Sunday, November 19, 2017

Keluarga Kami Nggak Anti Gadget, How About You?

Gambar: www.pixabay.com

Seseorang asyik dengan gadgetnya sudah menjadi pemandangan yang biasa sekarang. Mulai dari anak-anak sampai kakek nenek akrab dengan gadget. Keluarga kami juga nggak anti gadget. Tapi insyaa Allah nggak sampai kecanduan ya. Baca dulu yuk cerita tentang keluarga kami dan gadget.


1. LDRan

Saya dan suami sempat LDRan. Jadi 6 bulan saya dan Rayyaan (yang belum punya adik) tinggal di Bandar Lampung, 6 bulan berikutnya nyusul Papa ke Manado. Itupun sering ditinggal dinas luar. Jadi kalau lagi LDRan apalagi yang jadi perantara kangen kalau nggak doa dan gadget? Masa mau pakai merpati pos? He he. Sekarang kami sudah tinggal di Bandar Lampung, tapi dinas luarnya Papa jalan terus. Obat kangennya anak-anak (dan Mamanya juga hi hi) ya video call sama Papa tiap pagi dan malam. Supaya Ayah dan Anak Tetap Dekat Meski Jarang Bertemu lho.

2. Hobi dan Pekerjaan

Alhamdulillah hobi ngeblog saya bisa membawa berkah lain berupa tawaran kerjasama. Namanya ngeblog perlu koneksi internet dong. Dan saya masih mengandalkan koneksi internet dari gadget (handphone) ntah itu untuk mempublikasikan tulisan di blog, untuk browsing, atau untuk mengirim email kerjaan. Rayyaan juga sudah mulai paham kalau Mamanya ngetik-ngetik pakai lappie atau pegang-pegang handphone sering untuk ngurusi kerjaan.

Gambar: www.pixabay.com

3. Channel Edukatif di Youtube

So pasti tau dong kalau di Youtube banyak banget channel yang isinya video yang keren-keren. Video selebgram yang onoh? Yang onoh mana? He he. Pastinya yang video-videonya bermanfaat dan edukatif ajalah kalau untuk anak-anak. Mulai dari video tentang belajar bahasa Inggris, membuat percobaan ilmiah, sampai tutorial baking dan DIY project. Rayyaan suka lho.

4. Video Offline

Meski membolehkan Rayyaan menonton Youtube, tapi jarang banget lho data selulernya kami hidupkan. Lebih baik kami memilih beberapa video untuk didownload dan ditonton secara offline untuk Rayyaan. Lebih aman begitu daripada saat online nggak sengaja nonton video yang kurang baik.

Unfortunately ada orang jahat (biar aja sekalian saya sebut jahat hu hu) yang mengupload video animasi ke youtube, tapi kontennya nggak baik untuk anak-anak. Ada konten kekerasan dan pornografinya! Memilih mendownload video supaya bisa ditonton offline juga jadi salah satu cara saya Melindungi Anak dari Pelecehan Seksual.

5. Waktu Penggunaan

Kalau Rayyaan mau pinjam gadget Mama Papanya, kami berikan batas waktu. Misalnya “Kakak boleh pinjam handphone Mama sampai jarum panjang di jam itu ke angka 4 ya, berarti 10 menit aja.” Nah orangtuanya juga harus adil nih. Kami sedang membiasakan membatasi waktu penggunaan gadget juga. Misalnya jam 6-8 malam, simpan gadget di lemari. Atau saat bermain dengan anak, singkirkan dulu gadgetnya dan beri perhatian penuh. Kalau anak-anak sudah puas main dengan Mama Papanya dan asyik main sendiri, baru bilang “Mama mau cek kerjaan dulu ya sekian menit lewat handphone Mama.”

6. Gadget Khusus

Nggak ada gadget khusus untuk Rayyaan. Kami punya tablet yang sudah cukup lama nggak digunakan, tapi itupun nggak kami lungsurkan ke Rayyaan he he. Kalau mau pakai ya pinjam aja punya Mama dan Papanya. Belum perlulah anak seusia Rayyaan (5 tahun) punya gadget sendiri.

7. Anak Diasuh Gadget?

Video yang saya download untuk Rayyaan biasanya berdurasi kurang lebih 10-15 menit. Lumayan waktu segitu kalau untuk ke kamar mandi atau ngemil. Anaknya diasuh gadget? Ah biarlah orang mau bilang apa. Toh kenyataannya kami yang tau kalau main gadget hanya sebagian kecil dari kegiatan Rayyaan. Selebihnya ya main mobil-mobilan atau apalah selain gadget he he. Oh iya, di blog ini juga ada cerita kegiatannya Rayyaan di postingan berlabel Home Education.

8. Syarat Meminjam

Oh iya, kalau di rumah juga pakai syarat-syarat lho. Misalnya bereskan dulu mainannya, pinjam dengan cara baik-baik dan nggak memaksa.

9. Pemakaian Gadget di Luar Rumah

Kalau pergi-pergi biasanya Rayyaan selalu membawa mainan. Tapi adakalanya dia bosan kalau nggak ada anak lain untuk bermain he he. Jadi kadang kami bolehkan ia untuk meminjam gadget (mostly tetap dengan data selulernya off) untuk mengurangi kebosanan. Kalau ke suatu tempat dan ketemu anak yang klik, kadang bisa nonton video bareng di gadget. Tapi sering juga gadgetnya terlupakan dan asyik bereksplorasi he he.

Gambar: www.pixabay.com

10. Mendampingi Anak

Seperti yang saya tulis di atas, di Youtube juga ada animasi yang nggak baik untuk anak-anak. Tokohnya si tokoh kartun yang banyak disuka anak-anak, tapi ada orang jahat yang membuat cerita yang nggak baik dengan memakai tokoh-tokoh tersebut. Meskipun sudah pakai mode aman, tetap ada yang lolos lhoo. 

Jadi kalau pegang gadget dengan posisi data seluler on, saya dan papanya harus siap mendampingi/mengecek apa-apa yang ditonton anak. Sering juga Rayyaan yang tanya "Mah, kalau yang ini boleh nggak?" atau cerita "Pah, ini ceritanya Tayo begini begitu." Jadi kami tahu apa yang ditonton anak.

11. Jadi Teman Main Terbaik

Sekeren apapun gadget, orang tua tetaplah teman main terbaik anak. Saya tahu bahwa para ayah harus bekerja dari pagi sampai sore atau bahkan malam. Ibu juga banyak banget pekerjaan domestik. But still, main sama anak is a must. (Beberapa ide bermain dengan anak saya tulis di blog www.letsplayandlearn.net)

Siang hari saat ngantuk-ngantuknya dan badan sudah terasa capek plus mood sudah mulai goyang, maunya sih tidur ya, Moms. Bapak-bapak kalau pulang ngantor juga pasti maunya selonjoran dengan tenang. Tapi alhamdulillah ada amanah dari Allah berupa anak-anak yang harus diperhatikan. 

Dari jam 6-8 malam saja, meski cuma 2 jam, bisa main dan berinteraksi dengan anak-anak tanpa teralih perhatiannya oleh gadget itu ternyata menyenangkan banget. Semoga dengan meluangkan waktu bermain dengan anak, anak akan ingat bahwa semenyenangkan apapun gadget, lebih asyik bermain dengan Mama dan Papanya sehingga nggak ada cerita kecanduan gadget pada anak. Simak juga ya tulisan Mencegah Anak Kecanduan Gadget dengan Disiplin Positif yang ditulis Mak Yervi Hesna di blog KEB.

11 comments:

  1. Sama mbk,aku lumaysn koleksi video offline buat anak. Tapi anakku jarang lihatnya, sehari sekzli kadang 2 hari sekali.

    ReplyDelete
  2. Poin nomor 8 patut ditiru buat anak anak saya mak. Main gadget sebagai 'hadiah' karena mereka sudah mengerjakan sesuatu

    ReplyDelete
  3. Saya LDR sama suami, jadi gadget ini penting banget untuk komunikasi.

    ReplyDelete
  4. Gadget jadi andalanku setiap pagi, Mbak. Pas aku mau masak dan Abinya juga lagi bantu bersih2 rumah. Kak Ghifa nonton youtube offline deh.

    ReplyDelete
  5. Meski belum punya anak, tapi saya kadang meminjam gadget pada ponakan. jadilah pakai syarat dan batas waktu juga saya terapkan ke mereka. Alhadmdulillah berjalan lancar :)

    ReplyDelete
  6. Betuuul.. Yang penting pendampingan buat anak ya, mak. No gadget tapi kurang oengawasan ortu juga bablas kuga
    Hehe

    ReplyDelete
  7. jadi lebih tau, nih. semoga bermanfaat

    ReplyDelete
  8. jadi lebih tau semoga bermanfaat

    ReplyDelete
  9. Setuju mbak henny,sayangnya hanifah kalau pegang hp itu mau terus terus dan terus. Jadi harus dibuat perjanjian berapa lama boleh pinjam, dan kalau ummi minta no nangis ya. Tetap dalam pantauan ummi

    ReplyDelete
  10. Akupun gitu mba. Selalu ada disamping anak2 klo mereka nonton youtube. Udah kaya satpam deh aku. "Nonton apa itu?", "ceritanya gimana?", "coba bunda liat dulu videonya".

    ReplyDelete
  11. Chanel2 yucub yang rekomendid dong mb.. hihi.. belum berani nih kasih Rania nonton di hape 😀

    ReplyDelete

Silakan berkomentar yang sopan, tapi jangan beri link hidup di postingan ya. Terima kasih sudah berkunjung :)


Hubungi lewat: itshenipuspita@gmail.com
Jangan lupa follow IG @henipuspita29 @letsplayandlearn
Twitter @henipuspita29