Friday, July 22, 2016

Supaya Tidak Terlalu Larut dalam Morning Sickness

Supaya Tidak Terlalu Larut dalam Morning Sickness.

Assalamualaikum my dear blog dan teman-teman blogger. Lama tak berjumpa (elap debu di blog pake kanebo he he). Dua bulan lebih sedikit ternyata blog ini nggak diupdate hiks. Salut deh sama teman-teman sesama bumil yang tetap rajin ngeblog. Bulan Mei-Juni kemarin niat mau ngeblog untuk mengalihkan pikiran dari morning sickness (yang sebenarnya nggak terjadi di pagi hari aja, tapi pagi siang sore malam), ternyata saat buka laptop malah pikiran buntu dan ujung-ujungnya fokus sama mual dan teman-temannya lagi hu hu. Akhirnya instead of ngeblog saya malah kecemplung jualan di salah satu market place. Lumayan bangetlah buat nambah-nambah isi amplop untuk keponakan hi hi.


Ternyata kehamilan kedua saya ini mirip kehamilan pertama, selama trimester pertama (bahkan sampai kira-kira minggu ke 15) saya masih mengalami morning sickness. Puncaknya sih terjadi pada minggu 8-11 saat saya merasa sedikit-sedikit mau rebahan, nyaris nggak bisa makan nasi, nggak suka minum air (air putih). Minggu ke 12 sampai 15 sudah mulai membaik walau sampai sekarang saya masih menghindari pencetus mual muntah seperti bau-bau yang tajam. 

Kalau ditanya bagaimana rasanya saat morning sickness sedang parah-parahnya, wow bangetlah ya. Tapi biar bagaimanapun berusaha menikmati aja. Karena kan kehamilan kedua ini memang sudah ditunggu-tunggu. Biar nggak terlalu fokus sama morning sicknessnya, ada beberapa hal yang saya lakukan:

Baca: Tips Mengatasi Kurang Suka Minum Air Putih saat Hamil.

1. Cari aktivitas yang bisa mengalihkan pikiran dari morning sickness, kebetulan yang saya lakukan adalah berjualan di sebuah market place he he. Namanya jualan pasti ada suka dukanya juga ya. Kadang ada juga beberapa pembeli yang bikin gemes greget. Tapi yang saya pikirkan, ini jualankan biar nggak bete mikirin mual, jadi kalau ada pembeli yang ehm menyebalkan, ya dibawa santai aja, jangan malah dibawa emosi. Toh yang beli nggak tau kalau kita balas pesannya sambil pasang muka manyun hi hi. Biar kata nggondok berusaha tetap selipkan emoticon smile di setiap pesan. Yang penting jadi penjual nggak neko-neko and dapat banyak transferan, lho he he. Aktivitas apapun yang dilakukan yang penting positif dan membuat kita merasa lebih baik dan nggak terlalu fokus mikirin "Duuuuh, kok mual dan muntah terus siiiiih?!"

2. Hindari sedikit-sedikit pasang status yang terkesan mengeluh tentang kehamilan. Kalau setiap mual, muntah, makan nggak enak, minum nggak enak, begini salah, begitu salah dijadikan status, wah bisa-bisa saya diunfollow sama teman di Facebook deh he he. Ya saya sih nggak bisa melarang orang untuk pasang status ini itu di medsos atau di BBM, dsb ya. Tapi saya lebih milih posting yang lain aja deh. Atau kalau memang bener-bener mau curcol, bahasanya lebih diperhalus dan nggak tiap pasang status isinya tentang keluhan kehamilan. Apalagi pakai kata-kata semacam 'aduh, hadeeeeh, dsb, dsb'. Seperti yang saya tulis di atas, karena kehamilannya memang diharap-harap, kalau sering membuat status begitu khawatir tanpa sadar saya sudah kufur nikmat hu hu.

Baca: Homemade Toner untuk Ibu Hamil.


3. Hindari pencetus morning sickness. Kalau saya sih penyebabnya nggak jauh-jauh dari bau. Kalau mandi saya pakai sabunnya Rayyaan atau pakai scrub badan yang beraroma kopi. Produk perawatan muka juga sementara saya tinggalkan (lagi nggak suka banget sama baunya) dan beralih ke skin care buatan sendiri. Kalau naik kendaraan ntah motor atau mobil saya selalu ngemut permen biar nggak mual dan muntah. Kalau nggak perlu-perlu sekali saya lebih memilih stay di rumah daripada pergi-pergi, menghindari ketemu aroma yang nggak cocok di hidung.

Baca: Homemade Pore Cleanser Mask untuk Ibu Hamil.

4. Bersabar dan berdoa, morning sickness insyaa Allah akan berhenti pada waktunya. Kebanyakan teman-teman saya saat hamil merasakan morning sickness di trimester pertama dan kondisinya membaik di bulan ke empat dan ke lima kehamilan. Apalagi kalau sudah minggu 16 ke atas. Biasanya badan sudah lebih fit dan nafsu makan sudah membaik. Alhamdulillah itu juga yang saya rasakan. Menjelang Idul Fitri saya jadi bisa lebih banyak bantu-bantu beres-beres rumah. Saat ngider ke sana sini di hari raya saya juga jarang mual karena bau parfum mobil. Nafsu makan juga membaik, apalagi ada ketupat dan rendang ha ha. Bener-bener deh, morning sickness membaik di saat yang tepat. Kasian kasian kalau yang lain lagi enak-enak makan rendang saya malah mual mual ihiy. Akhirnya berat badan yang sempat turun selama trimester pertamapun sukses kembali lagi dalam jangka waktu 2 minggu saja. Apaaaah??!!

Baca: 5 Alasan Ibu Hamil Wajib Makan Semangka.

Sekarang kehamilan saya alhamdulillah sudah menginjak minggu ke 18. Dokter juga sudah kasi bocoran jenis kelaminnya. Meski kehamilan saya diwarnai dengan morning sickness semoga calon adiknya Rayyaan tumbuh dan berkembang sehat sempurna dan bisa lahir dengan sehat selamat. Untuk teman-teman yang sedang mengandung terutama sedang merasakan warna-warninya morning sickness, semangat yaaaa dan sehat selalu. Baca juga postingan saya tentang menghidari dehidrasi saat kehamilan di Saat Kurang Suka Minum Air Putih.


14 comments:

  1. alhamdhulilah masa2 pedih ini sudah kulewati mak, sekarang udah masuk bulan ke6, moga2 dirimu segera sehat ya bisa makan yg enak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin aamiin
      Makasi Maak
      Sehat-sehat juga yaa

      Delete
  2. Semoga dimudahkan ya proses kehamilannya

    ReplyDelete
  3. Aku setuju yg nomer 2, karena itu sugesti juga hihi

    ReplyDelete
  4. Saya mengalami mual saat kehamilan sampai sembilan bulan.. Duh menderita bngt rasanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cerita kehamilan memang beda-beda ya. Istrinya teman sayapun ada yang 2x hamil, ya setiap hamil itulah bolak-balik masuk RS karena morning sickness parah. Sementara kakak sepupu saya ada yang pas hamil kebo banget, cuma 1x mual.

      Delete
  5. aku beruntung kali ya, hamil si kaka dan di baby baru2 ini, 2-ga pernah ngalamin morning sickness.. kata org sih hamil kebo , ga ngerasain apa2 :D.. enak juga sih mbak, jd ga ada masalah makan apapun.. cuma palingan kalo tdinya aku suka bgt wangi white jasmine, kmrn hamil si dedek, jadi benci.. nyiumnya aja ga suka banget :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enak deh kalau hamilnya kebo & tetap lahap makan. Temen saya ada yang pas hamil pertamanya kebo eh malah pengen ngerasain morning sickness ha ha, belum tau dia.

      Delete
  6. Sehat terus yaa bumil dama debay nya

    ReplyDelete
  7. saya sangat setuju dengan nomor 2, karena hal seperti itu tidak perlu diumbar2 ke sosmed, malahan terkesannya seperti lebay dan segala macam :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya :) Kalau status medsos/BBM sedikit2 mengeluh tentang kehamilan, saya pribadi juga takut tanpa sadar sudah kurang bersyukur.

      Delete

Silakan berkomentar yang sopan, tapi jangan beri link hidup di postingan ya. Terima kasih sudah berkunjung :)


Hubungi lewat: itshenipuspita@gmail.com
Jangan lupa follow IG @henipuspita29 @letsplayandlearn
Twitter @henipuspita29