Review Suak Sumatera, Private Resort di Tepi Pantai Selat Sunda


Libur Idul Fitri lalu papanya anak-anak memutuskan untuk mengambil libur tambahan alias cuti selama 5 hari. Hmm, enaknya ngapain ya? Kami sempat ada rencana untuk main-main ke provinsi tetangga yaitu Sumatera Selatan, tapi karena keterbasan waktu untuk rencana persiapan akhirnya kami memutuskan untuk main-main di Lampung saja deh. 

Akhir tahun lalu ada rencana menginap di salah satu resort di Lampung Selatan tapi belum terlaksana meski sudah booking tempat. Karena qodarulloh akhir tahun kemarin ada tsunami akibat letusan Gunung Anak Krakatau dan tempat yang jadi tujuan kami juga terkena imbasnya. Setelah ditutup sementara untuk perbaikan, tempat tersebut dibuka kembali untuk umum 15 minggu lalu. 


Nama tempat yang kami tuju adalah Suak Sumatera yang berlokasi di Sidomulyo, Lampung Selatan.  Untuk bisa menginap di sini kita harus memesan tempat terlebih dulu, jadi tidak bisa datang dan langsung menginap. Saat mengontak pihak Suak Sumatera, alhamdulillah ada kamar yang kosong dan kami memesan kamar untuk 3 hari 2 malam. 

Jarak kota Bandar Lampung ke Sidomulyo sekitar 1,5 jam perjalanan. Kami sengaja tidak lewat tol supaya bisa lebih banyak yang dilihat. Itupun perjalanannya santai saja. Untuk menuju desa Suak dan ke lokasi kami mengandalkan Google Map. Akurat nggak? Akurat koook!

Baca: Jepret Asyik di Puncak Mas, Lampung.

Hanya 1 mobil yang parkir karena tamu lain sudah selesai berlibur he he.

Dari Bandar Lampung, jalan ke desa Suak ada di sebelah kanan ya. Tepatnya di jalan yang juga menuju ke arah SMP 2 Sidomulyo. Masuknya memang lumayan jauh, masih sekitar 4 atau 5 km dan kalau malam sudah pasti gelap deh karena banyak pohon tapi tidak ada lampu jalan. Penerangan ya hanya kalau ada rumah penduduk. Tapi kondisi jalannya bagus.

Plang nama Suak Sumatera tidak terlalu besar, bahkan seingat saya hanya berupa banner. Ciri khasnya adalah ada sebuah perahu kayu di depan pagarnya. Oh iya, sepertinya gerbang tempat ini bisa dibilang semi private jadi sepertinya gerbangnya hanya dibuka jika ada tamu yang akan berkunjung. Tempat ini memang awalnya merupakan vila pribadi dan baru beberapa tahun terakhir dibuka untuk umum. 

Kesan pertama tempat ini memang terasa asri dengan aneka tanaman tropis yang tertata rapi. Pantainya sendiri bukan milik pribadi. Tapi gerbang dan teras belakang resort ini berbatasan langsung dengan pantai.

Teras  belakang Suak Sumatera yang berbatasan dengan pantai.

Bayangkan kalau setiap hari bangun tidur, membuka gerbang belakang dan bisa langsung menyusuri pantai. Asyik ya. Saya jadi teringat dengan tempat menginap saat tahun lalu kami berkunjung ke Krui, Pesisir Barat. Penginapannya juga di pinggir pantai namun Suak Sumatera memang terasa lebih private.

Baca: Liburan Singkat ke Krui, Pesisir Barat Lampung.


Bangunan tempat kami menginap.

Karena hanya berempat kami memutuskan memilih Double Deluxe Room. Kamar ini dirasa sudah cukup. Dan ternyata memang kamarnya luas sekali dengan view menghadap langsung ke kolam renang dan Selat Sunda.

Kamar kami berada di lantai 2.

Begitu datang kami disambut oleh salah satu stafnya yang bernama Mas Budi dan disuguhi welcome drink berupa air kelapa muda dingin. Pas banget untuk melepas dahaga setelah perjalanan karena memang kami baru berangkat kira-kira jam 13.30 dari Bandar Lampung.

Welcome drink air kelapa muda segar.

Setelah mengemasi barang-barang, kami berjalan-jalan sebentar di pantai. Anak-anak ketemu air ya pasti langsung nyebur. Nggak berenang sih, nggak bakal saya izinkan juga he he. Tapi sore itu kan air sudah surut, jadi anak-anak mencari ikan di tempat yang dangkal dan dengan susah payah diajak kembali ke kamar karena sudah jam 17.30.

Baca: Rayyaan's Choice - 7 Tempat Wisata di Puncak dan Sekitarnya.

Langsung main ke pantai.

Kamar yang kami tempat terdiri atas 3 bagian, di bagian depan ada ruang duduknya dan karena Rayyaan dihitung tamu tambahan jadi di ruang itu diberi kasur tambahan. Meski begitu sofanya sendiri sudah besar-besar dan enak untuk tidur siang he he.

Bagian depan dari kamar kami.

Di bagian tengah ada tempat tidur besar. Di sini tidak ada lemari tertutup seperti yang biasa ada di hotel. Jadi yang ada semacam rak-rak kayu untuk meletakkan barang bawaan. Di kamar ini juga ada sandal plastik yang bisa kita gunakan untuk berjalan-jalan.

Furniture di depan tempat tidur.

Interiornya sendiri didominasi kayu dengan dekorasi berupa ukiran, lukisan, serta pajangan lain dengan nuansa etnis dan tema laut. Misalnya saja nih di kamar kami ada beberapa miniatur kapal (yang buru-buru diamankan ke rak bagian atas ha ha). Ada juga lukisan bercorak ikan, foto kapal, dan hiasan dinding berbentuk dayung.

Baca: 7 Hal yang Bisa Kita Lakukan di D'junjungans, Negeri Sakti, Lampung.

Tempat tidur untuk 2 orang, saya pakai bertiga bersama anak-anak.

Di salah satu rak saya melihat ada botol semprotan nyamuk. Sesaat sempat terlintas, wah iya di dekat pantai dan banyak pohon begini apa bakal ada nyamuk di kamar ya? Tapi ternyata nggak ada sama sekali kok. Bau bekas semprotan nyamuknya juga nggak ada. Kamarnya juga adem karena ada 3 buah AC, tapi tentu aja nggak semuanya kami hidupkan. Kamar kami juga dilengkapi dengan kulkas kecil yang diletakkan di ruang depan. 


Ada sekat antara ruang depan dan ruang tidur.

Terakhir tentu saja ada kamar mandinya. Kamar mandinya juga cukup luas dan ada fasilitas shower dan air hangatnya. Selain handuk tentu saja ada toiletries seperti sabun, sampo, shower gel, pasta gigi, serta sikat giginya. Tapi nyaris nggak digunakan sih karena kami memilih membawa sendiri dari rumah.

Baca: Review Hotel Buah Sinuan, Lembang.

Wastafel di kamar mandi.

Toh dari rumah juga harus bawa sabun mandi anak-anak, facial wash, body butter, dsb dsb jadi ya sekalian ajalah bawa yang lain he he. Meski begitu agak menyesal juga sih nggak membawa hair dryer kecil dari rumah, karena saya nggak melihat ada hair dryer di kamar mandi. 

Oh iya, di kamarnya nggak ada TV ya dan nggak ada wifi juga. Wifi ada tapi hanya di tempat makan. Maksudnya sih supaya benar-benar menikmati suasana liburan dan nggak fokus sama tontonan atau sama gadget.

Baca: Servis Berat di Bengkel Perut D'Sawah, Metro.

Saat itu tamu yang menginap hanya kami karena memang libur Idul Fitri sudah usai. Jadi pas malam memang terasa sepi. Trus ngapain? Ya leyeh-leyeh lah ha ha, sambil menemani anak-anak main mobil-mobilan.

Bangunan untuk tempat makan.

Ngomong-ngomong, kan tarifnya hanya termasuk sarapan ya, makan malam dan makan siang bagaimana? Mengingat lokasinya yang jauh dari jalan raya, rasa-rasanya males banget deh mau sengaja keluar untuk mencari makan.

Tapi karena saya sengaja mengemas masakan hari itu untuk bekal jadi untuk makan malam ya makan bekal dari rumah. Hari berikutnya kami tinggal memesan makanan ke staf Suak Sumatera.

Makan malam di kamar.


Pagi harinya anak-anak sudah sibuk ingin berenang di kolam. Ditahan-tahan dulu deh, biar sarapan dulu. Apalagi kolamnya sedang dibersihkan. Sambil menunggu makanan siap kamipun main sepeda. Sepedanya lumayan berat sih untuk saya, soalnya tipe sepeda gunung.

Baca: Review Elenor's Home @Eyckman Bandung.

Sebagian menu sarapan.

Untuk sarapan kita bisa memilih mau sarapan di tempat makan atau di pinggir pantai. Kamipun memilih sarapan di teras di pinggir pantai. Menu yang disajikan adalah semangkuk nasi goreng, semangkuk mie goreng, sepiring buah potong (nanas, semangka, melon, dan pepaya), sepiring lauk (omelet, ayam goreng, dan sosis goreng), air putih dingin, jus, serta teh hangat. Alhamdulillah anak-anak cocok dengan rasa makanannya. Untuk Rayyaan jelas ayam goreng serta sosis, kalau Razqa memilih makan mie goreng.

Tempat bermain bilyard.

Selesai makan, anak-anak kembali menagih janji untuk main air di kolam renang. Berhubung hanya kami berempat jadi ya bebas main dan bebas foto-foto juga pakai tripod hi hi. Puas main air, kamipun mengajak anak-anak mandi dan berganti pakaian. Sambil menunggu waktu makan siang, kami duduk-duduk di ruang tempat bermain bilyard.

Baca: Jalan-jalan ke Pantai Sari Ringgung, Lampung.

Asyiknya main air.

Kolam renang di depan kamar.

Ruangannya terbuka sih, bisa dilihat deh fotonya. Papa juga sempat main bareng Rayyaan. Mungkin mengingat jaman masih single he he. Kalau Rayyaan ya cuma heboh memasukkan bolanya pakai tangan. Razqa ngapain? Di lemari di tempat ini ada mainan mobil-mobilan, mungkin biasa digunakan untuk bermain pasir, jadi ya Razqa main itu saja.

Mencoba meja bilyard.

Menu makan siang yang kami pesan.

Jam 11 siang kami memesan makanan. Info dari Mas Budi memang kalau ingin pesan makanan sebaiknya 1 jam sebelumnya, supaya bisa disajikan tepat waktu makan siang. Waktu itu kami memilih cap cay, nasi ayam goreng, dan kentang goreng. Ayam gorengnya porsi besar ternyata, bisa untuk dua orang.

Main air lagi.


Sore harinya anak-anak kembali mengajak main di kolam renang, tapi hanya papa saja yang menemani main air. Jam 6 petang kami kembali memesan makanan, yaitu nasi ayam bakar serta kentang goreng dan es teh. Oh iya, kalau mau kita juga bisa lho makan malam di pinggir pantai seperti waktu sarapan.

Sarapan di hari terakhir.

Esok harinya kami memilih sarapan di tempat makan untuk merasakan suasana yang berbeda. Dan karena berencana mampir dulu ke Kalianda jadi kami bersiap-siap supaya bisa pulang sebelum zuhur. Jadi pagi itu selepas sarapan kami dan anak-anak hanya bermain di tepi pantai.

Salah satu sudut di tempat makan.

Anak-anak diwanti-wanti nggak usah main air lagi karena baju sudah dikemas hi hi. View tempatnya yang keren kami manfaatkan untuk jeprat-jepret. Sebelum pulang bahkan sempat foto keluarga dulu di kamar di ruang depan.

Untung deh bawa tripod he he.

Overall menginap di tempat ini memang memuaskan. Kami memang nggak banyak menjelajah ke luar wilayah resort karena anak-anak lebih suka bermain di kolam renang. Selain itu memang ingin lebih banyak leyeh-leyeh sambil menikmati suasana. Anggap-anggap aja lagi liburan di mana gitu ya. Tapi toh pantai di Lampung banyak yang bagus-bagus, dan nyatanya untuk merasakan menginap di private resort ternyata kita nggak harus jauh-jauh ke luar Lampung dulu.

11 12 lah ya Deeek!

Jika ada masukan dari kami mungkin ke soal tanda arah kiblat yang nggak kami temukan di kamar, serta pemilihan jenis musik yang diputar di tempat makan supaya lebih bervariasi. Selain dari itu pelayanan di sini memuaskan dan stafnya juga cekatan. Makanannya enak, suasananya nyaman untuk bersantai dan bermain bersama anak-anak, selain itu viewnya juga keren termasuk untuk berfotoria.

Main sepeda yuk.

Ada 8 unit tempat untuk disewakan dengan berbagai tipe. Kita bisa memilih mana yang sesuai. Saat kami mengontak pihak Suak Sumatera pasca Idul Fitri, inilah tipe kamar yang ditawarkan beserta tarifnya:

Tarif Menginap di Suak Sumatera Resort


1. Double Deluxe Room 
Rp 1.725.000,-/kamar/malam untuk 2 orang.

2. Family Room
Rp 1.825.000,-/kamar/malam untuk 2 orang.

3. Private Villa 
Rp 2.000.000,-/kamar/malam untuk 2 orang.

Harga tersebut sudah termasuk sarapan dan fasilitas lain seperti kolam renang, bilyard, perahu kayak, serta sepeda. Jika ada tambahan tamu di atas 5 tahun dikenakan biaya Rp 500.000,- per orang.

Fasilitas kayak.

Kalau ingin menginap kita juga bisa berkunjung ke Suak Sumatera. Tarif untuk kunjungan 6 jam yaitu RP 350.000,- per orang dengan fasilitas 1x makan dan memakai fasilitas seperti kolam renang dan perahu kayak.

Pemandangan dari balkon.

Jika ingin berkunjung ke tempat ini kita tidak bisa go show alias reservasi langsung di tempat ya. Minimal pemesanan adalah 1-2 hari sebelumnya dengan deposit 50%.

Ingin merasakan menginap di resort tropis di tepi pantai? Kita bisa menghubungi Suak Sumatera Resort di nomor kontak 0823 723 77501 atau 0811 7278 23. Untuk informasi lebih lanjut kita juga bisa berkunjung ke situs www.suaksumatera.com atau IG @suak.sumatera




9 comments on "Review Suak Sumatera, Private Resort di Tepi Pantai Selat Sunda"
  1. Seru banget Mbk lokasi liburannya, ngajak keluarga ke sini seru ya. Apalagi langsung dnegan kolam renang, liburan jadi seru.

    ReplyDelete
  2. Boleh juga di Coba liburan ke Suak Sumatra Resort, setelah baca artikel dari mba Heni jadi tau fasilitas seperti apa yang didapat dan persiapan budgetnya. info yang lengkap.

    ReplyDelete
  3. Wah tempatnya asri banget dan ini paling suka pas baca viewnya hadap pantai alamak serasa di film gitu. Jadi penasaran ke Suak Sumatera. Cocok buat yang ingin menikmati suasana pribadi.

    ReplyDelete
  4. woaa keren banget tempatnya. jadi berasa beneran ikut liburan karna artikelnya detail sekali menjelaskannya. hehe.. ternyata di Lampung banyak tempat yang bagus untuk sejenak menghilang dari peradaban :D

    ReplyDelete
  5. Saya peenah berkunjung ke suak. Tapi belum serapih itu. Keren memang tempat2 wisata dilampung, progressnya mantep. Thanks informasinya.

    ReplyDelete
  6. Nyaman banget Mbk tempat nginapnya, pasti bakal seru ya kalau sekeluarga ke sini, sepuasnya deh menikmati family time.

    ReplyDelete
  7. Seru ya untuk liburan keluarga, dan tempatnya sangat mendukung di tepi pantai.

    ReplyDelete
  8. Seru ya untuk liburan keluarga, dan tempatnya sangat mendukung di tepi pantai.

    ReplyDelete
  9. Waaa MasyaaAllah, keren banget tempatnya. Cocok banget yaa buat liburan keluarga Mbak? Apalagi moment liburan sekolah kayak sekarang..

    Ini bisa dipesan di app online gak Mbak? Siapa tau ada diskon lebih banyak hihi

    ReplyDelete

Silakan berkomentar yang sopan, tapi jangan beri link hidup di postingan ya. Terima kasih sudah berkunjung :)


Hubungi lewat: itshenipuspita@gmail.com
Jangan lupa follow IG @henipuspita29 @letsplayandlearn
Twitter @henipuspita29

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9