Sunday, June 7, 2015

Mengunjungi Danau Terbesar di Sulawesi Utara

Mengunjungi Danau Terbesar di Sulawesi Utara.

Kalau membahas soal danau di Sulawesi Utara, rasanya tak lengkap kalau menyertakan danau terbesar di provinsi ini, yaitu Danau Tondano. Danau ini terletak di Kabupaten Minahasa. Untuk mengunjungi danau ini dibutuhkan kurang lebih 1 jam perjalanan dari kota Manado. Kalau ingin mengunjungi Danau Linow dan Danau Tondano dalam satu hari, bisa kok.



Danau ini memang luas sekali. Ternyata luasnya bisa mencapai 48 km persegi pada musim hujan dan 44 km persegi pada musim kemarau. Lalu apa ya yang ditawarkan danau ini sebagai obyek wisata? Di tepi danau ini banyak rumah makan yang bisa dipilih untuk bersantap, salah satunya adalah Restoran Lour Camp. Saat saya berkunjung, menu utama tempat makan ini adalah ikan. Ya menunya sesuai deh ya dengan lokasinya yang terletak di danau. Salah satu fungsi danau ini kan memang sumber perikanan. Tapi ada juga menu lain seperti ayam goreng dan ayam bakar. Kalau melihat menunya si in syaa Allah aman dikonsumsi oleh umat Muslim.


Dan yang unik dari restoran ini adalah konsepnya yang seperti restoran terapung di pinggiran danau. Sebenarnya kalau saya lihat banyak si restoran dengan konsep serupa. Selain itu restoran ini juga membuat semacam penangkaran ikan. Tapi ikan yang saya lihat bukan ikan untuk konsumsi sih, melainkan ikan hias. Maksudnya sih mungkin supaya pengunjung bisa memandang ikan-ikan tersebut sambil menunggu makanan datang he he.

Baca: Piknik di Alam Wawai Eco Friendly Park, Bandar Lampung.


Kalau pemandangan danaunya sendiri bagaimana? Melihat danau yang luas ada perasaan seperti sedang melihat lautan. Bedanya, ada tambahan pemandangan enceng gondoknya he he. Tapi terlalu banyak enceng gondok bisa membawa masalah seperti mempercepat penguapan air, menurunkan jumlah cahaya yang masuk ke dalam perairan, dan tumbuhan yang mati akan turun ke dasar perairan dan mempercepat pendangkalan. Selain itu kita juga bisa melihat aktivitas nelayan yang sedang mencari ikan. Pemandangan di sekeliling danau juga cukup menakjubkan. Karena danau ini diapit oleh Pegunungan Lembean, Gunung Kaweng, Bukit Tampusu, dan Gunung Masarang. Bayangkan saja deh makan siang di atas danau sambil menikmati panorama pegunungan.


Lalu bagaimana dong kalau pengunjung tidak ingin sekedar makan-makan saja? Di sisi lain di danau ini juga ada tempat bernama Sumaru Endo Resort. Kami hanya mampir sebentar (sebelum lanjut ke Lour Camp dan Danau Linow). Saat itu suasana masih sepi. Mungkin kami datang terlalu pagi ya? He he. Kalau di tempat ini ada fasilitas sepeda air dan kolam renangnya. Tapi karena faktor masih sepi ini kami tidak terlalu menjelajah tempat ini, hanya duduk-duduk di semacam pendopo yang ada di tepi danau. Sebenarnya ada kesan kalau tempat ini agak kurang terawat. Mungkin karena faktor biaya ya. Mengelola sebuah tempat wisata pasti butuh dana yang tidak sedikit. Tapi saya jadi ingat salah satu pantai di Lampung yang awalnya hanya dilengkapi fasilitas seadanya. Setelah fasilitas dan pengelolaan diperbaiki, pengunjungpun jadi jauh lebih ramai karena pantainya lebih bersih, nyaman.

Baca: Cantiknya Danau Linow di Tomohon, Sulawesi Utara.


6 comments:

  1. Asyiknya yang bisa jalan-jalan dan menikmati keindahan alam yang disuguhkan tempat wisata yang dikunjungi.

    ReplyDelete
  2. Serasa ingin ikutan ke Tondano nih, menikmati keindahan danau plus bersantap di sana :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga suatu hari Mbak Uniek bisa ke sini ya :) Aamiin...

      Delete
  3. Mirip sama danau Toba di Sumatera Utara. Luas juga sih. Tapi sayang makanan di sana kebanyakan yg jenisnya "nguik-nguik" dan "guk-guk" :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di Tomohon, Sulawesi Utara juga ada sih pasar yang menjual beraneka ragam daging.
      Coba deh googling dengan keyword 'pasar Tomohon' he he.
      Tapi kalau pengelola tempat pariwisata di Sulut kan sebenarnya nggak hanya mengincar wisatawan yang non Muslim ya.
      Namanya di Indonesia secara keseluruhan, umat Muslim mayoritas, jadi banyak turis dalam negeri yang Muslim.
      Jadi tempat makan yang safe untuk Muslim juga banyak.
      Gampangnya sih jangan masuk RM Minahasa, biasanya pasti ada pork-nya.
      Atau kalau ada yang pakai tulisan 'BA' di menunya, so pasti bukan untuk Muslim.

      Delete

Silakan berkomentar yang sopan, tapi jangan beri link hidup di postingan ya. Terima kasih sudah berkunjung :)


Hubungi lewat: itshenipuspita@gmail.com
Jangan lupa follow IG @henipuspita29 @letsplayandlearn
Twitter @henipuspita29