Mengatasi Kulit Kering dengan Erhalogy Skin Barrier


Mengatasi Kulit Kering dengan Erhalogy Skin Barrier. Beberapa waktu lalu saya dan teman-teman di komunitas fotografi berkesempatan belajar tentang portrait and hijab fashion photography. Biasanya lebih sering memotret makanan, hari itu saya merasakan bagaimana memotret model yang ayu dan kinclong wajahnya he he. 

Melihat para model tersebut, jadi merasa diingatkan lagi deh tentang perlunya merawat kulit termasuk kulit wajah. Terlebih saat kelar sesi pemotretan dan wefie seru-seruan bareng peserta lain dan para modelnya.


Ih ternyata ya kulit saya sekarang lebih mudah kering dan kusam. Apalagi kalau dibandingkan dengan kulit modelnya, hi hi hi. Terlebih setelah berpanas-panas ria sesi pemotretan outdoor. Padahal sebenarnya kulit saya termasuk kulit berminyak. 

Penyebab Kulit Kering dan Kusam


Ciri kulit mengalami kekeringan (deuh ternyata bukan tanah aja yang bisa kekeringan) di antaranya adalah, permukaan kulit terasa kasar, muncul garis halus, terlihat kemerahan, bersisik dan mengelupas, dan bisa timbul pula rasa gatal.

Meski tidak semuanya, ada juga ciri yang saya alami terutama kulit terasa dan terlihat kering dan mulai muncul garis halus. Sebenarnya apa ya penyebab kulit kering?

Faktor cuaca dan terkena paparan sinar matahari secara langsung.


Wah betul juga nih. Di kota saya (dan sepertinya di daerah lain di Indonesia) sedang mengalami kemarau panjang. Udara rasanya panas dan kering. Ditambah lagi kalau beraktivitas di luar ruangan tanpa topi ataupun payung, membuat kulit terasa kering dan kusam.

Kurang asupan cairan.


Aktivitas padat, cuaca panas, tapi kurang asupan cairan? Siap-siap kulit akan menjadi kering. Karena cairan itu penting untuk menjaga kelembaban kulit.

Iritasi akibat parfum atau deterjen.


Nah iya nih, saya juga pernah membaca kalau kulit bisa saja alergi dengan bahan seperti parfum atau deterjen yang kita pakai sehari-hari.

Mandi uap atau mandi dengan air yang terlalu panas suhunya.


Suka mandi air hangat? Bukannya tidak boleh lho. Tapi pastikan airnya tidak terlalu panas ya. Ya suam-suam kuku saja sudah cukup deh. Karena ternyata air yang terlalu panas dan juga mandi uap jika terlalu sering bisa menyebabkan kulit menjadi kering.

Pertambahan usia.


Nah yang satu ini juga tidak dapat ditolak nih hi hi. Semakin bertambahnya usia (terlebih yang berusia 40 tahun ke atas), elastisitas kulit akan semakin menurun. Kulit menjadi lebih kering dan lebih tipis. Saya pun mengalaminya, meski belum menginjak kepala 4, tapi kulit yang sebenarnya tipe berminyak sudah terasa lebih cepat kering dan kusam.


Bagaimana Cara Mengatasi Kulit Kering?


Kalau dibaca dari penyebabnya, sebenarnya kita bisa mengetahui ya apa saja yang bisa dilakukan untuk mengatasi kulit kering. Misalnya menghindari terkena paparan sinar matahari langsung dan memastikan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi.

Selain itu kita juga bisa menghindari mandi dengan air yang terlalu panas dan tidak memakai produk yang bisa menyebabkan iritasi.

Selain cara tersebut, kita juga bisa mengatasi kulit kering dengan menggunakan produk perawatan kulit yang sesuai. Bagi yang bermasalah dengan kulit kering, saya mau cerita pengalaman mencoba produk Erhalogy Skin Barrier Facial Wash dan Erhalogy Skin Barrier Moisturizer.


Ngomong-ngomong, skin barrier itu apa sih? Skin barrier merupakan lapisan kulit terluar. Fungsinya adalah melindungi kulit dari berbagai hal yang bisa menyebabkan kerusakan kulit. Misalnya bakteri, debu, polusi dan sinar matahari UVA serta UVB.

Skin barrier ini bisa rusak lho. Contohnya karena malas menggunakan sunscreen, penggunaan skin care yang tidak tepat, serta pola hidup yang tidak sehat. Nah produk Erhalogy Skin Barrier ini diformulasikan khusus untuk mengembalikan dan memperkuat fungsi barrier kulit kita. Kita ulik satu per satu yuk.

Erhalogy Skin Barrier Facial Wash


Deskripsi: Sabun pembersih wajah ini cocok untuk kulit kering, sensitif, dan atopi. Memiliki busa yang lembut dengan bahan non-irritant untuk membersihkan wajah dari kotoran, sekaligus menjaga kelembaban dan fungsi barrier kulit. Tidak mengandung paraben, SLS, pewarna, dan parfum.

Kemasan: Bentuk tube berwarna putih. Isi 60 gram.


Bahan:

1. PHA, Zinc PCA, dan bahan moisturizer yang merupakan bagian dari NMF (natural moisturizing factor) untuk melembabkan dan menjaga fungsi barrier kulit.

2. Aloe Vera dan bahan anti-inflamasi untuk menenangkan dan merawat kulit yang teriritasi ringan.

3. Mild surfactant untuk membersihkan wajah dari kotoran dan aman untuk kulit sensitif.

Harga: Rp 79.000,-

Cara Pakai: Tuang secukupnya pada telapak tangan, usapkan merata pada wajah yang sudah dibasahi. Pijat lembut hingga berbusa. Bilas dengan air dan keringkan.

Review:

Awalnya saya sempat mikir-mikir sih sebelum mencoba produknya. Karena dulu kan kulit saya cenderung berminyak ya. Dulu… He he. Sekarang kulit saya lebih mudah kering dan kusam. Karena itu saya beranikan diri mencoba facial wash ini dan saya puasss!

Hal pertama yang saya sukai adalah produknya tanpa parfum. Saya agak sensitif soal wewangian. Wangi produk yang terlalu tajam atau tidak cocok dengan indra penciuman bisa membuat saya otomatis sakit kepala.

Faktor lain yang membuat saya suka produk ini adalah busanya memang benar-benar lembut di wajah. Selain itu efek setelah cuci mukanya yang paling saya suka. Karena wajah terasa bersih tapi jadi lebih lembut dan tidak kering.

Sensasi bersih dan lembut ini bisa bertahan cukup lama lho meski belum memakai mosturizer. Sehabis cuci muka jadi senang mengelus kulit wajah sendiri he he.

Ada lagi nih yang tidak kalah penting. Produk ini tidak mengandung paraben yang biasanya digunakan untuk mengawetkan kosmetik. Paraben ini memiliki sifat serupa dengan hormon estrogen.

Hormon estrogen yang berlebih ternyata bisa memicu kanker payudara dan ganggguan reproduksi. Nah ternyata memilih skincare memang nggak bisa sembarangan ya. Kita harus benar-benar memperhatikan kandungannya. 

Selain tidak mengandung paraben, produk ini juga bebas SLS (Sodium Lauryl Sulfate). SLS ini bisa membuat kulit semakin kering. Bahkan kulit bisa mengalami iritasi, gatal, dan kemerahan. 

Biasanya produk yang mengandung SLS akan menghasilkan busa yang berlebih. Tapi Erhalogy Skin Barrier Facial Wash ini meski tidak mengandung SLS, tetap ada busanya kok dan busanya tuh lembuuut. 

Erhalogy Skin Barrier Moisturizer


Deskripsi: Moisturizer for Dry, Sensitive & Atopic Skin yang diformulasikan khusus untuk mengembalikan dan memperkuat fungsi barrier kulit. Dengan kandungan Ceramide complex, soothing agent dan formula pH-Balance untuk memberikan kenyamanan, mengurangi kemerahan, dan merawat kulit yang mengalami iritasi ringan. Tidak mengandung Paraben, perwarna, dan parfum.

Kemasan: Bentuk tube warna putih. Isi 30 gram.


Bahan:

1. Ceramide Complex, PHA, Zinc PCA, dan bahan moisturizer yang merupakan bagian dari NMF (Natural       Moisturizing Factor) untuk melembapkan, mengembalikan dan memperkuat fungsi barrier kulit.

2. Niacinamide, Allantoin, dan DPG sebagai bahan anti-inflamasi untuk mencegah dan mengurangi iritasi yang dialami oleh kulit kering dan sensitif, serta memberikan efek soothing.

3. Vitamin E sebagai antioksidan untuk mencegah kerusakan kulit akibat radikal bebas, meningkatkan elastisitas dan membuat kulit menjadi halus

Harga: Rp 79.000,-

Cara Pakai: Oleskan secara teratur pada kulit yang telah dibersihkan pada pagi dan malam hari. 

Review:

Saya sempat berpikir apakah moisturizer ini akan terasa ‘berat’ di kulit saya. Karena salah satu hal yang sering membuat saya kurang konsisten memakai skin care adalah kalau produknya terasa berat dan lengket di kulit. 

Tapi ternyata krim ini cukup ringan di kulit. Krim moisturizer ini tidak terlalu padat, jadi teksturnya agak cair. Saat diaplikasikan ke kulit cukup mudah meresap dan membantu melembabkan kulit. Cocok untuk dipakai sehari-hari.

Sama seperti sabun wajahnya, Erhalogy Skin Barrier Moisturizer ini juga tanpa parfum. Jadi untuk yang penciumannya sensitif seperti saya, aman deh.

Lebih aman lagi karena produk ini juga tanpa pewarna dan paraben. Selain itu, efek melembabkannya juga tahan lama dan mosturizer ini bisa dipakai sebelum memakai sunscreen.


Jadi kesimpulannya, baik Erhalogy Skin Barrier Facial Wash dan Skin Barrier Moisturizer cocok untuk melembabkan kulit wajah. Tidak hanya bagi untuk yang memang pada dasarnya punya tipe kulit kering namun juga yang kulitnya menjadi kering karena berbagai faktor lain.

Kita bisa baca-baca info yang lebih lengkap di website Erha.co.id dan instagram @Erha.Dermatology. Sementara kalau mau beli online, cukup klik Erhastore.co.id atau datang langsung saja ke seluruh Erha clinic di Indonesia dan Erha Apothecary yang ada di Mall. 

Met nyobain, ya, Teman-teman!

Be First to Post Comment !
Post a Comment

Silakan berkomentar yang sopan, tapi jangan beri link hidup di postingan ya. Terima kasih sudah berkunjung :)


Hubungi lewat: itshenipuspita@gmail.com
Jangan lupa follow IG @henipuspita29 @letsplayandlearn
Twitter @henipuspita29

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9