Wednesday, July 1, 2015

Alasan Wajib Punya dan Tips Menambah Isi Tabungan

Alasan Wajib Punya dan Tips Menambah Isi Tabungan.

Berbicara soal nabung-menabung, saya termasuk tipe orang yang masih harus belajar disiplin menabung. Mesti disiplin juga kalau berbelanja, mana yang memang butuh mana yang sekedar lapar mata aja he he. Tapi meski masih harus banyak belajar bukan berarti blas nggak punya tabungan lo he he. Bagi saya ada beberapa alasan mengapa wajib punya tabungan:



1. Semenjak resign dan menikah, otomatis gaji suami jadi sumber penghasilan utama (meski saya juga sedang belajar jualan online). Jadi jangan sampai penghasilan suami habis blas begitu saja tanpa ada yang ditabung.

2. Mempersiapkan masa depan bagi anak itu penting. In syaa Allah jangan sampai kita kelimpungan saat harus membiayai pendidikan anak, ntah itu untuk uang masuk sekolah, biaya les, buku-buku, dan lain sebagainya.

3. Punya tabungan juga wajib untuk berjaga-jaga menghadapi keadaan darurat. Misalnya nih, saat melahirkan ternyata saya divonis benar-benar harus lewat operasi Caesar. Sebagian biaya ditanggung oleh ASKES (saat itu) dan sebagian dari tabungan kami. Keadaan darurat lainnya misalnya saat anak saya sakit dan harus dirawat inap. Duh pasti kalut kan kalau anak sakit tapi kita tidak punya tabungan sama sekali.

4. Belajar hidup lebih hemat dan tidak boros karena bagi yang beragama Islam, dalam Al Quran diperintahkan untuk tidak menghamburkan harta secara boros, karena boros adalah temannya setan. Hu hu hu... Harus lebih tahan iman nih menghadapi godaan lapar mata.

Baca: Supaya Tidak Terlalu Larut dalam Morning Sickness.

Lalu bagaimana gaya menabung saya dan suami? Ini nih usaha yang kami lakukan untuk menambah tabungan he he:

1. Setelah suami gajian, alihan sebagian penghasilan ke rekening tabungan. Idealnya sih rekening tabungan nggak perlu pakai ATM, biar nggak tergoda buat tarik atau gesek. Kebetulan saya lupa PIN ATM rekening tabungannya, jadi ya biar sajalah tidak usah diurus hi hi.

2. Ikut asuransi. Tujuan kami lebih kepada nilai investasinya, jadi in syaa Allah punya tambahan dana masa depan untuk pendidikan anak.

3. Menabung emas. Saya nggak hobi pakai perhiasan dan emas yang saya pakai ya cuma sebentuk cicin kawin di jari manis hi hi. Tapi saya suka menabung emas, bukan dalam bentuk perhiasan melainkan emas batangan imut-imut. Harga emas memang kadang naik kadang turun. Tapi harga emas tahun 2015 kan lebih mahal dibanding harga di tahun 2005, di tahun 2025 pasti lebih mahal lagi he he. Cita-cita saya sih ingin bisa berangkat haji dengan suami dengan menabung emas. Aamiin.

4. Investasi tanah. Alasannya nggak lain dan nggak bukan karena harga tanah makin lama makin tinggi. Manfaat punya tabungan berupa tanah adalah kalau butuh uang bisa dijual. Kalau tidak ingin dijual bisa dijadikan kebun dan dijual hasilnya, atau dibangun rumah dan disewakan. Uangnya diapakan? Buat beli tanah lagi hi hi. Aamiin.

5. Last but not least, mengumpulkan recehan. Sebenarnya ini kerjaannya suami saya yang punya 'tabungan' recehan di Manado. Kadang kita suka meremehkan uang recehan, padahal kalau dikumpulkan banyak juga kan, bisa buat belanja. Diam-diam tukang sayur seneng lho kalau ada yang belanja bawa recehan, karena bisa buat uang kembalian. Lha supermarket besar aja hobi ngumpulin sumbangan uang recehan he he. Tabungan uang recehan ini berguna deh untuk belanja sehari-hari.

Baca: Proyek Sains - Mewarnai Susu dengan Efek Tie Dye.

Tapi yang namanya menabung ya harus ada uang yang untuk ditabung kan, meski nantinya uang itu akan dibelikan emas atau tanah. Terus gimana dong cara mengatur keuangan supaya bisa nabung tiap bulan? Coba mampir deh ke Cermati.com. Kita bisa ngubek-ngubek info mulai dari hal perencanaan keuangan, mengatur gaji sampai memulai usaha untuk mendapat penghasilan tambahan. Intinya yuk mari sama-sama belajar lebih cermat dan pintar mengelola keuangan. Supaya nggak besar pasak dari pada tiang, punya tabungan lebih banyak, dan in syaa Allah masa depan keluarga lebih cerah.





7 comments:

  1. Apa pun alasannya, tetap harus menabung ya Mbak.

    ReplyDelete
  2. yang no.5 itu sya banget, Mak =D
    recehannya kadang dibuat beli camilan, atau buat ongkos angkot (meski rada malu, sih)..hehe

    semoga sukses ya, Mak untuk lombanya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cuek aja Mak. Sejuta aja kalau kurang 500 perak kan ga jadi sejuta ya hihi

      Delete
    2. hehe..benar, Mak..sejuta kurang 500, kata depannya masih sembilan ratus ribu =D

      Delete
  3. saya juga punya cita2 untuk invest mak, inginnya sih punya ruko, mudah2an nanti tercapai itung2 sebagai tabungan masa depan

    ReplyDelete
  4. Godaan lapar mata itu kadang suka datang dan sulit ditolak, hehehe. Kalo udah ngga kepakai baru deh menyesal belakangan. :') Sukses mak lombanyaaa..

    ReplyDelete

Silakan berkomentar yang sopan, tapi jangan beri link hidup di postingan ya. Terima kasih sudah berkunjung :)


Hubungi lewat: itshenipuspita@gmail.com
Jangan lupa follow IG @henipuspita29 @letsplayandlearn
Twitter @henipuspita29