Wednesday, November 30, 2016

Tri Lego Indah dan Anak-Anak Rumah Permata

Tri Lego Indah dan Anak-Anak Rumah Permata

Rabu ini adalah hari terakhir di bulan November 2016. Kok merasa ada yang kurang ya? Wah iya, belum ada tulisan tentang anggota kecenya Tapis Blogger. Setelah bulan lalu menulis tentang Bang Yoga Pratama, Penulis Novel dan Puisi Asal Lampung, anggota Tapis Blogger yang ingin saya kulik kali ini adalah Mbak Tri Lego Indah Fitria Ningsih yang biasa dipanggil Mbak Tri Lego

Umminya Kenzie ini sejak remaja sudah aktif berorganisasi dan sejak bisa membaca dan menulis sudah jatuh cinta dengan dunia kepenulisan. Karyanya dalam lomba kepenulisan bahkan banyak yang sudah diterbitkan dalam bentuk antologi bersama para pemenang lain. Tapi ada sisi lain nih yang ingin saya bahas dari seorang Mbak Tri Lego, yaitu kecintaannya dengan dunia belajar mengajar yang diwujudkan dalam rumah belajar bernama Rumah Permata.


Rumah Permata adalah rumah belajar yang didirikan Mbak Tri Lego di rumahnya sejak tahun 2009. Apa saja kegiatan di rumah ini? Bermain dan belajar bersama anak-anak yang tinggal di lingkungan sekitarnya. Sebelum Mbak Tri Lego punya momongan, kegiatan di rumah belajar ini bahkan lebih banyak lagi lho. Ada belajar mengaji untuk yang Muslim, drama, bercerita, dan ada juga taman bacanya. Waktunyapun full setiap hari, Senin-Sabtu sehabis anak-anak pulang sekolah dan hari Minggu setelah anak-anak pulang dari gereja. Kebetulan Mbak Tri Lego memang tinggal di lingkungan yang penduduknya mayoritas Nasrani.

Mbak Tri Lego bersama Kenzie di acara Kopdar JNE & Komunitas Tapis Blogger.
Hari itu Kenzie pasrah dicemol-cemol Rayyaan he he.
Pic by Heni Puspita.

Berapa anak yang biasanya dihandle oleh Mbak Tri Lego? Dulu bisa sampai 80 anak lho. Tapi sekarang dibatasi 30 orang anak saja dengan fokus utama anak-anak usia SD (7-12 tahun). Wah 30 orang anak itu juga sudah banyak ya he he. Apa tidak repot ya? Apalagi semua dihandle sendiri. Tapi yang namanya passion membuat Mbak Tri Lego hepi-hepi saja bahkan kadang merasa waktunya kurang untuk bermain dan belajar bersama anak-anak. Sebelumnya sempat ada tugas bagi beberapa anak untuk membantu menghandle (menjadi tutor) teman sebayanya. Eh tapi namanya anak-anak ya, yang tidak kebagian jadi tutor ada yang cemburu he he. Jadi akhirnya semua anak dihandle lagi oleh Mbak Tri Lego.

Mbak Tri Lego bersama keluarga kecilnya.

Menghandle 30 orang anak setiap hari (for free lho alias tanpa dipungut biaya) tentu butuh motivasi yang kuat ya. Apa sih motivasinya Mbak Tri Lego? Motivasinya adalah menyediakan sarana untuk berbagi yang sifatnya tidak melulu materi. Daripada urun angan lebih baik turun tangan untuk dunia pendidikan. Nama Rumah Permata sendiri baru digunakan sejak tahun 2013, tepatnya setelah ayah Mbak Tri Lego meninggal dunia. Anak-anak Rumah Permata diibaratkan pengganti permatanya Mbak Tri Lego yaitu sang Ayah.

Taman baca di Rumah Permata.

By the way, bagaimana dengan suami dan keluarga ya? Ternyata mereka mendukung penuh passion Mbak Tri Lego dalam mengelola Rumah Permata. Setiap hari pasti rumah heboh dengan keceriaan anak-anak ya. Si Kenzie juga jadi banyak temannya deh. Lalu bagaimana kalau Mbak Tri Lego sendiri sedang merasa kelelahan? Cara menyiasatinya adalah kegiatannya diganti menjadi diskusi kelompok. Saat merasa lelah dan jenuh Mbak Tri Lego akan mengingat kembali tujuan awal dibuatnya Rumah Permata ini.

Saat saya sedang kirim-kirim pesan lewat WA dengan Mbak Tri,
ternyata ada anak yang mampir ke rumahnya
untuk bertanya soal pelajaran sekolah.

Lalu apa harapan Mbak Tri Lego untuk rumah belajarnya? Guru SD Negeri 1 Setia Bakti ini berharap ke depannya bisa memiliki tempat khusus untuk bermain dan belajarnya anak-anak Rumah Permata dengan kegiatan yang lebih terjadwal sehingga anak-anak bisa belajar pelajaran umum, kesenian, literasi, dan mengaji seperti Rumah Dunia yang didirikan Heri Hendrayana Harris atau yang lebih dikenal dengan nama Gola Gong.

Salah satu karya anak Rumah Permata.

Serius banget, lagi belajar apa siiih?

Wah Masya Allah ya niatnya Mbak Tri Lego ini saya beri 12 jempol deh (pinjam jempol Rayyaan dan Papanya he he). Semoga harapannya segera terwujud ya Mbak. Bagi teman-teman yang ingin berkontribusi untuk Rumah Permata misalnya ingin memberikan buku atau media belajar lain, boleh lho. Alhamdulillah Rumah Permata juga pernah mendapat bantuan berupa 100 buku gratis dari Diva Press. 

Ingin berkenalan lebih jauh dengan Mbak Tri Lego dan Rumah Permatanya, silakan mampir ke blognya www.ummikenzie.com, FB Tri Lego Indah, Twitter @trilego & legokammi, IG @trilego_ummikenzie

10 comments:

  1. Hulalla.... uminya Kenzie emang keren.. 😍😍

    ReplyDelete
  2. Lego keren, sejak dulu emang kaya prestasi, mantaap

    ReplyDelete
  3. ga semua org bisa bener2 konsisten seperti mba tri ini :). menyediakan tempat, waktu dan fasilitas semua utk anak2 .. tanpa biaya pula... hebat :).. semoga semakin banyak donatur yg mau membantu yaa

    ReplyDelete

Silakan berkomentar yang sopan, tapi jangan beri link hidup di postingan ya. Terima kasih sudah berkunjung :)


Hubungi lewat: itshenipuspita@gmail.com
Jangan lupa follow IG @henipuspita29 @letsplayandlearn
Twitter @henipuspita29