Saturday, June 17, 2017

Ingin Mengajak Bayi dan Balita ke Acara Bukber Bareng? Ini yang Harus Dipertimbangkan

Ingin Mengajak Bayi dan Balita ke Acara Bukber Bareng? Ini yang Harus Dipertimbangkan
Pic: Freepik.com

Kalau tahun kemarin keluarga kecil kami menjalani Ramadhan bertiga, sekarang alhamdulillah sudah bereempat. Di bulan Ramadhan biasanya bakal ada ajakan bukber bareng. Misalnya dari teman sekolah, keluarga, dan dari kantor. Ikut nggak ya?

Soalnya anak alhamdulillah sudah dua dan salah satunya masih piyik means banyak pertimbangan sebelum mengajak mereka ke acara bukber bareng. Apa saja yang yang jadi pertimbangkan saya?



1. Tempat

Buka puasa bareng kan waktunya maghrib (ya iyalah he he). Kalau waktu maghrib saya prefer anak-anak ada di dalam ruangan. Jadi kalau ingin mengajak anak, saya menghindari yang venuenya outdoor atau semi terbuka apalagi sekarang cukup sering hujan.

2. Waktu dan Tempat Sholat Maghrib

Waktu sholat maghrib kan pendek ya. Jadi harus dipertimbangkan juga apakah tempat makannya punya tempat sholat yang memadai sehingga tidak perlu antre terlalu lama. Apalagi saya dan suami harus bergantian sholat dan menjaga anak-anak.

Baca: Tips Belanja Online di Bulan Ramadhan.

3. Waktu dan Menu Makan

Makan di luar dan membawa bayi serta balita bisa jadi tantangan tersendiri. Biasanya si Papa yang sambil makan sambil mengawasi atau menyuapi kakak dan saya makan sambil memangku baby.

Pakai stroller membantu, tapi jangan sampai Razqa merasa dicuekin, bakalan cemberut deh. Intinya sih kalau makan di luar termasuk bukber, anak-anak terutama bayi dan balita tetap dalam pengawasan.

Menu bukber juga harus diperhatikan karena jika tidak sesuai selera anak (terutama yang picky eater ehm) kita harus memesan makanan lain atau supaya lebih mudah, bawa saja menu makan khusus anak dari rumah.

Aku mau ikut bukber bareng nih.

4. Suasana

Tempat bukber kan biasanya rame ya. Nah kira-kira memungkinkan ga untuk menjaga si kakak tetap dalam pandangan mata? He he. Selain itu apakah bayi nyaman dengan hiruk pikuk di sekelilingnya. Apalagi biasanya setelah maghrib itu jam-jam bayi ingin disusui dan dipeluk sampai tidur. Saya masih jarang melihat tempat makan yang ada nursing roomnya, kec mungkin kalau di mall.

Baca: Silky Pudding Cielov untuk Menu Buka Puasa.

5. Kesehatan Anak-Anak

Nah ini sih yang paling penting, kalau anak-anak kurang sehat ya nggak perlu diajak bukber. Daripada rewel atau bahkan tambah nggak enak badan. Kasian kan?

Jadi Ramadhan tahun ini Rayyaan dan Razqa sudah nyicipin bukber bareng belum? Sudah dooong. Tapi di rumah Mbah Uyut. Omanya Razqa ada yang baru berulang tahun dan anaknya baru dikhitan. Jadi dua hari lalu keluarga besar diundang buka puasa bersama makan tumpeng, yipiiii.

Syukuran di rumah Mbah Uyut

Tumpengnya Oma Widya dan Om Yoga, enak lhooo

Kalau yang ini sih nggak boleh dilewatkan. Soalnya di rumah Mbah sendiri, Rayyaan ada teman main, dan Razqa bisa numpang nenen dan guling-guling di kasur. Selain itu so pasti seneng banget ketemu Mbah Buyut, Oma, Mbah, Bude, Om, dan Tante.

Esok harinya ada buka puasa bersama juga di kantor Papa. Tapi kasian anak-anak kalau dua malam berturut-turut diajak pergi. Jadi biar Papa aja deh.

Saat ada acara buka puasa dengan teman-teman SMA juga kami skip dulu karena sedang menginap di rumah Eyangkung. Insyaa Allah ya kalau anak-anak sudah lebih besar akan lebih tenang dan nyaman kalau ingin mengajak mereka bukber bareng selain di rumah keluarga dan kerabat.


3 comments:

  1. Aiih seru banget itu ya bukber, emang perlu ekstra kalau bawa anak-anak. Salam sayang buat 2 R ya

    ReplyDelete
  2. aku baru satu kali ngajak tyas bukber di kantor. jagainnya gantian sama bapaknya. heu

    ReplyDelete
  3. Kasihan juga kalau dipaksakan ya mba.. yg penting kebutuhan bebe dulu dipenuhi ;)

    ReplyDelete

Silakan berkomentar yang sopan, tapi jangan beri link hidup di postingan ya. Terima kasih sudah berkunjung :)


Hubungi lewat: itshenipuspita@gmail.com
Jangan lupa follow IG @henipuspita29 @letsplayandlearn
Twitter @henipuspita29