Heni Puspita

Blogger Mom | Photography Enthusiast | Home Education Facilitator

Belajar Read Aloud (Membacakan Nyaring) bersama Let's Read

Senin 17 Mei 2021 adalah Hari Buku Nasional yang ke-19. Tanggal penetapan Hari Buku Nasional ternyata ditetapkan bersamaan dengan perayaan 22 tahun Perpustakaan Nasional. Saya juga jadi merasa diingatkan untuk lebih rutin lagi membaca buku dan menambah daftar buku yang sudah dibaca. Kalau ingin anak-anak tumbuh jadi orang yang suka buku dan suka membaca, orang tuanya harus memberi contoh, iya kan?

Karena memang peran orang tua itu nggak hanya selesai sebatas anak bisa membaca. Belajar membaca mungkin nggak membutuhkan waktu yang lama. Tapi untuk menumbuhkan kecintaan pada buku dan membaca? Itu yang perlu proses lebih panjang. 


Karena itu saya seneng banget bisa jadi salah satu peserta online gathering kolaborasi antara Blogger Perempuan Network (BPN) dan Let's Read minggu lalu. Meski jelang Idul Fitri, dibela-belain ikut deh. Ternyata waktu 2 jam rasanya sebentar banget karena materi yang dibagikan bagusss sekali. Topiknya yaitu Buku: Bekal Anak Bertumbuh, dengan Ibu Roosie Setiawan Founder Reading Bugs dan Mbak Elsa Agustine dari The Asia Foundation sebagai pemateri dan dipandu Mbak Dessy Yusnita dari BPN.


Di online gathering ini Mbak Elsa mengajak peserta berkenalan dengan The Asia Foundation yang ternyata sudah ada di Indonesia sejak tahun 1955. Salah satu program pertama adalah Book for Asia. Jumlah buku yang didonasikan di Indonesia sudah lebih dari 3,5 juta eksemplar. Kerennya lagi nih, tahun 2017 The Asia Foundation mulai memperkenalkan Let's Read, perpustakaan digital cerita anak.

Wuih, asyik banget ya ada perpustakaan digital yang isinya khusus cerita untuk anak. Perpustakaan ini bisa diakses melalui situs https://reader.letsreadasia.org/ dan aplikasi Android Let's Read



Buku-bukunya juga diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa. Sekarang ini memang bukunya untuk anak PAUD dan SD kelas rendah (1-3). Tapi kerennya nih, semua bukunya bisa diunduh dan dicetak, GRATIS!!!

Kita juga boleh membagikan bukunya misalnya ke sekolah, posyandu, atau taman baca. Mau merekam kegiatan membacakan nyaring juga boleh, asal menyebutkan atribusi (siapa penulis, ilustrator, dan penerbitnya).



Yang tidak boleh apa? Tentu saja tidak boleh memperjual belikan buku-bukunya ya. Kita juga nggak boleh merekam tanpa menyebutkan atribusi bukunya.  

Sumber buku Let's Read dari mana ya? Kok bisa ada ratusan buku anak yang keren-keren? Koleksinya berasal dari book lab, lokakarya penerjemah, dan lokakarya daring pembuatan buku anak digital. Selain itu ada juga donasi misalnya dari Unicef, KPK, penerbit buku anak, dan sebagainya.


Gimana? Sudah mupeng kan mau instal Let's Read dan mengunduh buku-bukunya?

Eh tapi jangan cuma mengunduh bukunya saja ya. Ingat dong sebagai orang tua kita punya tugas menumbuhkan kecintaan anak terhadap buku dan membaca. Materi yang dibagikan Ibu Roosie Setiawan bisa jadi penyemangat nih.

Komunitas read aloud atau membacakan nyaring yang dibentuk ibu Roosie memiliki visi dan misi membuat anak Indonesia menjadi pembaca sepanjang hayat, serta menjadikan read aloud sebagai budaya di keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Caranya bagaimana? Dengan mengajak orang tua dan guru melakukan read aloud setiap hari. 

Kalau anaknya sudah bisa membaca memang masih perlu dibacakan nyaring?

Nah ternyata membacakan nyaring itu membangun banyak keterampilan dasar yang penting seperti:

  1. Memperkenalkan kosakata.
  2. Memberikan model membaca yang lancar dan ekspresif.
  3. Membantu anak-anak mengenali apa itu membaca untuk kesenangan.

Dari sini akan terbangun kemauan anak untuk membaca buku yang tadi kita baca. Selain itu kegiatan ini tentu saja bisa mempererat kedekatan antara orang yang membacakan buku (orang tua dan guru) dengan anak. 

Kalau manfaat buku sebagai bekal anak bertumbuh tentu banyak sekali ya. Kalau kata Ibu Roosie, buku ibarat cermin dan jendela. Seperti ini nih maksudnya:

Buku sebagai cermin

  1. Menemukan cermin untuk mencerminkan identitas diri.
  2. Melihat orang-orang seperti diri mereka dalam cerita (refleksi).
  3. Membentuk persepsi mereka tentang diri dan potensi mereka.
  4. Tokoh dalam buku yang melakukan hal-hal hebat, membantu mereka membayangkan bahwa mereka dapat melakukan hal-hal yang hebat.

Buku sebagai jendela

  1. Memberi pengetahuan.
  2. Buku yang kaya dan bermakna tentang beragam tokoh, kejadian yang dapat diterima atau di luar pengalaman normal anak bisa membuka pintu menuju hal penting/baru.


Ternyata kegiatan read aloud itu nggak butuh waktu berjam-jam lho. Kita juga nggak harus membacakan satu buku sampai selesai dalam satu hari. Tapi untuk melakukan read aloud memang ada tahapannya. Dan sebenarnya kalau sudah terbiasa, tahapan ini akan kita lakukan secara natural. Sebelum melakukan read aloud memang ada persiapannya. Yaitu:

  1. Menentukan tahapan membaca anak sesuai usia.
  2. Mentukan tujuan read aloud.
  3. Memilih buku yang akan dibacakan.
  4. Melakukan pra baca (orang tua harus sudah membaca lebih dulu bukunya).
Tahap berikutnya adalah sebelum read aloud. Jadi ternyata kita juga nggak langsung membacakan isi bukunya. Namun perlu juga melakukan percakapan pembuka dan menyebutkan judul, penulis, serta ilustratornya. Kitapun bisa mengajak anak menebak kira-kira buku ini tentang apa.

Saat membacakan buku, kita harus berinteraksi dan berdialog dengan anak. Bacakan buku dengan cara semenarik mungkin. Kita tidak perlu menggunakan alat bantu lain seperti boneka, tapi manfaatkanlah apa yang tersaji di buku itu. Misalnya ilustrasi yang ada di buku. 

Setelah read aloud selesai, kita bisa meminta anak untuk menceritakan kembali isi bukunya dengan bahasanya sendiri. Kita juga bisa berdiskusi tentang ceritanya. Setelah itu jangan lupa letakkan buku di tempat yang mudah dijangkau anak-anak supaya bukunya bisa dibaca kembali. 

Bagaimana kalau anak minta dibacakan buku tapi orang tua tidak sempat? Menurut Ibu Roosie, jangan buru-buru tolak keinginan anak lho. Karena anak minta dibacakan buku itu artinya kita sudah berhasil membangkitkan minat anak terhadap buku. Sayang sekali kalau dipatahkan. Selain itu read aloud juga bisa kok dilakukan selama 10-15 menitan. 

Di Let's Read kan banyak buku yang bisa kita bacakan untuk anak. Bagus-bagus semua dan kita tinggal pilih. Kita juga tidak harus menyelesaikan buku dalam satu waktu sekaligus, yang penting kita berhenti membacakan cerita di titik di mana rasa penasaran anak bisa bangkit. 


















Setelah mendapat gambaran seperti apa sih read aloud dan apa saja tahapannya, jadi lebih semangat deh membacakan buku untuk anak-anak. Si kakak juga jadi senang karena bisa banyak buku yang bisa ia baca di aplikasi Let's Read. Selain membuka webnya atau mengunduh aplikasinya di Android, jangan lupa ikuti akun Instagramnya di @letsread.indonesia dan Twitter @letsread_id ya. Supaya tidak ketinggalan info seputar buku anak dan kegiatan dari Let's Read Indonesia.




Comments

  1. Mba Heni, makasii makasiii
    artikel ini super enligheting bangett
    ada nih, adek sepupuku yg punya balita, tapi magerrr abis kalo kudu bacain buat bocah.

    aku sodorin artikel ini ah, aku minta dia buat baca, resapi dan praktikkan!

    ReplyDelete
  2. seru sekali punya aplikasi yg edukatif untuk anak, dengan banyak pilihan tema belajar secara fun. Otw instal di smartphone saya nih kalau gtu

    ReplyDelete
  3. keren ya mbak jaman digital sekarang tuh, kalau kita nggak sempat bacakan cerita buat anak ada aplikasi yang membantu hehee

    ReplyDelete
  4. Memilih buku yang tepat itu bener. Apalagi pilih yang sesuai dengan usia anak. Kebiasaan baik belajar lead aloud ini harus disosialisasikan biar makin banyak yang lakukan

    ReplyDelete
  5. Dengan membaca nyaring anak jadi lebih banyak masukan kosakata baru. Jadi ketima anak bisa membaca sendiri, orangtua masih perlu untuk melakukan membaca nyaring agar mereka terpatri bahwa ayah ibunya juga suka membaca

    ReplyDelete
  6. Perpustakaan digital saat pandemi seperti sekarang memang cocok ya hadir di tengah masyarakat. Apalagi membaca bagi masyarakat Indonesia saat ini memang terbilang kurang. Jadi menggalakkan gemar baca dengan nyaring ini bagus banget. Program yang tetap mengedepankan protokol kesehatan

    ReplyDelete
  7. Memang menumbuhkan minat baca itu ga mudah kalau ga dari orang tuanya ya mba makanya salah satunya dengan membacakan nyaring jadi anak2 juga suka

    ReplyDelete
  8. Aku senang banget setelah tau ada aplikasi Let's read ini. Jadi ga ada alasan utk ga bacain cerita pada anak2. Aku jadi jarang beli buku cerita karena harganya mahal, huhuhu

    ReplyDelete
  9. Manfaat Read Aloud memang banyak. Dulu juga saya melakukannya ketika anak-anak masih kecil. Bahkan setelah mereka bisa membaca

    ReplyDelete
  10. alhamdulillah yamba..dg Let's Read ini kita jadi gakkehabisan bahan bacaan untuj dibacakan/dibaca bareng/dibaca sendiri oleh anak2. semoga literasi anak2 semakin meningkat ya..

    ReplyDelete
  11. Semakin paham akutuh jadinya apa itu read aloud, karena sudah tidak punya anak balita, semoga nanti anakku berikutnya jadi lebih suka dengan membaca karena sudah diterapkan read aloud sejak usia dini.. aamiin YRA

    ReplyDelete
  12. seru nih mbaa.. aku juga sering bacain lets read ini buat anakku. mereka sukaa, karena kan ceritanya buanyak banget yaa dan temanya beragam. mereka biasanya milih2 cerita sendirii

    ReplyDelete
  13. Bagus yah aplikasinya, sudah coba download, anak saya suka banget

    ReplyDelete
  14. Read aloud memang bagus, membacakan buku 10 menit/hari sudah cukup banget. Saya belum install Let's Read nih, mau ah install cari bacaan baru

    ReplyDelete
  15. Aku udah praktikin ke anak2ku waktu kecil dulu, alhamdulillah banyak manfaatnya sih. Si sulung malah jadi kutu buku sekarang :D

    ReplyDelete
  16. Pandemi bikin kebiasaan membaca jadi berkurang deh di aku. Bacaan jadi semakin terbatas karena jarang ke luar rumah, termasuk ke toko buku. Mana jadi lebih banyak pegang gadget pula. Berimbas ke anak-anak jadinya. Jarang baca dan pegang gadget terus. Tapi dengan aplikasi, semua lumayan berkurang. Selama ini aku cuma pake iperpusnas aja. Kudu nyoba nih aplikasi Lets Read.

    ReplyDelete
  17. Lets read ini mengajak kita untuk mengenalkan bacaan ke anak2 ya. koleksi bacaannya juga banyak. zaman pandemi kaya gini ga perlu ke toko buku buat kasih bacaan ke anak2 ya.

    ReplyDelete
  18. membaca nyaring memang seru yaa mba.. buat kita yang membaca dan buat yang mendengarkannya juga.. yang pasti anak - anak bisa lebih semangat membaca

    ReplyDelete
  19. bagus ya aplikasi read a loud dari lets read indonesia ini ya, memabntu banget untuk keluarga yang minimalis, kadang bingung ada buku juga nyimpennya di mana dengan aplikasi ini dapat buku bagus dan rak bukunya sekaligus

    ReplyDelete
  20. Programnya bagus buat anak-anak. Bisa tambah semangat baca. Bagus aplikasinya. Bisa stimulasi skill baca anak dan ini menumbuhkan minat baca pastinya.

    ReplyDelete
  21. ternyata di lets read ini nggak cuma banyak cerita menariknya tapi ilustrasi yg ditampilkan juga nggak kalah menarik ya mbak Heni. makin semangat deh anak2 untuk baca bukunya

    ReplyDelete
  22. wah mesti belajar banyak nih! aku juga mau belajar biar fasih untuk ngajarin anak

    ReplyDelete
  23. Sejak saya kenalkan pada website Let's Read, anak saya langsung ketagihan baca cerita-cerita di sana. Apalagi kalau saya terapkan baca nyaringnya yaaa

    ReplyDelete
  24. sejak tahu aplikasi lets read ini, anakku jadi semakin rajin baca buku nih, Mba

    ReplyDelete
  25. Kenal dengan lets read ini pada tahun 2020, platform nya asik dan edukatif banget. Ponakan kecilku pun cukup suka dengan aplikasi Let's Read ini

    ReplyDelete

Post a Comment

Silakan berkomentar yang sopan, tapi jangan beri link hidup di postingan ya. Terima kasih sudah berkunjung :)


Hubungi lewat: itshenipuspita@gmail.com
Jangan lupa follow IG @henipuspita29
Twitter @henipuspita29

back to top