Monday, September 21, 2015

Di Balik Cerita Main-Main Sambil Belajar


Saya mau cerita lagi ah soal blog Let's Play and Learn yang saya buat khusus untuk menulis dan berbagi soal kegiatan saya bersama Rayyaan. Tapi yang ingin saya tulis kali ini lebih ke perjuangan untuk bisa melahirkan postingan di blog tersebut.
Resep Pindang Tahu.


Semua postingan berawal dari lesson plan. Lesson plan itu kurang lebih semacam perencanaan mengajar yang dibuat oleh guru. Pas ngajar dulu wajib membuat lesson plan dan sewaktu-waktu harus disetorkan ke principal. Tapi lesson plan yang saya buat untuk Rayyaan tidak sedetil yang saya buat untuk murid-murid dulu. Hanya berupa daftar kegiatan yang akan saya lakukan bersama Rayyaan dan dibagi dalam beberapa kategori, misalnya: pengenalan agama, melatih motorik kasar dan motorik halus.

Apakah semua lesson plan yang saya buat berjalan mulus? Ya tidak juga. Kadang-kadang ada kegiatan belum jadi dilakukan. Ntah misalnya karena Rayyaan terlalu asyik dengan satu kegiatan, ada tamu, atau karena Mamanya banyak cucian trus kecapean he he. Pas ngajar dulu juga belum tentu semua rencana yang ada di lesson plan bisa dieksekusi kok. Jadi ya sebagai emak saya mesti lebih sabar aja dan nggak perlu memaksakan diri. Tapi ternyata lebih sulit legowo sebagai Emak dibanding sebagai guru kalau lesson plan nggak kelar he he.


Saat mengajak Rayyaan melakukan suatu hal saya juga mesti sabar-sabar. Namanya anak balita, kadang-kadang suka 'rusuh' gitu hi hi. Pernah nggak lagi membuat kue eh si kecil mau ikut-ikutan? Semuaaaaa mau dicemplungin dan diaduk-aduk, cuek bebek sama instruksi dari emak. Ya kurang lebih begitulah kalau memberi pengarahan ke Rayyaan.


Misalnya saat diajak membuat kue kesukaannya atau membuat percobaan ilmiah sederhana. Kadang ada yang belum waktunya dicampurkan sudah dicampurkan duluan he he. Tapi sekarang mulai terasa kok perubahannya, jadi mau lebih mendengarkan instruksi dari Mamanya dan mau lebih tenang. Jadi kalau diberi tugas mengaduk-aduk adonan sudah lebih anteng dan tidak terlalu heboh seperti dulu.


Namanya bakal jadi bahan postingan so pasti setiap kegiatan harus ada fotonya he he. Nah ini juga menantang nih. Apalagi kalau foto-foto tentang kegiatan berlatih motorik kasar. Kan gerakannya lebih heboh tuh. Jadi saya akali pas njepret pakai burst mode.

Foto-fotonya pakai apa? Dulu sering minjam kamera Papanya Rayyaan. Tapi sekarang lebih sering pakai smartphone aja karena lebih praktis, termasuk kalau dibawa jalan-jalan bersama Rayyaan. Saya sih belum bisa buat foto-foto keren kayak emak-emak di luar negeri yang juga punya blog tentang kegiatan anak mereka. Yang penting fotonya cukup terang dan nggak ngeblur deh he he. 


Foto-foto hasil jepretan saya kadang diedit dulu di smartphone dan ada juga yang diedit dengan menggunakan Photoshop. Ada foto-foto yang saya jadikan 'foto judul' atau foto yang diletakkan di bagian awal postingan. Di foto ini selain saya beri watermark juga saya beri caption sesuai dengan judul atau tema kegiatan. Kenapa sih semua foto diberi watermark? Ehm soalnya saya pernah merasa kecewa melihat ada akun-akun online shop yang menjual buku atau mainan anak, nyomot foto-foto milik orang lain tanpa diberi sumber sama sekali.

GR banget sih, Mak? Emang ada yang mau nyomot fotonya Rayyaan? He he. Soalnya pernah ada yang share kalau foto anaknya dicomot dan dijadikan bahan soft selling salah satu akun yang jualan buku anak dan cuma dikasi keterangan "dari berbagai sumber" uhuk. Share berbagai foto ide kegiatan anak memang sekarang jadi andalan membuat akun online shop jadi dikenal. Ciptakan peluangmu tapi sebaiknya gunakan foto-foto sendirilah ya atau minimal beri link sumber dari foto yang kita pinjam.


Nah foto-foto sudah selesai diedit, sekarang waktunya membuat postingan kan ya? Iya, tapi nunggu anak dan suami tidur dulu hi hi. Yah gimana dong, mau buka laptop sebentar di sore hari kadang-kadang anaknya masih nggandul-nggandul. "Mah mau main ini!" "Mamah, ayok main!". Yowes lah... Blog ini kan memang dibuat untuk Rayyaan, tapi bagi saya jangan sampai mentingin ngejer jumlah postingan di blog kalau anak jadi rewel karena nggak ditemani main. Lucu aja gitu, saya share tentang ide kegiatan Rayyaan sementara dia sendiri saya cuekin he he.

Saat sudah bisa pegang laptop (kalau tidurnya nggak bablas sampai subuh), saya tulis postingannya dalam Bahasa Indonesia dulu baru kemudian diterjemahkan dalam Bahasa Inggris. Menerjemahkannya ini sih yang butuh waktu agak lama hi hi. Semoga makin lama kesalahan tata bahasanya makin berkurang. Alasan saya pakai dua bahasa itu supaya nggak terlalu karatan kalau menulis dalam Bahasa Inggris. Sayang kalau sudah kursus Bahasa Inggris eh ilmunya nggak dipakai he he.


Dan akhirnya ini dia beberapa postingan yang sudah berhasil dirilis di Let's Play and Learn. Isi postingannya memang tidak terlalu panjang (yang bikin panjang itu karena ada versi Bahasa Inggrisnya). Kalau saya amati, blog tentang kegiatan anak memang lebih banyak gambarnya dibanding kata-katanya. Namun demikian, membuat postingan dengan gambar-gambar tersebut juga butuh waktu, usaha, dan banyak-banyak kesabaran he he. Kadang merasa banyak yang ingin ditulis di blog tapi waktunya terlalu sempit. Yang penting tetap semangat aja deh. Insyaa Allah apa yang sudah ditulis di blog ini selain sebagai kenang-kenangan, kelak bisa bermanfaat juga kalau Rayyaan punya adik (aamiin). Juga siapa tau bisa bermanfaat bagi ibu-ibu lain dan juga bisa jadi buku he he. Aamiin.







14 comments:

  1. Wah.. Keren dong, bisa punya blog multi bahasa. :)
    Eh, foto-fotonya keren, mak.
    Good luck ya lombanya dan salam hangat dari Bondowoso..

    ReplyDelete
  2. mantab mak,ada lesson plannya hehehe...

    ReplyDelete
  3. hihi...iya juga ya. udah susah2 belajar bahasa asing sayang kl ga dijaga. good luck ya bu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul. Minimal jangan sampai karatan amat he he.

      Delete
  4. wah, nama anaknya sama kayak nama anak saya mbak, hihi, klo anak saya arrayan, dipanggilnya jg rayan.
    Ilmu lesson plannya bisa tu dicoba..biar bisa ngatur waktu jg.
    salam kenal ya mbak heni dan dek rayyaan :)

    ReplyDelete
  5. Jungkir balik pembuatan blog itu seru buat diceritakan

    ReplyDelete
  6. salam kenal ya Mbak. keren ulasannya. Ternyata lesson plan perlu banget agar kita tidak kehabisan ide ya.. seringnya sih saya ngga taat en disiplin dengan ini hihihihi

    ReplyDelete
  7. Setuju Mak, jadiin buku aja...semoga cepat terwujud ya...pasti keren bukunya pakai bilingual juga :)

    ReplyDelete
  8. Aku juga seneng nulis tentang permainan atau pelajaran sederhana di blog anakku. Tapi ya gitulah, ternyata aku lebih sayang blog sendiri. Jadi blog si kecil sering dicuekin hihihihihihi

    ReplyDelete
  9. Teliti banget ya mba dirimu ada lesson plan segala. Aku suka ga teratur nih klo ngerencanain apa2 hehehee...

    ReplyDelete
  10. Saya baru ngeblog dua bulanan. Sejak ngeblog saya belajar banyak hal, karena tiap mau buat artikel baca dulu referensi yang ada.

    menurut saya ngeblog bisa menjadi media pembelajaran yang baik. karena selain belajar juga menghasilkan karya.

    semoga bisa menulis lebih banyak lagi kedepannya.

    ReplyDelete

Silakan berkomentar yang sopan, tapi jangan beri link hidup di postingan ya. Terima kasih sudah berkunjung :)


Hubungi lewat: itshenipuspita@gmail.com
Jangan lupa follow IG @henipuspita29 @letsplayandlearn
Twitter @henipuspita29