Sensasi Mandi Parfum dengan Vitalis Body Wash Kembalikan Kesegaran Tubuh Setelah Memotret


“Sejak kapan hobi motret, Mbak?”
Hal ini kerap ditanyakan orang saat saya memotret sebuah produk. Hmm, sejak kapan ya? Yang jelas saat SD saya sudah diizinkan memotret dengan kamera saku jaman dulu. Itu lho yang menggunakan gulungan film. Untuk mengetahui hasilnya kita harus memproses filmnya baru kemudian bisa dicetak. Seingat saya sampai kira-kira tahun pertama kuliah, saya masih menggunakan kamera analog.

Tahun-tahun berikutnya bagaimana? Saat itu ponsel berkamera mulai marak meski kameranya masih tipe VGA. Baru saat saya sudah bekerja dan punya gaji sendiri, saya bisa memiliki sebuah kamera saku digital. Tahun 2013 saya berkenalan dengan DSLR, meski seringkali yang saya pakai adalah pengaturan otomatisnya he he. 

Namun tahun 2017 saya kembali akrab dengan kamera ponsel. Kualitasnya tentu sudah jauh berbeda dengan kamera ponsel tahun 2000an ya. Makin canggih deh pokoknya. Tahun 2018 saya kembali menggunakan kamera DSLR, khususnya untuk mengeksplorasi pengaturan manualnya untuk belajar memotret produk.

Memotret produk itu asyik lho. 

Kenapa memilih memotret produk? Awalnya karena ingin memotret hasil eksperimen di dapur dan serta berbagai produk yang saya gunakan di rumah. Akhirnya merambah ke memotret produk yang dijual oleh teman-teman dekat. Sampai akhirnya alhamdulillah dihubungi beberapa pihak untuk memotret produk untuk keperluan promosi usahanya. 

8 Langkah Memotret Produk 


Foto produk memang terkesan lebih mudah karena obyek yang difoto bukan benda mati. Tapi sebenarnya tidak semudah itu juga sih. Banyak yang harus dipelajari, dipertimbangkan, dan dieksplorasi. Ternyata foto produk itu juga ada prosesnya. Bukan sekedar meletakkan produk di meja, dipotret, lalu selesai. Teman-teman mau mencoba memotret produk sendiri di rumah? Saya kasi bocoran deh, biasanya apa saja yang saya lakukan.


1. Membuat Konsep


Nah, memotret produk kan ternyata nggak cuma taruh produk trus jepret saja. Kita kan maunya dapat foto yang oke dan nyeni. Kalau mau diunggah ke medsos sih istilahnya ‘instagramable’ dan tujuannya tentu saja membuat orang tertarik untuk mencoba dan membeli.

Buat konsep dulu supaya nggak mati gaya saat memotret. 

Supaya nggak mati gaya saat memotret, di awal kita harus membuat konsep dulu. Ini produk mau difoto dengan tema seperti apa sih? Kita bisa jalan-jalan di instagram atau pinterest. Bukan meniru mentah-mentah ya namun untuk referensi dan belanja ide.


2. Menyiapkan Properti


Supaya foto kelihatan lebih oke, kita bisa menggunakan properti pendukung. Jumlah, jenis hingga warnanya tergantung konsep yang kita buat. Ingin menggunakan properti dalam jumlah sedikit boleh, ingin menggunakan dalam jumlah lebih banyak juga boleh. Semua tergantung konsep dan bagaimana kita mengatur komposisinya supaya terlihat bagus saat difoto.

Komposisi warna bisa membuat foto jadi lebih menarik. 

3. Mengatur Pencahayaan


Pencahayaan adalah salah satu hal yang paling krusial. Namanya juga fotografi, kurang lebih artinya proses menghasilkan gambar dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut. Kalau nggak ada cahaya, apa dong yang mau dipotret? He he. 

Kita bisa menggunakan cahaya alami (matahari) untuk memotret. Misalnya di teras rumah atau di samping jendela besar. Cahaya paling baik adalah sekitar jam 8 hingga jam 9 pagi karena intensitasnya yang lembut dan warnanya putih.

Ini salah satu contoh skema pengaturan cahaya. 

Kalau tidak bisa memotret di pagi hari bagaimana? Kita bisa menggunakan diffuser supaya cahaya lebih lembut. Memotret di sore hari juga bisa lho, hanya saja cahaya matahari sudah berwarna kekuningan. Cahaya buatan atau artifisial juga patut dipertimbangkan. Terutama saat cuaca mendung atau memang cahaya natural tidak memadai. Salah satu yang bisa digunakan adalah lampu soft box

Bagaimana dengan arah cahayanya? Kalau langsung dari depan ternyata akan membuat obyek terlihat datar. Jadi yang disarankan adalah arah cahaya dari samping, samping belakang, dan belakang. Arah cahaya ini bisa dikombinasikan juga ya. 

4. Menyusun Obyek


Saat meletakkan obyek yang akan difoto, ternyata ada beberapa komposisi yang bisa kita pergunakan. Salah satu yang termudah adalah meletakkan obyek tepat di tengah. Tapi ada komposisi lain yang bisa dicoba lho. Misalnya komposisi s-curve (kurva huruf S), rule of third (di titik pertemuan garis vertikal dan horizontal), dan negative space (ada bidang yang sengaja dibiarkan kosong). Mau tau lebih banyak tentang komposisi ini? Kita bisa googling dan melihat ada banyak sekali deh contohnya.

Susun obyeknya dulu sebelum memotret. 

5. Menyetel Pengaturan Kamera


Hal ini dulu sering saya abaikan. Anggapan saya waktu itu “Ah nanti diedit aja deh.” Padahal ternyata kalau ingin belajar fotografi, sebaiknya menerapkan 80% teknik, baru 20% sisanya editing. Jadi kita harus berusaha memaksimalkan proses memotret di depan produknya dulu. Termasuk mengunakan setelan kamera yang tepat.

Pelajari setelan manual kamera yuk. 

Kenapa nggak pakai setelan otomatis saja? Karena belum tentu kan setelan otomatis kamera tau apa yang kita mau. Supaya hasil lebih sesuai yang kita inginkan ya mainkan setelan manualnya. Dimulai dari mempelajari apa itu ISO, shutter speed, dan aperture.

Tuh, motret pakai HP juga bisa lho. 

Bagaimana dengan pengguna kamera ponsel? Kamera ponsel sekarang makin canggih lho. Sudah ada pengaturan profesionalnya yang sama dengan pengaturan kamera DSLR dan mirrorless. Keren kan? Yuk kita manfaatkan supaya dapat hasil foto yang sesuai keinginan. 

6. Melakukan Pemotretan


Setelah lima langkah di atas dilakukan, waktunya memotret! Meski sudah dibuat konsepnya terkadang beberapa hal perlu disesuaikan lagi. Memotret juga nggak hanya sekali jepret lalu selesai. Apalagi kalau produk yang difoto lebih dari satu jenis dan kita menggunakan konsep yang berbeda-beda.

Saat pemotretan, badan harus fit dan segar. 

Saya pernah memotret tujuh jenis makanan, masing-masing dengan konsep yang berbeda. Pernah juga memotret 40 produk dengan tiga konsep berbeda. Dan yang terbanyak, memotret 70an produk dengan dua konsep berbeda dalam satu hari. Butuh waktu berapa lama? Ya setidaknya bisa 4 hingga 5 jam deh. Sebelum memotret jangan lupa sarapan serta mandi dulu dong supaya lebih siap dan kuat mengangkat kamera berjam-jam.  

7. Membereskan Perlengkapan 


Ini dia yang sering terlupa untuk dibahas saat proses pemotretan he he. Setelahnya ada barang-barang yang harus dibereskan. Mulai dari meja, alas foto kayu, alas foto gulung, lampu, reflektor, diffuser, tripod, kamera dan lensa, produknya sendiri dan properti lain yang digunakan. Setelah memotret produk makanan tentu saja saya harus mencuci properti seperti piring dan gelas yang digunakan. 

8. Melakukan Proses Pengeditan 


Dan inilah proses terakhir dalam memotret produk, yaitu pengeditan. Mengedit di sini tujuannya untuk menambah dimensi dan tone dari foto. Tapi bahan foto yang kita gunakan adalah foto terbaik yang bisa kita hasilkan dengan menerapkan langkah-langkah di atas. Istilahnya nih ya, mengedit foto yang oke jadi lebih oke.

Touch up foto dengan aplikasi di ponsel. 

Kita bisa menggunakan Adobe Photoshop di laptop. Ada juga yang lebih praktis seperti Snapseed dan Adobe Mobile Lightroom di ponsel. Kita juga bisa menambahkan unsur tulisan di foto kita. Kalau di instagram nih yang sedang ngetrend akhir-akhir ini adalah foto ala sampul majalah. Kita bisa memanfaatkan Phonto, Picsart, atau Canva untuk membuat tulisan ala sampul majalah. 

Mengembalikan Kesegaran Tubuh Setelah Memotret


“Kalau melakukan hal yang disukai, kan capeknya nggak berasa, Mbak!”

Ya iya sih, tapi kita juga nggak boleh abai menjaga kesehatan tubuh kan. Apalagi saat marak berita tentang penyakit menular. Saat pemotretan tentu saja secara berkala saya berhenti dulu untuk duduk, menarik nafas, minum air putih, serta makan camilan untuk mengembalikan tenaga. 

Setelah selesai memotret dan beres-beres biasanya saya mandi supaya badan jadi lebih segar dan rasa lelahnya berkurang. Apalagi kalau mandinya pakai sabun yang wangiiiii. Mood juga jadi lebih baik. Terkadang kalau memotret di rumah saya juga berhenti dulu sebentar untuk mandi lagi hi hi. 

Sensasi Mandi Parfum dengan Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash 


“Keseringan mandi nggak takut kulit kering?”


Nggak dong. Karena mandinya pakai Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash. Mau tau nggak manfaatnya mandi dengan sabun ini?

3 varian Vitalis Body Wash. 

1. Menambah Energi


Mandi ternyata dapat memperlancar alirah darah di tubuh. Karena itu setelah mandi tubuh kita akan terasa lebih berenergi. Kalau begitu nggak salah dong ya saya mandi sebelum dan sesudah memotret berjam-jam.

2. Memperbaiki Suasana Hati


Setelah mandi dengan sensasi mandi parfum dari Vitalis, mood memang jadi lebih baik. Ini karena mandi bisa meningkatkan hormon endorfin yang dapat memicu perasaan tenang dan bahagia.

Mau pilih yang mana nih? 


3. Menjaga Kesehatan Kulit


Mandi dengan air dingin di pagi hari dan setelah lelah beraktivitas ternyata bisa melembabkan dan mengencangkan pori-pori kulit. Apalagi mandi dengan Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash yang diperkaya skin moisturizer yang membuat kulit halus dan lembut.

4. Meningkatkan Fokus


Manfaat lain dari mandi adalah membuat kita jadi lebih tenang dan fokus. Selain itu emosi juga jadi lebih stabil. Karena itu nggak salah dong ya kalau saya kadang-kadang mandi dulu saat memotret banyak produk di rumah. Terlebih kalau aroma sabunnya elegan, segar, dan tahan lama seperti aroma Vitalis Body Wash. 

5. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh


Salah satu manfaat terpenting dari mandi adalah meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Tidak hanya tubuh bersih dari kuman, mandi dapat memperlancar peredaran darah dan merangsang produksi sel darah putih dalam tubuh kita.

6. Mengurangi Bau Badan


Mandi dengan air hangat bisa membantu mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Bau badanpun bisa berkurang. 

7. Meringankan Nyeri Otot


Selain beristirahat, mandi juga membantu mengurangi otot yang nyeri setelah lelah beraktivitas. 

Mungkin sebelumnya orang lebih banyak mengenal Vitalis adalah merek parfum di Indonesia. Nah baru-baru ini Vitalis meluncurkan produk terbarunya. Vitalis Perfumed Moisturizer Body Wash merupakan sabun cair dengan keharuman parfum khas Vitalis. Mandi dengan Vitalis Body Wash ini selain membuat kita mendapatkan berbagai manfaat mandi di atas, juga membuat tubuh kita jadi wangi parfum yang elegan, segar, dan tahan lama. 

3 Varian Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash


Vitalis Body Wash hadir dalam tiga varian, yaitu:

1. Soft Beauty (Skin Nourishing)


Sabun ini mengandung ekstrak alpukat dan vitamin E yang membantu menutrisi dan melembabkan kulit. Menjadikannya lebih lembut dan elastis. Aromanya merupakan perpaduan wangi segar yang dari fruity aldehydic, rose & violet yang feminin, serta manisnya wangi tonka bean & sandalwood.

Aromanya lembut dan sabunnya menghaluskan kulit. 


2. Fresh Dazzle (Skin Refreshing) 


Varian ini mengandung ekstrak jeruk yuzu dan teh hijau yang memberikan kesegaran saat mandi dan membuat mood jadi lebih baik. Wangi sabun ini bisa memperbaiki suasana hati. Aromanya adalah perpaduan segarnya wangi bergamot, floral bouquet yang elegan, serta musk amber yang tahan lama.

Aromanya segar dan membuat mood jadi lebih oke. 

3. White Glow (Skin Brightening)


Sabun ini mengandung ekstrak licorice dan susu yang bisa membantu mencerahkan kulit. Kulit jadi tampak lebih bersih dan cerah. Aroma merupakan perpaduan manisnya cherry dan raspbery, serta wangi marshmallow dan gardenia yang lembut, dan kombinasi woody dan suede yang glamor dan tahan lama.

Aromanya elegan dan sabunnya membuat kulit jadi bersih dan cerah. 

Bingung mau nyobain aroma yang mana? Saya sarankan sih coba tiga-tiganya he he.

Kemasannya sendiri hadir dalam warna yang cerah, mudah digenggam, dan tutup botol yang didesain agar sabun mudah dituang namun tidak mudah tumpah setelah ditutup. Botolnya sendiri terlihat eksklusif dengan warna yang menarik.

Cara memakainyapun mudah. Tuang saja ke tangan yang sudah dibasahi air, kemudian usap-usap tangan hingga sabun cairnya berbusa.

Kita juga bisa menggunakan shower puff untuk mendapatkan busa yang lebih melimpah. Sapukan busa ke seluruh tubuh, nikmati wangi parfumnya, dan bilas deh hingga bersih.

Kelebihan lain produk ini adalah sudah mendapatkan Sertifikat Halal dari MUI, jadi bagi umat Muslim produknya aman digunakan.


Saya sudah mencoba ketiga varian ini dan memang aromanya bisa membuat perasaan jadi lebih baik. Badan jadi lebih segar dan rileks. Capek setelah berjam-jam motretpun berkurang setelah merasakan sensasi mandi parfum dengan Vitalis Body Wash. Selain itu saya juga nggak perlu khawatir kulit jadi kering.

Untuk harga kita juga tidak perlu khawatir. Kita bisa merasakan sensasi mandi parfum di rumah dengan Vitalis Body Wash, hanya dengan Rp 9.000an saja untuk kemasan 100 ml dan Rp 18.000an untuk kemasan botol 250 ml. Kalau isinya sudah habis, kita bisa membeli isi ulangnya seharga Rp 25.000an saja per bungkus isi 450 ml. Wah bisa bebas mandi parfum setiap hari tanpa bikin kantong bolong nih! 


Sekarang saya mau motret lagi ah. Meski kesibukan bertambah karena anak-anak sedang belajar di rumah, tapi harus tetap semangat dong. Ada yang sedang bekerja dari rumah sambil membimbing anak-anak belajar juga? Kalau lelah menghampiri dan mood mulai turun, istirahat dulu yuk Mams. Kembalikan energi, mood, dan kesegaran tubuh dengan sensasi mandi parfum dengan Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash. 

Sumber:

https://www.alodokter.com/segarnya-manfaat-mandi-pagi-dengan-air-dingin
32 comments on "Sensasi Mandi Parfum dengan Vitalis Body Wash Kembalikan Kesegaran Tubuh Setelah Memotret"
  1. Aku sukaakkk dgn semua aroma Vitalis!
    Super menyegarkaaan
    So relaxing and refreshing gituuu

    ReplyDelete
  2. Fotonya apik-apik banget mba. Keren deh, kan jadi terinspirasi klo gini hehehe. Btw, aku pake Vitalis juga loh. Wanginya enak dan tahan lama. Sekarang serumah kalo mandi pada pake Vitalis juga. Hehehe

    ReplyDelete
  3. Masya Allah, bagus hasil fotonya, Mbak ...
    Kalau suka memotret, habis mandi pakai Vitalis, badan segar dan nyaman hasil foto kayaknya jadi jauh lebih bagus ya ketimbang memotretnya sebelum mandi hihi.

    ReplyDelete
  4. Wah mba keren banget sejak SD yah :) aku tuh pengen banget deh belajar fotografi juga cuman masih belum bisa aja padahal sering liat yang tutorial2 hahaha..

    ReplyDelete
  5. Mbaaaa, kereeennn maksimal ini mah!
    Jadi dikit belajar memotret nih saya, menarik ya ternyata, makanya banyak yang suka ikutan kelas motret gini, apalagi sebagai blogger kita harus bisa menampilkan foto produk yang bagus :)

    Btw saya pun suka vitalis bodywash ini loh, terutama yang hijau :)

    ReplyDelete
  6. Setelah beraktivitas, mandi juga jadi nikmat banget. Saya abis blogwalking ini juga pengen mandi. Setelah itu lanjut ke aktivitas lainnya

    ReplyDelete
  7. Makasih banget ilmu memotret produknya, mba.
    Nyiapin properti untuk foto-foto dan beberes setelahnya memang lumayan menguras energi. Mandi dengan Vitalis body wash menjadi solusi jitu.

    ReplyDelete
  8. Sebenarnya kenapa ya motret & bikin video tu keringetan banget? Makanya kalau bikin konten aku nggak mandi dulu. Tapi bukan konten foto diri loh, karena kontenku memang kebanyakan benda jadi nggak mandi nggak apa2. Heheee

    ReplyDelete
  9. Mbaaaa...sukaaak deh dg foto2 produknya. Apalgi foto terakhir tuh. Kece bangeeet... Thx bocoran tips motretnya ya mba..
    Oyaklo ttg Vitalis ini aku suka yg pink hehe..

    ReplyDelete
  10. Sering mandi gak takut kering kalau sabunnya kaya vitalis body wash soalnya mengandung pelembab yang bisa menjaga kelembaban kulit ya

    ReplyDelete
  11. Waaah tips nya keren...aku juga pengen belajar memotret dan menghasilkan foto yang bagus. Kalau pakai Vitalis body wash membuat kulit tubuh kita tetap lembab dan gak gampang kering ya mbak...aku juga suka aromanya seperti mandi parfum.

    ReplyDelete
  12. Keren nih artikelnya. Kepake banget untuk para blogger. Vitalis enak nih wanginya. Aku suka yang varian pink

    ReplyDelete
  13. Wah.. Teknik memotretnya sudah tingkat profesional ini ya. Hebat, Mbak. Edited version nya juga makin keren. Tampilan cover majalah.

    ReplyDelete
  14. Gagal fokus sama ilmu memotretnya. Mandinya ntar dulu deh. Saya mau belajar lagi. Ga cukup baca sekali ini baca soal teknik memotret nya. Saya harus baca ulang...

    ReplyDelete
  15. Yang background putih cantik banget, Mbak. Kayak cover majalan atau untuk poster iklan. Tipsnya juga bermanfaat. Saya motret masih pakai hp aja.

    ReplyDelete
  16. Wah iya banget, aku pun ngerasain sensasi segarnya mandi dengan Vitalis Body Shower ini. Apalagi di masa riweuh anak-anak school from home dan suami yang WFH kayak sekarang. Mumet-mumetnya hilang setelah mandi.

    ReplyDelete
  17. sejujurnya aku suka semua wanginya Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash, sekarang lagi favorit pakai yang pink soft banget

    ReplyDelete
  18. Waaw...kalau di potret sama prodfesional itu jadinya suka lebih waah yaa...
    Dari mulai ide, angle sampai feel nya tuh...bisa sampai ke yang melihat.

    Pengen banget belajar secara langsung sama kak Heni.

    ReplyDelete
  19. Aku salfok sama hasil potretnya kak, keren banget deh, Eye Catching gitu, pengen pinter juga nih motret dengan hasil yang memuaskan. Btw mandi pake Vitalis sangat nyegerin, aq suka yang varian Fresh dazzle

    ReplyDelete
  20. Saya suka memotret pas senja karena suasananya selalu mendukung. Tapi pas motret Vitalis ini pas pagi-pagi masih agak gelap karena buru-buru mau bekerja jadi pakai ISO yang tinggi dan bukaan lebar supaya lebih terang.

    ReplyDelete
  21. Wah ajarin donk motret mbak :D
    Teorinya apik nih dan tipsnya makasih ya ntr kupraktikkan.
    BTW iya abis beraktivitas kalau mandi pakai Vitalis badan jadi lumayan segeran dan wanginya itu mengembalikan s emangat yaaaa

    ReplyDelete
  22. Keren mbak, aku jadi pengen belajar foto. Btw dari ketiga varian ini aku paling senang sama White Glow mbak aromanya segar banget dan buat kulit glow.

    ReplyDelete
  23. Hasil fotomu bagus-bagus mba, beneran kualitasnya kayak yang ada di majalah-majalah gitu. Pengin juga bisa manfaatin fitur manual di hp, tapi lebih sering enggak sabarannya mba. Maunya jepret-jepret langsung bagus hahahaa...

    ReplyDelete
  24. Vitalis bikin hepi dan segar sepanjang hari
    soalnya aku praktik sendiri hehehe mandi kesegaran dengna vitalis menenangkan.

    ReplyDelete
  25. aku jadi pengen coba juga deh mbaa...kayaknya wanginya asliii ya enak semuaaanya. Segaaar

    ReplyDelete
  26. Bener banget tuh, habis kerja mandi langsung segar sekali

    ReplyDelete
  27. Keren foto vitalisnya Mbak
    Semoga menang sebagai juara terbaik ya Mbak
    Saya mau mandi dulu aja sama Vitalis Ungu

    ReplyDelete
  28. Favorit emak gua wkwkw, sebenernya vitalis ada berapa varian ya kak??? Kok aku pusing milih kalau di supermarket

    ReplyDelete
  29. Suka banget hasil potret Mbk Heni, cakep deh kalau saja bisa belajar lebih intensif aku daftar deh hehe... mandi pakai Vitalis emang menyegarkan ya, Mbk. Wangi pula.

    ReplyDelete
  30. Wah baca ini jadi ikut terlarut belajar foto dan terbayang wangi mandi dengan vitalis. Saya penasaran yang ungu, sepertinya menggoda dengan aroma favoritku tuh. Nice info mbk.

    ReplyDelete
  31. Saya juga senang memotret. Ingin sekali bisa fokus kesana hehe. Terima kasih tipsnya Mba Heni 😊😊

    ReplyDelete
  32. Paling favorit varian yan fresh dazzle, aromanya fresh banget. Dan cocok banget buatku yg suka outdoor activity

    ReplyDelete

Silakan berkomentar yang sopan, tapi jangan beri link hidup di postingan ya. Terima kasih sudah berkunjung :)


Hubungi lewat: itshenipuspita@gmail.com
Jangan lupa follow IG @henipuspita29 @letsplayandlearn
Twitter @henipuspita29

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9