Pengalaman Sunat dengan Metode Smartklamp dan Biaya Sunat di Bandar Lampung


Habis libur Idul Fitri, terbitlah libur sekolah. Waktu liburnya Rayyaan jadi super panjang deh. Apalagi di sekolahnya nggak ada jadwal yang setelah Idul Fitri, masuk sekolah dulu, bagi raport trus libur lagi.

Jadi hampir 1,5 bulan full liburnya. Momen libur panjang seperti banyak dimanfaatkan bagi orang tua untuk mengkhitan atau menyunat anak laki-lakinya. Kalau mengamati sekeliling saya biasanya sih anak-anak disunat saat sudah SD, misalnya kelas 3 atau kelas 4.

Tapi mulai banyak juga yang mengkhitan anaknya saat masih TK bahkan masih bayi. Rayyaan dulu sempat ditawari dokter anak untuk disunat, tapi berhubung saat itu masih LDRan dengan papanya so ntar dulu deh.

Namanya baru punya anak pertama dan suami jauh, saya belum siap mental kalau anak tiba-tiba rewel. Sekarang ini kan Rayyaan sudah besar, sudah lulus TK B. Alhamdulillah ia juga sudah mau disunat walau tetap sih, minta hadiah he he.

Singkat kata, saya dan papanya mengajak Rayyaan ke salah satu klinik sunat di Bandar Lampung. Tepatnya di Jalan Pagar Alam alias Gang PU, di kota Bandar Lampung. Ternyata untuk sunat di klinik tersebut tidak perlu membuat janji atau mendaftar dulu.


Kita bisa langsung datang saja ke klinik dan dilayani sesuai antrian. Saat kami ke sana tidak begitu ramai sih. Baru ada anak yang selesai disunat dan saat kami ingin pulang, ada yang datang lagi. Istilahnya sih tidak antri tapi ada saja yang datang. 

Pertama-tama orang tua atau wali harus mengisi formulir pendaftaran dulu. Kita juga ditanya apakah anak pernah sakit parah, punya kebutuhan khusus, sedang menjalani pengobatan, dan apakah ada alergi obat. Rayyaan juga ditimbang dulu berat badannya. 

Di klinik ini ada 3 jenis metode yang ditawarkan yaitu dengan smartklamp, konvensional, dan laser. Namun metode yang diunggulkan memang metode Smartklamp.

Klaimnya sih dengan metode ini tidak perlu repot mengganti perban dan tidak perlu dijahit. Mau mandi atau mau buang air kecil juga lebih leluasa, jadi kami memilih metode tersebut.

Cara Mencegah dan Mengatasi Diare pada Balita.

Setelah mendaftar tak lama kemudian Rayyaan dipanggil masuk ke ruang dokter. Alhamdulillah dokternya ramah. Rayyaan sempat ragu sih, dan sempat berteriak juga saat disuntik bius lokal. 

Lho katanya tanpa suntik?


Iya bisa sih tanpa suntik, tapi kurang tahan lama gitu deh efeknya. Jadi lebih amannya disuntik bius lokal saja. Dengan suntik bius, efeknya baru hilang kurang lebih 30-45 menit setelah proses sunat selesai.

Saat disunat, Rayyaan dipinjamkan sebuah tablet. Selain untuk pengalih perhatian sebenarnya tablet ini juga bisa jadi penghalang supaya aktivitas dokter tak terlihat anak hi hi. Karena ukuran tabnya cukup besar sih.

Trus Rayyaan diapakan aja?


Saya ikut masuk tapi menjaga Razqa supaya nggak keluyuran. Eh bilang aja nggak berani lihat langsung? Ngg iya sih he he. Tapi kalau kata si Papa, setelah dibius dan dibersihkan (maaf) penisnya, Rayyaan disunat menggunakan peralatan laser, dirapikan dengan gunting, lalu pada penisnya dipasang alat smartklamp tadi. Kurang lebih seperti itu metodenya.

Sebelum pulang Rayyaan dibekali obat yang harus diminum dan ada juga yang harus diteteskan 3 x sehari. Setelah disunat Rayyaan sudah langsung bisa berjalan. Hanya memang ganti kostum yang tadinya pakai celana panjang lalu berganti dengan sarung.


Sesuai janji, sebelum pulang ke rumah kami mampir ke toko mainan dulu. Tapi saat sedang memilih mainan, ia mulai merintih. Rupanya efek biusnya sudah hilang, jreng jreng jreng. Jadi saat di perjalanan pulang ya mengalirlah air matanya.

7 Ide Permainan dari Kotak Bekas.

Setelah minum obat, Rayyaan jadi lebih tenang dan mulai bisa bermain. Tapi siang itu saya stand by deh jadi tukang kipas hi hi. Sampai akhirnya si papa ke Giant sebentar untuk membeli kipas kecil yang bisa dicharge. 

Kipas buat apa? Ya untuk ngipasi itulah... Biar adem he he.



Kalau mau mandi atau buang air kecil bagaimana? Kata perawat sudah boleh mandi, buang air kecil juga bisa dibersihkan dengan air. Kalau bagian dalam clampnya basah, cukup dikeringkan dengan cotton bud tapi jangan sampai menyentuh ujung penisnya.

Awalnya Rayyaan juga merasa kagok saat buang air kecil karena di penisnya ada clampnya. Selain itu namanya habis sunat, jadi tidak bisa berjalan dengan cepat. Jadi di kamar saya siapkan saja ember dan air kalau sewaktu-waktu ia ingin pipis.


Oh iya untuk makanan dokter bilang tidak ada pantangan. Makanan yang disarankan adalah makanan yang banyak mengandung protein seperti putih telur, daging, ayam, dan ikan. Kecuali kalau anak memiliki alergi makanan tertentu, baru deh dihindari.

Hmm, sama seperti saya dulu waktu pasca operasi SC. Perawat dan dokter bilang tidak ada pantangan makanan kecuali jika ada alergi. Memang sebaiknya ada pengingat seperti ini dari nakes, supaya orang tua tidak terjebak mitos tentang makanan, yang katanya jangan makan telur atau makan daging. Padahal makanan berprotein tinggi malah bisa mempercepat proses penyembuhan luka.

Belajar Membuat Pizza dengan Teman-Teman.

Setelah disunat memang kadang masih ada setetes darah yang keluar. Awalnya saya agak khawatir sih. Saya juga sempat menanyakan ke kliniknya via WA. Ternyata yang seperti itu tidak apa-apa yang penting Rayyaan tidak boleh terlalu banyak bergerak.

Di hari keempat pasca sunat, kami kembali ke klinik untuk membuka clampnya. Sebenarnya bisa dan boleh dibuka sendiri. Apalagi ternyata ada juga lho anak dari daerah lain yang sunat di Bandar Lampung. Tapi kalau saya atau papanya yang mencoba membuka, nanti Rayyaan malah galau ha ha. 

Hari Senin pagi sebelum pelepasan clamp, Rayyaan saya minta berendam air hangat selama 15 menit sesuai petunjuk dari klinik. Setelah itu kulit di sekitar clamp diolesi baby oil (boleh pakai VCO atau minyak zaitun). 

Proses membuka clampnya dilakukan oleh perawat kliniknya. Rayyaan juga sempat khawatir dan mikir-mikir untuk naik ke tempat tidur. Salah satu perawatnya berkata “Nggak disuntik kok, tapi mumpung belum ada dokternya ayo naik, kalau ada dokter nanti malah disuntik.”


Ahahaha, suster bercanda ya? Dokternya kan baik, masa mau asal suntik. Jadi saya dan papanya bilang “Nggak disuntik lagi kok, Kak. Cuma dilepas aja alatnya.” 

Pasca pelepasan alat sepertinya butuh proses penyesuaian juga bagi Rayyaan. Di mobil jadi meringis kalau kami melewati jalan yang bergelombang meski sudah pelan-pelan.

Sore hari saya minta Rayyaan berendam lagi dan sekaligus mandi di air hangat sebentar. Begitu juga esok paginya. Ternyata mandi dengan berendam air hangat membuatnya merasa nyaman dan tidak khawatir kalau ujung penisnya terkena air. 

Untuk perawatan pasca pelepasan alat clamp cukup dikeringkan dengan kain kasa setelah terkena air dan dioles obat luka 3 x sehari. Caranya dengan meletakkan kain kasa di bawah penis, lalu dibungkus sebentar kurang lebih 5 detik supaya air meresap pada kasa.

Memberikan obat lukapun caranya sama. Tetesi obat pada kain kasa, letakkan di bawah penis dan dibungkus sebentar supaya obat menempel pada kulit. 

Sementara Rayyaan masih menggunakan sarung walau perawat berkata sudah boleh belajar pakai celana dalam. Tapi biar deh nggak apa-apa sarungan dulu. Malah lebih mudah kalau mau pipis.


2-3 hari pasca clamp dilepas baru deh Rayyaan mau coba pakai celana sunat. Itu lho celana yang seperti ada batoknya. Ternyata cocok dan Rayyaan nyaman memakainya.

Setelah clamp dilepas kalau masih ada sedikit ngilu itu juga wajar. Papa sih yang lebih banyak cerita tentang proses sunat seperti apa dan apa manfaatnya. Iyalah, saya kan nggak pernah merasakan he he. Tapi 2 hari setelah clamp dilepas, Rayyaan sudah bisa lari-lari kok.

Sebelumnya saya juga cerita sih kalau nggak perlu terlalu paranoid dengan rasa sakit. Ada kalanya kita harus merasakan sakit tapi insyaa Allah untuk tujuan yang baik. Misalnya seperti saat Rayyaan disunat, saat Papa harus operasi usus buntu, dan saat Mama harus operasi SC. 

Namanya pasca pembedahan pasti ya rasanya wow. Tapi insyaa Allah Rayyaan jadi lebih sehat setelah disunat, Papa jadi sembuh setelah operasi, dan Mama jadi punya anak yang lucu-lucu setelah melahirkan lewat operasi SC. Begitu kurang lebih obrolan saya dengan Rayyaan saat ia mengeluh sakit. Kalau sedang main, kan jadi lupa tuh sama sakitnya ha ha.

7 Tips Merencanakan Liburan Akhir Tahun Bersama Anak.

Selain itu saya tunjukkan juga foto anak-anak lain yang disunat di klinik yang sama. Saya juga bilang “Kak, pas tau Kakak sudah disunat, teman-teman Rayyaan jadi mau sunat juga lho.” supaya Rayyaan merasa ada teman senasib sepenanggungan hi hi. Nggak lupa saya tunjukkan juga piagam dari klinik sunatnya.


Alhamdulillah sekarang Rayyaan sudah disunat, walau ada rasa ketar-ketir tapi saya dan si papa sudah lega. Giliran Razqa nanti deh ya tunggu usianya sudah 4 atau 5 tahun (Rayyaan 6 tahun 8 bulan). Sekarang tinggal mengisi liburan dengan kegiatan lain sebelum kembali masuk sekolah sebagai anak SD, yay!

Bagi teman-teman Rayyaan yang ada di Bandar Lampung dan ingin disunat juga (mumpung masih libur panjang nih), ada contekan tentang biaya sunat di Bandar Lampung.

Memang ini harga di klinik tempat Rayyaan disunat. Untuk di tempat lain boleh juga share infonya di komentar. Memang biayanya cukup lumayan, tapi rata-rata biaya sunat di daerah lain juga segitu deh karena saya juga sempat survey via browsing. Klinik ini juga melayani panggilan ke rumah tapi dengan membuat janji atau mengatur jadwal terlebih dulu

Biaya Sunat di Solusi Sunatan Bandar Lampung (Klinik GMC)


Biaya sunat smartklamp
1. Di klinik Rp 850.000,-
2. Di rumah Rp 1.200.000 s.d 1.400.000,- (tergantung jarak dan lokasi)

Biaya sunat konvensional
1. Di klinik Rp 850.000,-
2. Di rumah Rp 1.200.000 s.d 1.400.000, - (tergantung jarak dan lokasi)

Biaya sunat laser
1. Di klinik Rp 850.000,-
2. Di rumah Rp 1.200.000 s.d 1.400.000, - (tergantung jarak dan lokasi)

Biaya sunat ABK (dengan smartklamp)
1. Di klinik Rp 1.200.000,- | untuk dewasa Rp 1.500.000,-
2. Di rumah Rp 1.500.000,- s.d Rp 1.750.000,- | untuk dewasa Rp 1.850.000 s.d Rp 2.050.000,-

Biaya sunat dewasa (wajib cek laboratorium)
Di klinik Rp 1.500.000,-

Biaya sunat anak gemuk
1. Di klinik Rp 1.500.000,-
2. Di rumah Rp 1.850.000,- s.d Rp 2.050.000,- (tergantung jarak dan lokasi)



2 comments on "Pengalaman Sunat dengan Metode Smartklamp dan Biaya Sunat di Bandar Lampung"
  1. wah metode baru ya jaman sekarang

    ReplyDelete
  2. enak ya si kecil gak takut, adek saya malah langsung lemes kalau bicara tentang sunat. Akhirnya sampai sekarang di umurnya yang ke 6 masih belum disunnat juga :h

    ReplyDelete

Silakan berkomentar yang sopan, tapi jangan beri link hidup di postingan ya. Terima kasih sudah berkunjung :)


Hubungi lewat: itshenipuspita@gmail.com
Jangan lupa follow IG @henipuspita29 @letsplayandlearn
Twitter @henipuspita29

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9