Friday, January 8, 2016

Servis Berat di Bengkel Perut d'Sawah, Metro

Servis Berat di Bengkel Perut d'Sawah, Metro.

Saat libur akhir tahun masih tersisa beberapa hari, kami memanfaatkannya dengan pergi mengunjungi kota Metro. Kota yang disebut sebagai kota terbesar kedua di Lampung setelah Bandar Lampung ini sebelum menjadi kota otonom dulunya adalah kota administratif yang berfungsi sebagai ibukota Kabupaten Lampung Tengah hingga tahun 1999. Jaraknya dari Bandar Lampung kurang lebih 46 km atau sekitar 1 jam perjalanan. 
Bandung Trip Part 5 - Masih di Seputaran Alun-Alun Bandung.

Tapi waktu tempuh 1 jam itu kalau tidak macet lho he he he. Karena jalur ke Metro termasuk jalur ramai, terkadang ada kemacetan di titik tertentu saat hari kerja. Namun di akhir tahun kemarin alhamdulillah perjalanan lancar. Mata juga jadi lebih segar karena melihat hamparan sawah di perjalanan menuju kota ini. 

Hai ikan!

Bisa makan di saung.

Ada anak yang belum pernah lihat keong sawah he he.

Memanggil Mbak atau Masnya bisa pakai ini he he.

Sawah yang disampingnya belum ditanami.

Kami tiba di Metro kurang lebih jam 11 siang. Perutpun sudah terasa lapar. Enaknya makan di mana ya? Akhirnya kami memutuskan untuk nyobain makanan di Bengkel Perut d' Sawah. Kami belum pernah makan di tempat ini. Ya iyalah, terakhir main ke Metro kayaknya tempat makan ini malah belum ada he he. Kamipun mengandalkan aplikasi penunjuk jalan. Sayangnya lokasi di peta malah kurang akurat. Untungnya posisi Bengkel Perut yang sebenarnya tidak jauh dari lokasi yang ditunjukkan di peta. 


Isi buku menu.

Menu cemilan dan minuman.

Saat itu baru ada dua pengunjung yang sudah menempati saung A. Konsep tempat makan ini memang makan di gubuk di area sawah. Padinya sedang menguning lho dan ada banyak ikan juga. Rayyaan senang melihat ikan-ikannya. Selain ikan dan anak-anaknya, ada juga kodok dan kecebong serta keong sawah. Ada beberapa sangkar berisi burung-burung cantik dan seekor marmut lucu dalam kandang. Di tiap saung sendiri ada meja tanpa kursi (lesehan) dan dispenser air. Ada keran cuci tangan di depan masing-masing saung. Ada juga pondokan yang ukurannya lebih besar di bagian ujung Bengkel Perut d'sawah dan pondokan di atas kolam di sisi kanan.

Hai burung!

Kami lalu memilih duduk di saung B dan memesan makanan. Mau pilih servis berat atau servis ringan? Servis berat itu maksudnya makanan yang berat dan mengenyangkan. Servis ringan ya menunya berupa makanan yang sekedar mengganjal perut alias cemilan. Harga makanan dan minumannya sih cukup terjangkau. Saat itu saya memesan nasi liwet ayam goreng, sambal nanas, dan jus alpukat, sementara suami memilih mie goreng, kol goreng dan strawberry float. Rayyaan dipesankan nasi dan lele goreng. Pilih servis berat ya, soalnya kan sudah melewati perjalanan jauh he he.

Strawberry float & jus alpukat.

Saat kami menunggu makanan yang dipesan datang, penunjung lain juga mulai berdatangan meski belum ramai benar. Dan akhirnya makanan kami datang juga. Ternyata porsinya lumayan besar juga ya. Rasa makanannya cukup enak. Hanya saja porsi nasi liwet dan ayamnya kurang sesuai. Saat memesan paha ayam, saya mengira akan diberi paha ayam utuh (atas & bawah). Ternyata yang datang hanya paha bawahnya, kurang banyak nih Mbak he he. Ayamnya sudah habis eh nasinya masih ada. Untuk mie gorengnya menurut suami saya sebaiknya pemakaian minyak gorengnya dikurangi supaya tidak terlalu oily. Kalau kol gorengnya sih enak. Rayyaan juga mau makan lele gorengnya. Lelenya malah dapat 2 ekor per porsi he he. Strawberry float dan jus alpukatnya juga enak. 

Mie goreng.

Kol goreng.

Nasi liwet dan ayam goreng.

Lelel goreng.

Selesai servis berat karena anginnya semilir, mata jadi terasa mengantuk he he. Yah gimana dong. Makannya di sawah sih he he. Kalau ada tempat makan seperti ini di Bandar Lampung asyik juga deh. Kira-kira bakal buka cabang di Bandar Lampung nggak ya? He he. Saran lain untuk pengelola Bengkel Perut d' Sawah, air keran untuk cuci tangan sebaiknya diperbesar alirannya supaya lebih mudah bagi pengunjung untuk mencuci tangan. Selain itu pondokan di sisi kanan sebaiknya diberi pembatas supaya lebih aman. Untuk pengunjung yang membawa anak kecil, sebaiknya pilih makan di saung-saung di sisi kiri atau pondokan besar di ujung Bengkel Perut d' Sawah.

Sebaiknya diberi pembatas.

Setelah membayar pesanan kamipun bersiap pulang karena sorenya harus pergi ke rumah Eyang dan menghabiskan liburan di sana. Semoga lain waktu ada kesempatan menginap di Metro, main-main plus berwisata kuliner di kota ini. 

Padinya sudah menguning.


Bengkel Perut d' Sawah
Jalan Basuki Rahmat, Yosodadi, Metro, Lampung


22 comments:

  1. Makanannya kayaknya enak yah. Biki lapeer

    ReplyDelete
  2. Mantap mba, ulasannya sangat menarik.... ^_^ . Baru tahu ternyata di Metro ada tempat makan yang bernuansa alam banget. - Fadli Firmansyah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih, Metro potensial buat dikembangkan jadi tempat wisata kuliner dan wisata edukatif bernuansa alam.

      Delete
  3. tempat kaya begini nih yg bikin makan jadi lahap hehehee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener bener, trus habis makan terbitlah ngantuk karena semilir he he

      Delete
    2. Bener bener, trus habis makan terbitlah ngantuk karena semilir he he

      Delete
  4. siang-siang gini lihat yang segar-segar seperti Strawberry float & jus alpukat ini jadi pengeeeeen juga Mbak :)

    tempatnya nyaman banget yah dan makanannya juga terlihat enak-enak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau makan di tempat bernuansa alami memang enak Mbak, apalagi kalau tempatnya rada jauh hi hi hi

      Delete
  5. Wah, bener tuh, Mak Hen. Abis makan pasti mau tidurlah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, semilir + kenyang bikin ngantuk :D

      Delete
  6. Mertuaku tinggal di Metro, pas main ke sana bisa mampir sini deh ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah asyik Mbak. Aku juga pengen ngubek tempat makan lain di sini. Katanya ada sate yang enak dan terkenal sejak dulu.

      Delete
  7. padinya kuning banget ya mb heni...berasa balik e kampunggku ni liat ikan nongol di kolam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya padinya lagi kuning, jadi seneng Rayyaan bisa lihat padi, keong sawah dsb dari dekat hihihihi

      Delete
  8. suasana tempat makannya bikin adem. Biasanya kalau kayak gitu suka bikin ngantuk trus pengen tiduran sejenak hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sebenernya pengen rebahan sebentar di saung itu :D :D

      Delete
  9. suka sama foto-fotonya..bagusss..

    ReplyDelete
  10. Tempat makannya enak banget ya, di tengah sawah gitu. antimainstream deh.

    ReplyDelete
  11. Dua kali makan di sini, nasi liwet ayam gorengnya enak.
    Ditambah semilir angin dan pemandangan sawah, makan jadi nikmat :)

    ReplyDelete
  12. Ih, bikin ngiler deh makanannya.

    ReplyDelete

Silakan berkomentar yang sopan, tapi jangan beri link hidup di postingan ya. Terima kasih sudah berkunjung :)


Hubungi lewat: itshenipuspita@gmail.com
Jangan lupa follow IG @henipuspita29 @letsplayandlearn
Twitter @henipuspita29