Tuesday, August 11, 2015

Ruang Baca Anak Perpustakaan Daerah Provinsi Lampung

Ruang Baca Anak Perpustakaan Daerah Provinsi Lampung.

Sebelumnya saya sudah menulis tentang Syarat Keanggotaan dan Jam Buka Perpustakaan Daerah Provinsi Lampung, sekarang saya mau bercerita tentang Ruang Baca Anak di perpustakaan ini.  



Ruang ini berisi koleksi buku untuk anak-anak. Tapi bukan berarti cuma anak-anak saja yang boleh masuk dan meminjam bukunya. Buku-buku di ruangan ini juga bermanfaat bagi guru dan orang tua. Kalau anak yang masih balita seperti anak saya Rayyaan, kan otomatis yang meminjam buku ya orang tuanya ya.

Kesan pertama saya terhadap ruang ini adalah cerah ceria sekaligus nyaman. Cocok deh untuk anak-anak. Apalagi ada mainan berbentuk singa dan harimau yang bisa dinaiki seperti kuda-kudaan. Kalau masuk ke sini pengunjung harus melepas dan meletakkan alas kaki serta tas di rak-rakan yang sudah disediakan.


Kok lepas alas kaki? Iya soalnya ruangannya berkarpet. Lihat deh bagian dalamnya. Di langit-langitnya ada hiasan berbentuk bulan dan bintang. Rak buku dan kursinya juga berwarna-warni. Seperti ada di ruangan sekolah TK de he he. Ruangannya juga adem. Singkat cerita selain terkesan ceria, ruangan ini juga nyaman.


Lalu bagaimana dengan buku-bukunya? Koleksi buku anak di perpustakaan ini sebenarnya lumayan juga. Sebagian memang buku lama, tapi bukan berarti tidak bermanfaat kan ya. Buku-bukunya juga dikelompokkan dalam kategori.


Ada rak yang isinya buku-buku biografi tokoh-tokoh terkenal, buku-buku agama, buku-buku tentang pekerjaan, tentang dinosaurus, alat transportasi, buku dongeng, dan lain-lain. Di ujung ruangan juga ada buku-buku komik. Banyak juga komik jadul jadi sepertinya orang tua bakal suka isi rak yang satu itu, bisa bernostalgia dengan bacaannya dulu.


Kalau ada yang harus diperbaiki menurut saya adalah pengelompokkan buku-bukunya. Banyak buku yang letaknya tidak sesuai kategori. Di meja kan tertulis setelah dibaca, buku harap letakkan di meja (lalu petugas yang akan mengembalikan ke rak semula). 

Mungkin setelah membaca ada anak-anak yang langsung meletakkan buku-buku itu di rak tapi tidak sesuai kategorinya. Atau petugas belum sempat merapikan buku-bukunya. Tapi saya harap sih ada waktu khusus misalnya sebulan sekali untuk menyusun ulang buku-buku tersebut.

Baca: Ngebolang ke Stasiun Kereta Api Tanjung Karang.


Oh iya, ternyata ruang baca ini juga jadi salah satu tujuan kunjungan edukatif beberapa sekolah TK lho. Soalnya di atas rak-rak itu saya melihat beberapa piagam dari sekolah yang mengunjungi perpustakaan ini. 

Yay! Anak-anak memang harus dikenalkan dengan bacaan yang positif sejak dini ya, bahkan ada anjuran untuk membacakan buku bagi anak sejak masih dalam kandungan. Nah untuk orang tua dan guru jangan sungkan-sungkan untuk berkunjung kemari dan mengajak anak-anak ikut serta.

Bayangkan, buanyak buku yang bisa kita baca di tempat dan bisa dipinjam hanya dengan membayar keanggotaan sebesar Rp 5.000 saja selama 5 tahun (baca Syarat Keanggotaan dan Jam Buka Perpustakaan Daerah Provinsi Lampung). Pemerintah sudah menyediakan fasilitasnya, sayang sekali kalau tidak dimanfaatkan. 


Saat saya melihat-lihat buku di ruangan ini, ada beberapa anak sekolah yang datang untuk mengembalikan buku dan untuk meminjam buku lagi. Wah senang deh melihat anak-anak ini begitu antusias membaca. Sekolahnya memang tidak jauh dari perpustakaan ini, jadi pulang sekolah bisa langsung kemari dengan teman-teman. Untuk orang tua yang rumahnya cukup jauh dari tempat ini (misanya saya) bisa meluangkan waktu di akhir pekan (Sabtu & Minggu buka lho) untuk mengantar anak kemari. Pada hari Sabtu perpustakaan tutup pada jam 14.00 dan pada hari Minggu tutup jam 13.00. Selamat membaca!




Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Daerah Provinsi Lampung
Jl. WR. Monginsidi No. 10/144, Bandar Lampung.



10 comments:

  1. kapan-kapan mau ajak anakku ke sini deh, biar emaknya juga sekalian pinjem buku :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak. Maunya ntar emak pilih buku, bapak yang jaga anak di ruang hehe

      Delete
  2. Hahahaaa...

    Iya yah.

    Emaknya sibuk baca buku.
    Gantian bapak yang momong.

    Kalau begini mah anakku pasti betah di situ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di kota lain perpusnya malah ada yang udah dilengkapi PC & mainan edukatif dari kayu Mak. Udah macam di kelompok bermain deh hehe

      Delete
  3. Hai mba heni, salam kenal :D
    wih tempatnya bagussss, seumur-umur aku belom pernah ke pusda balam. Kalo di metro mah pusdanya gitu-gitu aja, bukunya jadul-jadul hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal :) No idea nih apa mungkin memang nggak ada budget atau gimana gitu ya. Tapi masa iya sih nggak ada budget buat nambahin koleksi buku. Minimal 10 buku aja gitu sebulan. 5 buku yang untuk umum, 5 untuk anak-anak :D

      Delete
  4. asyik..ruangannya bersih dan nyaman bikin betah nih

    ReplyDelete
  5. wah asyiik berlomba2 bagusin perpustakaan terutama yg utk anak2 .. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya Mbak, moga2 di setiap kota yang ada perpustakaannya disediakan ruang yang unyu khusus untuk anak :)

      Delete

Silakan berkomentar yang sopan, tapi jangan beri link hidup di postingan ya. Terima kasih sudah berkunjung :)


Hubungi lewat: itshenipuspita@gmail.com
Jangan lupa follow IG @henipuspita29 @letsplayandlearn
Twitter @henipuspita29