Wednesday, January 4, 2017

Hari Ibu 22 Desember 2016: Lahirnya Baby Razqa

Hari Ibu 22 Desember 2016: Lahirnya Baby Razqa

Alhamdulillah masih diberi kesempatan bertemu dengan tahun 2017. Punya harapan apa untuk tahun 2017 ini? Saya sih berharap semoga bisa lebih disiplin, fokus, sehat, sabar, dan banyak-banyak bersyukur. Selain itu saya juga berharap di tahun ini bisa lebih konsisten ngeblog. Harus semangat nih soalnya ada empat blog yang harus diisi he he. Harus pintar juga membagi waktu karena alhamdulillah bulan Desember lalu keluarga kecil saya ketambahan satu orang anggota baru, tepatnya di momen Hari Ibu 22 Desember 2016.


Yang ditunggu-tunggu akhirnya lahir juga. Siapa lagi kalau bukan adiknya Rayyaan. Bisa pas banget dengan momen Hari Ibu ya? Saya sih menyebutnya sudah takdir Allah. HPL sebenarnya tanggal 20 Desember tapi sampai tanggal tersebut memang belum ada tanda-tanda si adik akan lahir. Saat cek ke dokter kandungan mengingat saat itu kondisi masih baik, jadi dokter masih menyarankan untuk menunggu maksimal sampai tanggal 26 Desember untuk VBAC/vaginal birth after caesar. Soalnya untuk VBAC memang salah satu syaratnya adalah tidak boleh ada induksi buatan. Jadi ya harus menunggu adanya kontraksi alami.


Nah tenang juga ya kalau dokter kandungannya menyarankan demikian, jadi nggak terkesan buru-buru. Tapi manusia memang hanya bisa berencana dan Allah yang menentukan. Pagi tanggal 22 Desember kira-kira jam 9.30 saya merasakan ada rembesan air ketuban. Jadi saya langsung mengontak pihak RS dan disarankan segera datang. Saat itu Papanya Rayyaan sebenarnya belum cuti, tapi namanya kondisi darurat ya. Teman-temannyapun langsung menyuruh si Papa pulang he he.

Berhubung sudah ada rembesan air ketuban saya sudah menyiapkan mental kalau-kalau harus menjalani operasi SC lagi. Setelah dicek oleh dokter jaga memang belum ada bukaan dan sayapun tidak merasakan ada kontraksi sama sekali. Akhirnya diputuskan saya harus menjalani operasi SC hari itu juga pada jam 4 sore. Agak sedikit dag dig dug sih. Soalnya HB saya dinyatakan rendah sehingga pihak keluarga harus menyiapkan 3 kantung darah. Selain itu tensi saja juga sempat drop.

Rencana operasi jam 4 sore harus mundur satu jam karena dokter anestesinya terlambat datang. Tapi saya sendiri nggak sadar sih kalau operasinya belum dimulai karena ada anggota tim dokter yang belum datang. Makanya bengong saat tiba-tiba ada seorang ibu yang masuk ke ruangan operasi dan meminta maaf pada saya karena terlambat datang. "Eh, ibu ini kenapa tiba-tiba minta maaf ya? Oh rupanya beliau ini dokter anestesinya tho." Dengar-dengar obrolan para dokter sih pada saat itu jadwal dokter anestesi lumayan padat karena ada beberapa dokter anestesi yang tidak bertugas.

Sebelum operasi dimulai ada doa bersama yang dipimpin oleh dokter kandungan yang akan mengoperasi saya. Alhamdulillah operasi berjalan lancar. Jam 5.25 baby Razqa lahir ke dunia. Meski kondisi air ketuban sudah banyak berkurang tapi alhamdulillah si adik sehat dan langsung menangis kencang.

Bagaimana rasanya menjalani operasi SC? Karena dibius dari pinggang ke bawah pasti nggak merasakan sakitnya melahirkan dong ya? Well, operasi SC nggak semenakutkan yang dibayangkan kok. Tapi bukan berarti si ibu juga bebas dari rasa sakit sih. At least itu yang saya rasakan. Saat si baby diangkat dari rahim itu rasanya seperti nafas ditarik sampai ke ujung tenggorokan. Tidak hanya itu, saat sayatan operasinya dijahitpun sebenarnya saya merasakan tekanannya kok, periiiiih. Rasanya seperti punya sakit maag akut dan perut terasa perih sampai tidak bisa bergerak. Sakit? Ya sakitlah. Saat itu saya hanya bisa berdoa sambil mengatur pernafasan dan mengingatkan diri sendiri untuk bersabar.

Jam 6 tepat operasipun selesai. Namun saya harus menunggu di ruang observasi dulu selama kira-kira 1 jam sebelum diperbolehkan beristirahat di kamar. Yang menunggui saya selama dioperasi adalah bapak dan ibu saya, Rayyaan dan papanya, serta dua orang om saya. Si om ini nih yang membantu papanya Rayyaan mencari donor darah tambahan. Alhamdulillah dari 3 kantung darah yang disiapkan ternyata saya hanya perlu 2 kantung saja.

Jam 7 malam akhirnya saya boleh beristirahat di kamar sementara si adik masih diobservasi dulu. Rayyaan sempat pulang dulu ke rumah dengan papanya dan eyangnya karena ada beberapa barang-barang yang diperlukan untuk menginap di RS. Jam 9 malam akhirnya si baby Razqa diantar ke kamar. Karena saya ingin memberikan ASI eksklusif jadi si baby sudah tidur sekamar dengan kami. Hanya pada pagi dan sore hari diambil sebentar untuk dimandikan.

Kalau SC untuk yang kedua kalinya rasanya lebih sakit ya dibanding yang pertama? Hmm... Iya sih he he. Apalagi karena HB sempat rendah dan tensi sempat drop. Pasca operasi itu badan ternyata sempat gemetaran.


Soal sakit karena luka operasinya paling terasa saat pertama kali bangun dan berjalan ke kamar mandi. Selama 3 hari pertama saya harus dituntun saat ke kamar mandinya, tapi dari kamar mandi kembali ke tempat tidur sih nggak perlu. Hari Minggunya alhamdulillah saya dinyatakan boleh pulang. Satu dua hari kemudian saya bisa beraktivitas dengan lebih nyaman termasuk mulai cuci-cuci bajunya si baby dan memasak sebentar di dapur.

Saat kontrol ke dokter seminggu kemudianpun alhamdulillah dokter bilang kondisi saya (plus luka operasinya) baik dan tak ada masalah. Bapak mertua juga sempat heran melihat kok saya berjalannya sudah 'nyantai' gitu he he. Yah, kalau ibu melahirkan kan sebenarnya bukan pasien 'sakit' gitu ya. Kalau terlalu kepikiran mau ini itu takut sakit, gimana dong nasib dua bocah yang harus diurusin? He he...

Meski nggak berjodoh dengan VBAC tapi saya bersyukur proses operasi SC lancar dan saya serta baby Razqa selamat dan sehat. Terima kasih untuk para tenaga kesehatan yang membantu proses kelahiran baby Razqa serta proses pemulihan saya di RS. Terima kasih untuk keluarga yang mendampingi saat proses operasi dan juga untuk teman dan kerabat yang menyempatkan diri menengok baby Razqa juga mengirim doa lewat IM dan medsos. Doakan semoga Baby Razqa selalu sehat dan Mamanya cepat pulih yaaaaa.

10 comments:

  1. Lucunya Mbak. Gemes lihatnya.
    Selamay ya Mbak, semoga jadi anak yg berguna bagi nusa bangsa dan agama.
    Peluk si kecil ya, duh lucu bangettttt :)

    ReplyDelete
  2. Selamat yaaa ... Semoga rukun sll kakak beradik nya ^^

    ReplyDelete
  3. Hi Baby Razqaaaa.. titip cium dari jauh ya mba.. gemes deeeh..
    www.sistersdyne.com

    ReplyDelete
  4. Selamaaat, bayinya lucu banget! Pengalaman SC ke 2 temen2 aku bilang emang suka lbh sakit dari pertama, makanya blm minat hamil lagi sekarang hahahaha, mana udah tua pun.. susah kalau mau vbac, sehat2 terus ya mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak. In the end yg penting ibu bayi sehat selamat :)

      Delete
  5. Selamat Mbak atas kelahiran anak kedua. Semoga sehat selalu.

    ReplyDelete

Silakan berkomentar yang sopan, tapi jangan beri link hidup di postingan ya. Terima kasih sudah berkunjung :)


Hubungi lewat: itshenipuspita@gmail.com
Jangan lupa follow IG @henipuspita29 @letsplayandlearn
Twitter @henipuspita29