Wednesday, September 13, 2017

Susu Pasteurisasi dan Susu UHT, Apa Bedanya?

Susu Pasteurisasi dan Susu UHT, Apa Bedanya?
Pic: Pixabay

Karena bentuknya sama-sama cair, susu pasteurisasi dan susu UHT terlihat serupa tapi tak sama. Mau tau bedanya? Gampang banget! Baca aja keterangan di kemasannya, yang satu tulisannya susu pasteurisasi, yang satu susu UHT. Kelar he he he.

Yeeeee, itu sih anak kecil juga tau. Etapi biar gampang begini ada juga lho yang selip nggak cermat baca info. Contohnya saya #ups. Yang mau saya bahas di sini adalah perbedaan selain beda label. Misalnya dari segi nutrisi dan proses pengolahan. Oke deh, kita bahas singkat aja susu per susu, eh satu per satu.


Susu Pasteurisasi 

Istilah susu ini mengacu pada definisi proses pasteurisasi, yaitu pemanasan yang bertujuan untuk membunuh mikroorganisme. Pemanasan dilakukan pada 72°-75°C selama 15 detik. Dari proses ini dihasilkan susu yang bebas mikroorganisme patogen (mikrooganisme berbahaya). 

Proses ini adalah proses paling sederhana agar susu bisa dikonsumsi namun bisa mempertahankan citarasa khas susu segar. Selain itu hanya ada sedikit penurunan kualitas nutrisi dibanding saat sebelum dipasteurisasi. 

Susu pasteurisasi punya kelebihan dan kekurangan. Kalau kelebihannya adalah bebas mikroorganisme berbahaya tapi citarasa dan nutrisinya lebih terjaga, kekurangannya adalah daya simpan jadi lebih singkat dan harus disimpan dalam kulkas bersuhu 0°-4°C. Dalam kulkas yang suhunya stabil 0°-4°C, susu pasteurisasi bisa tahan 7-11 hari asal kemasan tidak rusak dan segel tidak terbuka.

Baca juga: Ternyata Susu Hometown Dairy Nggak Seperti yang Saya Kira

Kalau nggak punya kulkas gimana? Titipin tempat saya aja boleeeh. Soalnya di suhu ruang 15°-25°C jika kemasan tertutup rapat, susu pasteurisasi cuma  tahan 4 jam. Etapi kalau di rumah saya juga nggak jaminan sih bakal tahan lama, soalnya ntar keburu ludes diminum hi hi hi. Jika kemasan sudah dibuka, susu pasteurisasi hanya tahan maksimal 2 jam di suhu ruang dan 4 hari di dalam kulkas.


Susu UHT 

UHT adalah kepanjangan dari Ultra High Temperature. Sesuai dengan namanya susu ini diproses dengan suhu yang tinggi dalam waktu singkat. Tepatnya pada suhu 137°-140°C selama 2 detik. Dari proses tersebut dihasilkan susu yang bebas dari mikroorganisme baik yang patogen maupun yang tidak. Perubahan warna dan citarasa bisa diminimalisasi. Namun pemanasan dalam suhu tinggi bisa mengubah nutrisi susu.

Susu UHT bisa disimpan selama 10-18 bulan pada suhu ruang asal kemasan nggak rusak atau belum dibuka. Tapi kalau sudah dibuka, susu UHT juga wajib disimpan dalam kulkas. Kulkas yang nyala dan bersuhu 0°-4°C lho ya, jangan di kulkas rusak he he. Jangan minum suhu UHT yang kemasannya terbuka kalau sudah disimpan lebih dari 4 hari. Kelebihan susu UHT adalah daya simpannya yang lebih lama dalam kondisi kemasan masih bagus dan belum terbuka.

Baca juga: Mampir di Farmhouse Susu Lembang.

Jadi pilih susu pasteurisasi atau susu UHT? Masing-masing punya kelebihan ya. Kalau mau yang bercitarasa susu segar dan nutrisi lebih terjaga, bisa pilih susu pasteurisasi. Kalau mau beli sekaligus dalam jumlah agak banyak dan bisa disimpan lebih lama di suhu ruang, bisa pilih susu UHT. mau ngirim sebotol dua botol susu ke rumah Rayyaan? Ini juga boleh banget ha ha. Kita bisa ngobrol-ngobrol sambil minum susu yang dingin segerrr. A glass milk a day, keeps black thoughts away.


No comments:

Post a Comment

Silakan berkomentar yang sopan, tapi jangan beri link hidup di postingan ya. Terima kasih sudah berkunjung :)


Hubungi lewat: itshenipuspita@gmail.com
Jangan lupa follow IG @henipuspita29 @letsplayandlearn
Twitter @henipuspita29