Wednesday, November 1, 2017

Aman dan Nyaman Menyusui Saat Berpergian


Alhamdulillah 10 bulan sudah perjalanan saya menyusui Razqa. Menyusui anak kedua bukan tanpa tantangan lho. Karena beda anak ternyata memang beda cerita, bukan macam muterin kaset lama. Kaset? CD gitu lho Ma, biar nggak jadul-jadul amat ha ha. Ada beberapa tantangan yang saya temui saat menyusui Razqa. Apa aja ya?

Tiga malam pasca operasi SC saya begadang sambil menyusui Razqa. Dan itu saya lakukan sambil duduk lhooo. Soalnya si bocah nggak mau dikelonin. Untungnya pas udah pulang ke rumah si baby anteng. Cuma ngelilir minta nenen sambil tidur nyelempit di ketek Mama ha ha.  Ada juga episode gumoh dan muntah yang berlangsung kurang lebih 1 bulan lamanya. Seminggu tiga kali ganti sprei. Serahkan aja pada ahlinya (baca: Kang Laundry) he he. Not to mention beberapa masalah pribadi yang berpengaruh ke kondisi psikologis saya. Kalau dipikirin bisa stress deh. Tapi Mama harus tetap semangat supaya ASI tetap lancar.

Baca Juga: Sukses Menghadapi Tantangan Menyusui.


Saya bersyukur banget Razqa bisa lulus ASI eksklusif 6 bulan dan sekarang sudah makan MPASI. ASInya tetap lanjut dong sampai insyaa Allah 2 tahun seperti Kakak Rayyaan dulu. Kalau saat menyusui Rayyaan dulu saya lebih banyak di rumah. Nggak pergi-pergi sama sekali? Ya pergilaaah he he. Tapi nggak setiap hari. Pergi jauhnya ya paling ke mall untuk belanja di supermarketnya. Uuu… Ketauan deh pas merantau dulu jadi anak mall ha ha. Alhamdulillah mall yang saya kunjungi ada ruang khusus untuk menyusui dan mengganti popok. Jadi sebelum dan sesudah belanja, biasanya mampir dulu deh ke ruang itu. Biar tenang kalau ransum terjaga ha ha.

Nah kalau Razqa nih lebih banyak diajak pergi-pergi. Soalnya kan Mama harus anter jemput kakak sekolah kalau Papa dinas luar. Nggak mungkin si baby ditinggal, bisa nangis meraung-raung. Nggak ada yang jagain juga sih. Kadang-kadang kami nggak langsung pulang ke rumah. Ngapain? Belanja dululah, sambil cari hiburan (cuci mata he he). Oh ya, beberapa kali si baby juga saya ajak ke event blogger. Sayangnya memang nggak semua tempat yang saya dan Razqa datangi ada nursing roomnya.

Baca Juga: 12 Mitos VS Fakta Seputar ASI dan Menyusui yang Harus Ibu Ketahui.

Jadi kalau mau menyusui di mana? Biasanya sih melipir nyari mushola. Kalau di sekolah saya sering numpang menyusui di ruang guru yang merangkap perpustakaan. Kalau anak-anak lagi di kelas, ruang itu kan sepi. Trus gurunya juga akhwat semua. Kalau menyusui Razqa tinggal ngumpet di balik jilbab. Tapi lama-lama agaknya si baby risih juga. Mungkin karena pandangan gelap dan sumpek kalau ngumpet di balik jilbab Mamanya he he. 

Trus gimana dong klo Razqa ngerasa nggak nyaman saat disusui? Saya rada telat nih pakai benda yang padahal dulu rajin banget saya bawa saat menyusui Rayyaan, yaitu cover menyusui alias nursing cover. Memangnya gimana sih bentuknya? Nih liat nih, ini nursing cover MOOIMOM yang saya pakai saat menyusui Razqa. Apa enaknya pakai nursing cover begini? Nggak ribet?


Sama sekali nggak ribet lho. Justru membantu banget saat menyusui Razqa saat kami berpergian. Meski jilbab bisa dipakai untuk menutupi saat menyusui anak, tapi kan riskan tersibak kalau anak bergerak-gerak. Apalagi makin besar biasanya gaya menyusuinya makin gaje ha ha. Tangan dan kaki makin semangat bergerak sana-sini. Kalau pakai cover begini lebih nyaman dan aman deh. Nggak perlu takut nggak sengaja ngumbar aurat. Apalagi kalau kita nggak sempat merapikan kancing sesudah menyusui. Ya biarin aja covernya terpasang di badan, aman.

Baca Juga: 9 Perlengkapan Menyusui yang Wajib Dimiliki.

Kelebihan nursing cover ini, anak nggak perlu ngerasa sumpek atau kegelapan di balik jilbab. Soalnya nursing cover ini didesain dengan kerah setengah lingkaran yang bisa disesuaikan. Bagian atasnya dirancang dengan pinggiran kaku supaya kita bisa melihat si baby. Si kecil juga jadi dapat udara segar he he. Coba liat deh fotonya. Kepala Razqa nggak keliatan dari depan or samping, tapi dari atas saya bisa lho liat wajahnya. Bahan covernyapun lembut dan adem karena 100% terbuat dari katun. Jadi nggak perlu khawatir soal gerah. Apalagi motifnya garis zig-zag biru begini. Tambah suka deh. Eh ada juga lho motif lain yang bisa dipilih. Tiap breasfteeding cover dilengkapi tas pouch kecil untuk penyimpanan. Jadi lebih ringkas dan mudah dibawa kemana-mana.


Ada juga yang berpendapat sebaiknya jangan menyusui di tempat umum meski prosesnya sendiri tertutup jilbab, kain, atau nursing cover. Saya juga sih maunya di mana-mana ada ruang khusus menyusui yang layak he he. Tapi sayangnya kenyataanya nggak demikian. Daripada harus menyusui di kamar ganti (kalau nggak ditegur staf) atau toilet, ya kan? Memang pernah? Pernah! Saya pernah ke sebuah pusat perbelanjaan dan ditegur saat mau menyusui anak di kamar ganti. Mushola? Nggak ada. Menyusui di toilet? Ogah… Menyusui kok di toilet. Lebih baik saya cari tempat duduk yang agak tersembunyi trus pasang nursing cover dari MOOIMOM dan menyusui Razqa.


Nggak perlu merasa anehlah ya melihat seorang ibu menyusui di tempat umum. Kan kita pas masih bayi juga disusui oleh ibu masing-masing. Kalau memang di tempat tersebut nggak ada ruang menyusui yang layak, ya nggak perlu kepo sama ibu yang sedang menyusui pakai nursing cover. Biasa aja kaleee he he. Kecuali kalau mau nanya beli di mana beli nursing cover yang keren ini. Boleh banget hi hi..

Mooimom Breastfeeding Nursing Cover

- Terbuat dari 100% cotton, lembut, ringan, dan nyaman saat dipakai untuk menyusui anak.
- Terdapat kantong penyimpanan yang praktis.
- Desain 3D dengan kerah setengah lingkaran yang bisa disesuaikan, bagian atasnya dirancang dengan pinggiran yg kaku, sehingga memungkinkan kita melihat bayi saat menyusui.
- Cara pemakaian yang mudah, nampak elegan, dan aman saat menyusui.
- Didesain dalam motif dan warna colorful.
- Ukuran free size.
- Info lebih lanjut dan pembelian produk: www.mooimom.id, IG Mooimom, FB Mooimom Indonesia.

No comments:

Post a Comment

Silakan berkomentar yang sopan, tapi jangan beri link hidup di postingan ya. Terima kasih sudah berkunjung :)


Hubungi lewat: itshenipuspita@gmail.com
Jangan lupa follow IG @henipuspita29 @letsplayandlearn
Twitter @henipuspita29