Thursday, September 8, 2016

Review: Cara Mengunduh dan Menggunakan Aplikasi MyJNE

Review: Cara Mengunduh dan Menggunakan Aplikasi MyJNE

Setahun lebih sudah suami saya ditempatkan bertugas di daerah asal yaitu Lampung. Terkadang masih sering terkenang masa-masa mencicipi tinggal di kota Manado. Saat merantau dan rindu kampung halaman, camilan khas Lampung adalah salah satu yang jadi pengobat rindu. Biasanya dua atau tiga bulan sekali kami mendapat kiriman dari keluarga di Bandar Lampung atau dari penjual online. Apa isinya? Selain keripik khas Lampung ada juga kerupuk dan kerupuk ikan serta kelanting. Kami juga pernah mendapat kiriman berupa kue-kue kering.


Selain makanan yang sifatnya kering kami juga pernah mendapat kiriman makanan basah yang daya simpannya lebih singkat kalau dibiarkan di suhu ruang seperti pempek dan rendang. Pernah menerima kertas pembungkus paket dirobek atau kemasan bolong seperti digigit tikus saat mengirim atau menerima paket lewat ekspedisi lain? Kami pernah. Karena itu supaya insyaa Allah paketnya selamat sampai tujuan dengan cepat dan dalam kondisi baik, kami minta pengiriman paketnya lewat JNE saja dan meminta keluarga atau penjual online mengemas paketnya dengan baik.

Baca: Menambahkan Judul Postingan Pada Gambar dengan PiscArt.

Kelebihan lain dari JNE adalah mudahnya proses tracking (pengecekan) posisi paketnya serta pelayanan Customer Servicenya. Sebelumnya saya menggunakan fitur tracking yang ada di situs JNE, tapi sekarang untuk mengecek posisi paket yang ditunggu-tunggu menjadi lebih mudah dengan adanya aplikasi MyJNE untuk smartphone Android yang bisa diunduh di Google Play Store.


MyJNE.
PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakurir.
Versi 1.3.2 (diperbarui 17 Agustus 2016).
Ukuran 7,3 MB.
Android versi 2.3 dan lebih tinggi.

Apa saja ya fitur yang ada di aplikasi ini:

1) MY TARIFF: untuk mengecek pengiriman lewat JNE ke seluruh Indonesia.
2) MY SHIPMENT: untuk mengecek status paket yang dikirim atau yang ditunggu.
3) MY LOCATION: untuk mengecek lokasi agen JNE terdekat.
4) MY COD: layanan pembayaran belanja online aman lewat rekening bersama.
5) MY COD WALLET: dompet virtual yang bisa digunakan pelanggan untuk pembayaran lewat MY COD.

Selain keripik, makanan yang menjadi khas Lampung adalah kerupuk dan kemplang.
Sumber gambar silakan klik di sini.

Mau membeli keripik pisang khas Lampung atau pempek made in Lampung yang tidak kalah enak dengan pempek Palembang? Atau malah mau berjualan kedua produk ini? Untuk pengiriman gunakan JNE dan cek tarifnya ke seluruh Indonesia dengan aplikasi MyJNE. Lewat fitur MY TARIFF kita bisa memasukkan nama daerah asal dan tujuan lalu mengecek ongkos kirim sesuai metode pengiriman yang dipilih, misalnya OKE, Reguler, atau YES.

Baca: Cara Menambahkan Font Baru Pada Aplikasi PicsArt.

Sudah mengirim paket dan harap-harap cemas barangnya sudah sampai atau belum? Gunakan fitur MY SHIPMENT untuk mengecek posisi paket yang dikirim. Caranya adalah dengan memasukkan nomor resi pengiriman (airway bill number) pada kolom yang tersedia di aplikasi MyJNE. Jika sedang berada di daerah lain dan ingin mengirim paket lewat JNE, gunakan fitur MY LOCATION untuk mengetahui lokasi agen JNE terdekat.

Sementara MY COD adalah fitur yang berperan sebagai perantara transaksi jual beli bagi pengguna terdaftar. Singkatnya MY COD adalah semacam rekening bersama yang dikelola JNE sebagai pihak yang netral. Jadi baik sebagai penjual maupun pembeli, pelanggan tidak perlu khawatir akan adanya penipuan. Uang yang ditransfer pembeli akan diteruskan ke penjual saat barang sudah sampai di tangan pembeli. Jadi tidak perlu khawatir akan modus uang sudah ditransfer tapi barang tidak kunjung dikirim. Selain itu di aplikasi ini juga ada fitur MY COD WALLET, semacam dompet virtual yang saldonya digunakan untuk pembayaran jual beli lewat MY COD. Mengisi saldonya (TOP UP) bisa dilakukan dengan transfer ke rekening JNE. 

CARA MENGUNDUH APLIKASI MyJNE DAN PERKENALAN FITUR-FITURNYA:




CARA MENGGUNAKAN FITUR-FITUR APLIKASI MyJNE:





Aplikasi MyJNE ini merupakan inovasi yang diciptakan JNE untuk memenuhi kebutuhan pelanggannya terutama yang memiliki toko online atau suka belanja online dan ingin mengecek tarif kirim serta status pengiriman paket tanpa harus membuka situs JNE. Aplikasi ini masih terus dikembangkan oleh JNE dan salah satu usaha untuk peningkatan pelayanan lewat MyJNE adalah dengan membeli server dengan kapasitas yang lebih besar. Semoga pengembangan kualitas aplikasinya makin baik sehingga memimalisasi gangguan yang mungkin terjadi saat pelanggan menggunakan MyJNE.

MyJNE juga diharapkan dapat membantu UKM di Indonesia termasuk di Lampung dalam memasarkan produknya supaya bisa bersaing dengan produk luar negeri yang masuk ke Indonesia. Menurut Kepala Cabang JNE Lampung Bapak Fikri Alhaq Fachryana, 40% pengiriman paket dari Lampung menggunakan metode YES dan banyak produk yang dikirim adalah keripik dan pempek Lampung. Bukan hanya dari gerai keripik dan pempek yang sudah punya nama tapi juga pelaku usaha rumahan.

Pempek Lampung yang tidak kalah enak dengan pempek yang dijual di Palembang.
Sumber gambar silakan klik di sni.

UKM di Lampung ternyata baru 50% yang menjual produknya secara online padahal sarana dan prasarana sudah makin menunjang seperti dari segi transportasi (perbaikan jalan, bandara, dan pelabuhan, serta pembangunan tol Sumatera) dan peran media online serta blogger dalam memperkenalkan produk-produk khas Lampung.

Selain lewat aplikasi Android, JNE juga berusaha ambil bagian dalam memajukan UKM di Indonesia termasuk di Lampung melalui armada yang beroperasi setiap hari tanpa libur. Penyebaran agen JNE sudah mencakup 70% kecamatan yang ada di Lampung termasuk di kabupaten termuda yaitu Pesisir Barat. Jadi ingin berbelanja atau berjualan makanan secara online? Gunakan JNE sebagai opsi pengiriman dan unduh aplikasi MyJNE untuk kemudahan mengecek tarif, status pengiriman, juga pembayaran dalam satu genggaman.

Sumber:

JNE.co.id
Gathering JNE dengan Tapis Blogger.
Freepik.com 

16 comments:

  1. Replies
    1. Iya Mba. Alhamdulillah selama ini pakai JNE tidak ada kendala berarti. Paket pernah telat tp krn rumah teman memang sulit ditemukan cuma modal alamat. Akhirnya kontak CS & kasi ancer2 belok kanan kirinya & diantar sama kurir :D

      Delete
  2. Woowww, cakupannya 70% kecamatan di Lampung. Mantab.
    Bisa dicoba nih fasilitas "My COD"nya JNE.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih, biar nggak was2 & harap2 cemas takut tertipu penjual/pembeli online :D

      Delete
  3. saya fokus ke pempeknya, kenapa ya? hehehehe. Nyimak kok. Lengkap.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Butuh cemilan malem itu Bang hehe, Pempek Tenda Biru :D

      Delete
  4. Asik banget bacanya disuguhi tampilan menarik begini Mbak. Btw, mudah2an dengan semakin banyak jumlah konsumen, JNE tidak menurunkan standar yang tadinya sudah dirasa baik ya Mba.

    ReplyDelete
  5. Wah, bakal membantu banget ya aplikasi MyJNE ini bagi usaha mikro di Lampung

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba. Moga2 makin banyak user MyJNE krn banyak yang jual pempek homemade di Lampung & dikirim2 juga ke daerah lain.

      Delete
  6. Itu pempek Lampungnya menggoda banget, ya. Di Bandarlampung di mana dijual, ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di Tenda Biru Mbak. Di ZA Pagar Alam ada juga tuh. Pempeknya enak.

      Delete
  7. Emang nyaman pake aplikasi My Jne, enggak ribet ngurus resi, cek paket dll..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya dan alhamdulillah paket jarang kenapa2

      Delete
  8. saya udah download dan install juga :)

    ReplyDelete
  9. wahh baru tau kalo ada app my jne...cocok bgt nih u aku yg punya ols. tfs yaa

    ReplyDelete

Silakan berkomentar yang sopan, tapi jangan beri link hidup di postingan ya. Terima kasih sudah berkunjung :)


Hubungi lewat: itshenipuspita@gmail.com
Jangan lupa follow IG @henipuspita29 @letsplayandlearn
Twitter @henipuspita29