Friday, May 22, 2015

Ramuan Asam Jawa dan Bawang Putih untuk Meredakan Demam Anak

Ramuan Asam Jawa dan Bawang Putih untuk Meredakan Demam Anak.

Minggu kemarin si Rayyaan tambah sibuk deh. Sibuk apa? Sibuk main he he. Main sama Papa, main sama krucil lain. Apalagi kalau sudah nginap di rumah Eyangnya dan ketemu kakak-kakak sepupunya. Wah ni bocah antengnya kalau lagi tidur aja deh. Sabtunya pergi ke pantai pula, kumpul dengan keluarga besar Eyang. Tambah girang deh Rayyaan, bisa main air dan lihat ikan.



Sayangnya cuaca di Bandar Lampung minggu kemarin berubah-ubah. Ntah musim apa sekarang. Kadang panas, eh tiba-tiba hujan deras. Yah jadilah mulai Senin kemarin Rayyaan agak batuk dan meler plus sempat demam juga. Untungnya sih demamnya nggak terlalu tinggi. Sekitar 37,7 - 38 derajat Celcius. Untungnya sih nafsu makannya tetap terjaga plus anaknya masih betah lari sana-sini juga. Jadi mau nggak mau ya agak dipaksa eh dibujuk biar mau main yang lebih santai aja he he. Meski demamnya nggak tinggi, tapi Selasa malam saya sempat begadang juga bareng termometer.

Dan nggak lupa si Eyang langsung action dengan campuran asam Jawa, bawang putih, dan sedikit air. Katanya itu pereda demam tradisional. Setelah Rayyaan tidur, dioles-oles deh ke kaki, tangan, perut, dahi dan ubun-ubunnya. Meski Rayyaan plus sprei baunya jadi ala-ala bau cuka pempek gitu hi hi, tapi Alhamdulillah ramuan ini memang cukup manjur. Karena nggak lama kemudian suhu badannya jadi turun sekitar 36 koma something something. 

Kalau sehat, bisa jalan-jalan.

Dari dulu memang kalau Rayyaan badannya mulai naik suhunya, Eyang sudah ribut untuk kasi ramuan ini. Soal uji klinisnya I have no idea ya. Khasiat ramuan tradisional biasanya berdasarkan testimoni atau cerita orang-orang yang pernah menggunakan ramuan tersebut. Beberapa situs yang mencantumkan manfaat asam Jawa dan bawang putih untuk menurunkan demam di antaranya adalah motherearthliving.com dan diethealthclub.com. Campuran asam Jawa dan bawang putih mungkin bukan satu-satunya ramuan tradisional untuk menurunkan demam. Saya nggak anti pengobatan medis. Tapi sebagai home treatment dan penanganan awal ya kenapa nggak dicoba. Alhamdulillah tadi malam Rayyaan sudah nggak demam lagi. Tinggal batuk pileknya yang sedikit tersisa.

Baca: Buku Kontroversi Imunisasi (Bunga Rampai Kedokteran Islam).

Untuk batuk pileknya, Rayyaan saya beri madu batuk alias madu yang ada kandungan mentolnya. Juga dibarengi terapi uap (air panas plus minyak kayu putih yang diletakkan di pojok kamar). Sebelumnya Rayyaan juga sudah pernah minum madu batuk dan sembuh. Tapi kalau seminggu tidak ada perubahan ya cap cus ke dokter.

Kembali ke urusan demam. Selain pakai ramuan asam Jawa dan Bawang putih plus lebih banyak istirahat, Rayyaan juga saya beri minum lebih banyak, Tapi saya juga selalu sedia penurun panas di rumah. Biasanya saya pakai yang mengandung paracetamol. Saya pribadi nggak memaksa anak kalau sakit or demam harus sembuh atau turun suhunya dengan home treatment. Kalau suhu sudah 39 derajat Celcius dan dia sudah terlihat ada perubahan perilaku macam lesu apalagi nggak nafsu makan, saya pakai deh itu penurun panasnya.

Waktu dirawat di rumah sakit. Kasihannya.

Mungkin ada yang benar-benar keukeuh kalau demamnya masih di bawah 3 hari, pakai home treatment aja. Yah, frankly speaking sih itu keputusan masing-masing orang tua. Kalau saya pribadi nggak mau pengalaman setahun lalu terulang. Waktu itu Rayyaan lagi GTM alias gerakan tutup mulut. Alhasil jadi sakit pakai demam tinggi yang model naik turun begitu hu hu. Paginya sudah saya beri penurun panas dan kurang lebih jam 8 pagi saya bawa ke dokter. Pesan dari dokter, jam 10 nanti penurun panasnya diminumkan lagi. Eh di rumah sekitar jam 9.30 pagi, si bocah lagi anteng-antengnya makan roti, tiba-tiba pingsan karena suhu badannya sudah 39 derajat Celcius lebih. Huaaaaaa!

Jadinya merasa bersalah karena telat ngeh kalau suhu badannya naik cepat sekali. Mentang-mentang belum jam 10, jadi belum kasi penurun panas untuk Rayyaan. Akhirnya Rayyaan sempat dirawat inap 2 malam di rumah sakit terdekat, pakai dinfus segala hu hu. Tapi hasil pemeriksaaan demamnya Alhamdulillah bukan karena penyakit macam DBD. Malam pertama di RS suhunya sempat mencapai 40 derajat Celcius dan Rayyaan cuma tergeletak lemas tapi syukurlah nggak sampai pingsan lagi. Malam kedua suhu badan sudah normal dan esok harinya boleh pulang.

Baca: Resep Sambal Oncom.

Pengalaman lain soal Rayyaan demam juga ada. Waktu itu suhu tubuhnya 'bandel' bertahan di 38 koma sekian. Setelah semalaman home treatment tidak berhasil, cuma turun sedikit dan naik lagi begituuuuu terus. Akhirnya besoknya langsung saya beri penurun panas.

Duh ceritanya jadi ngalor ngidul. The point is, in my opinion untuk demam yang masih di bawah 39 derajat Celcius, bolehlah masih pakai home treatment, pakai ramuan-ramuan tradisional. Untuk suhu 39 derajat Celcius kita harus lebih aware tentang kondisi anak karena ternyata suhu badan bisa naik cepat sekali. Kalau anak sampai kejang dan harus dirawat di RS, duh kasihan. Dan begadang semalaman saat anak demam itu lumayan kerasa di badan. Jadi kalau anaknya sedang demam cukup tinggi dan naik turun naik turun, jangan sampai ibunya ikut-ikutan sakit juga karena kurang istirahat begadang lebih dari semalam. Jadi kalau penurun panas sudah diperlukan ya sebaiknya diberi saja, kalau belum perlu ya tidak perlu diberikan. Dikombinasikan dengan cara tradisional seperti diolesi ramuan asam Jawa dan bawang putih ini juga bisa.


1 comment:

Silakan berkomentar yang sopan, tapi jangan beri link hidup di postingan ya. Terima kasih sudah berkunjung :)


Hubungi lewat: itshenipuspita@gmail.com
Jangan lupa follow IG @henipuspita29 @letsplayandlearn
Twitter @henipuspita29