saya nggak nyicip tehnya karena kan ceritanya lagi ngopi.


Buat orang yang awam soal rasa kopi, hazelnut lattenya sih enak. Soalnya saya nih udah agak gimana gitu sama kopi sachetan he he. Sudah mulai kerasa beda si lidah dan di perut. Meski inipun ngopinya hazelnut latte, bukan kopi hitam tanpa gula, tapi beda memang kopi yang diracik dengan kopi sachetan. Buat minum kopi hitam apalagi yang tanpa gula, maap belum berani hi hi.

Menu di tempat ini harganya cukup terjangkau. Hazelnut Latte yang ice dibandrol 20K/gelas. Mayan ramahlah di kantong mahasiswa. Lha memang situ mahasiswa? Bukan... Ha ha. Suasananya juga oke buat foto-foto. 

Sebelum berangkat saya siapkan napkin dan sedotan stainless steel dulu. Jadi saat pesan minuman sudah bilang "Nggak usah pakai sedotan ya, Mbak." Si mbaknya agak bingung gitu sih awalnya hi hi. Tapi ekspresinya nggak seheran pas saya beli es teh di suatu booth di sebuah rumah sakit. Minta es tehnya dimasukkan ke gelas, mbak di sebelah penjualnya pasang ekspresi nggak nyantai gitu. 

Biasa aja deh Mba, kaya nggak pernah SD and bawa botol minum ajah haha.

Tips Minim Sampah Saat Makan di Luar 


So berdasarkan pengalaman yang seumur jagung ini, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meminimalisasi sampah saat makan di luar:

1. Bawa tumbler sendiri dan minta minumannya dimasukkan ke tumbler.
2. Bawa sedotan stainless steel lebih dari satu (kan makannya sekeluarga).
3. Bawa napkin a.k.a lap bersih.
4. Bawa alat makan (sendok dan sumpit sendiri) terutama kalau mau makan di fast food resto.
5. Bawa wadah untuk jaga-jaga kalau makanannya nggak habis atau disajikan dalam wadah sekali pakai.
6. Bawa tas kain/goodie bag untuk wadah lunch box/sejenisnya. 
7. Pesan makan sesuai kemampuan biar nggak mubazir, memang deh namanya makan itu baiknya sesudah lapar dan berhenti sebelum kenyang.
8. Jangan lupa kalau sudah makan usahakan bereskan/tumpuk piring bekas makannya supaya lebih rapi dan memudahkan pegawainya untuk membersihkan meja.

Tapi kenapa harus repot-repot begini sih ya? Kan yang penting udah buang sampah ke tempatnya? Ternyata buang sampah ke tempatnya aja nggak cukup karena ntah gimana pengelolaan sampahnya di TPA hiks.

Takutnya nih yang ada kita cuma mindahin masalah dari rumah ke TPA. Belum lagi yang memang hobinya buang sampah ke sungai dan ke laut. Tau kan ada paus mati dengan sampah 5 kg ditemukan di perutnya? Itu kejadiannya di Indonesia hu hu.

Jadi memang sudah urgent ya untuk mengurangi penggunaan wadah sekali pakai plus tindakan lainnya untuk mengurangi sampah.

Ada punya tips lain untuk bisa minim sampah? Monggo dishare di komentar yaaa. 



44 comments on "5 Tempat Makan yang Terakhir Dikunjungi dan Tips Minim Sampah Saat Makan di Luar"
  1. Salut dg perhatiannya terhadap pengurangan sampah plastik mba...saya masih belum bisa..hehe..

    ReplyDelete
  2. Aah, Hokben, aku udh lama gk makan di Hokben karena suamiku sukanya makanan food street. Hoho

    ReplyDelete
  3. Foto baksonya menggoda sekali si mba. Aku kangen bakso sony niih

    ReplyDelete
  4. Kalau makan di fast food emang paling banyak barang sekali pakainya ya,
    Gerakan zerro waste ini juga dilakukan di sekolah anakku. Tiap siswa hanya boleh membawa tempat bekal yang bisa dipakai berulang-ulang. Dan di kantin tidak menyediakan kresek atau plastik sebagai gantinya siswa membawa sendiri piring dan gelas...

    ReplyDelete
  5. Kalau di Lapangan Tembak, favorit aku pasti Es Telernya.
    Tentang zero waste, memang kudu di mulai dari kita sendiri ya, mba.
    Mulai sekarang juga!

    ReplyDelete
  6. Bakso Lapangan Tembak sampai ke Lampung juga. Tapi, kalau saya sekarang lagi kangen makan Hokben

    ReplyDelete
  7. MBK memang juaraaa dan banyak pilihan makanannya yaa mba. Kemarin di Lampung aku ke situ terus, deket rumah Mama soalnya. Pas mau ke Bakso lapangan Tembak full mbaa tempatnyaaa

    ReplyDelete
  8. Waktu ke Lampung aku sih makan pempek mba hahaha..btw tips bawa sedotan stainless steel patut ditiru aku jadi mau beli ah

    ReplyDelete
  9. terimakasih tipsnya, sudah lama gak bawa lap dan sepertinya perlu dipertimbangkan kembali deh jangan hanya mau praktisnya saja pakai tissue

    ReplyDelete
  10. Waah banyak tempat makan enak ya di Bandar Lampung, bener banget suka terganggu dengan sampah yang berserakan di area umum dan tempat makan, kalau gini khan lebih minim sampah ya, makasih tipsnya

    ReplyDelete
  11. bener juga ya, bawa wadah kosong jaga kalau makanannya gak habis. bisa sih minta dibungkusin, tapi kan mending bawa wadah sendiri ya mba :)

    ReplyDelete
  12. Denger-denger...limbah terbanyak berasal dari sedotan yaa...?
    Aku sampai sekarang masih pakai sedotan plastik euuii...dan memang gak sekali pakai-buang siih...
    Tapi tetep kerasa "nyampah".

    Pingin beli sedotan stainless juga...
    Tapi kalo yang diminum susu, pada nempel di dalamnya gak yaa...?
    Kuatir malah gak bersih pas nyuci.

    ReplyDelete
  13. Foto fotomu bagus bagus banget. Aku kagum liatnya

    ReplyDelete
  14. Jadi inget paus yg mati terdampar krn terlalu banyak makan plastik

    ReplyDelete
  15. Memang ya, kalau belum biasa kok kayaknya mah ribet banget mbayanginya. Pasti bisa pasti bisa

    ReplyDelete
  16. Aku skarang bawa tumbler kemana mana, mba. Soalmnya ya biar haus bisa langsung minum :)

    ReplyDelete
  17. Andaikata semua kayak mbak dan bersedia "merepotkan" diri pasti ikan paus yang kemarin mati gegara sampah enggak bakal kejadian lagi..

    ReplyDelete
  18. Pesan makanan sesuai kemampuan bener banget itu mbak khsusnya kemampuan perut ya. Makanya kadang aku kalau lagi beli nasi uduk gitu minta separuh aja karena kalau 1 porsi gak akan habis

    ReplyDelete
  19. Galfok ma foto-fotomu mba, bagus hihihi...
    Jarang banget aku menerapkan tipsmu itu, tapi kalau bawa tumbler atau lap sih sering huhuhu

    ReplyDelete
  20. Aku haruus belajar mengurangi sampah seperti itu, mbakk....

    ReplyDelete
  21. aku nih .. HIKs nggak bisa makan bersih, ngandelin tisu mulu, dan butuhnya banyak..

    ReplyDelete
  22. Aku juga udah mulai concern dengan penggunaan minim plastik. Sedih sama berita paus yang terdampar kemarin.

    ReplyDelete
  23. Bikin lapar banget pas buka.
    Kalau saya banyak tempat favorit apalagi cafe. Bejibun haha

    ReplyDelete
  24. Aku juga suka makan bakso dan makan di Hokben. Tapi sayangnya kalau mau makan di Hokben aku harus ke Semarang dulu. Di Kendal nggak ada Hokben soalnya.

    ReplyDelete
  25. Tipsnya keren banget, dan mudah2an diterapkan. Pernah sekali ke resto itu lihat kebanyakan orang makan dan makanannya itu mubaziir sayang banget

    ReplyDelete
  26. Banyak ya tempat makan yang enak disana . Waktu ke Lampung aku ga kesana semua sih cuma ke resto khas makanan Lampung.

    ReplyDelete
  27. Dah lama gak makan di Bakso Lapangan Tembak. Jadi kepengen lagi pas baca postingan ini hihi

    ReplyDelete
  28. masalah sampah ini memang jadi peer kita semua yaa, Mba. Sedih banget deh karena ulah manusia yang suka buang sampah sembarangan + over dalam pemakaian plastik, alam dan makhluk hidup lain di sekitar kita yang kena dampaknya :(

    ReplyDelete
  29. Aku mulai membiasakan bawa wadah sendirinya juga kalo jajan. Lumayan irit sampah jdnya.
    Tempat makan favorit kita ada yg sama loh, Hokben hihi.

    ReplyDelete
  30. ngiler sama tokopi leipe.
    oia, makan berlebih ga bagus juga. kalau ga habis dibawa pulang aja.
    kalau aku biasakan sehabis makan bersihan sampahnya.

    kebanyakan orang cuek sama sampah. suka sebel kalau lihat orang ngandelin orang lain yg bersihin meja makannya.

    ReplyDelete
  31. Tong Jie dan Hokben tuh favorit banyak orang kalo menurutku, hihii. Kami pun sekeluarga selalu mampir beli minum dan cemilan kalo masih nunggu jam film tayang di mall

    ReplyDelete
  32. Wah aku jadi inget postingannya Mbak Heni yang Hokben, ternyata memang salah satu favoritnya Mbak Heni ya?

    ReplyDelete
  33. Saya juga harus biasakan bawa minum dari rumah nih. Biar gak banyak sampah botol yaa..

    ReplyDelete
  34. aku punya sedotan stainless dapet dari hadiah giveaway, senengnya sekarang mengurangi sampah sedotan

    ReplyDelete
  35. Makin banyak yang pakai sedotan bukan dari plastik, soalnya ya buat kepentingan kita bersama juga

    ReplyDelete
  36. wah ide menarik tuh bawa sedotan sendiri yang lebih ramah lingkungan

    ReplyDelete
  37. waahh Mbak kereen, udah nerapin Zero waste banget ini.. sukaaaa...

    ReplyDelete
  38. Baca tulisan Mba Heni, jadi keinget teman saya yang menginkuti Kompetisi Danone Blogger Academy. Teman saya bilang salah satu temannya membawa tumblr sama piring melamin ke mana-mana untuk melaksanakan gerakan zero waste itu hehehehe

    ReplyDelete
  39. Pas banget nih mba, aku lagi cari-cari tempat makan enak di Lampung. Plus dapat info tentang zero waste. Thank you mba infonya.

    ReplyDelete
  40. wah tempat makannya lumayan variatif nih mbak jenisnya, kusukaa..btw tipsnya kece bgt, dan saya lagi berusaha utk itu sama suami, ya meski agak ribet, andaikan ya mbak itu dibuat peraturan pemerintah, hmm

    ReplyDelete
  41. Hokben ak suka menu barunya yg pedas itu apa lupa namanya, kalo banni suka ebi furainya selalu pesan itu deh

    ReplyDelete
  42. aku belum pernah mkan di Bakso lapangan tembak loh, entah kenapa belum pengen aja dan belum ada yg ngajakin. klo tongdjie bar sering sih

    ReplyDelete

Silakan berkomentar yang sopan, tapi jangan beri link hidup di postingan ya. Terima kasih sudah berkunjung :)


Hubungi lewat: itshenipuspita@gmail.com
Jangan lupa follow IG @henipuspita29 @letsplayandlearn
Twitter @henipuspita29

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9