Wednesday, April 19, 2017

The Hardest Two Weeks of My Life


Dua minggu terakhir suasana hati saya terasa... Entahlah. Campur aduk. Beberapa teman mungkin sudah tahu kalau beberapa bulan terakhir ibu mertua saya sakit keras. Baru bulan lalu juga saya dan keluarga mendapat kabar kalau adik ibu saya (om saya) terkena kanker. Sedih? Pastilah. Hanya saja memang saya jarang membuat status melow tentang sakit yang diderita ibu mertua atau om saya.

Dan ujian selanjutnya untuk ketegaran hatipun datang kembali. Sehari setelah ibu saya menunggui om yang harus menjalani scan di rumah sakit, beliau terkena serangan stroke ringan. Akhirnya ibupun dirawat di rumah sakit yang sama dengan ibu mertua saya. Gimana rasanya melihat dua ibunda sama-sama terbaring sakit?


Saya cuma sempat menangis sebentar waktu ayah saya mengabari ibu harus diopname. Kalau mau dituruti nangisnya gimana dengan anak-anak, ayah, dan ibu saya? Sebagai anak tunggal saya harus kuat. Saat menengok ibu ke RS, melihat saya ibupun langsung menangis karena hari itu tangan kanannya tiba-tiba tidak bisa diangkat. Pada ibu saya katakan untuk bersabar dan tetap semangat supaya bisa segera pulih. Total 6 hari 5 malam ibu saya dirawat di RS dan Selasa diizinkan pulang.

Bagaimana dengan ibu mertua? Beliau juga sudah diizinkan pulang bahkan sehari lebih cepat. Tapi tiga hari ibu di rumah saya belum bisa menengok karena papanya anak-anak belum pulang. Kamis, 13 April 2017 suami saya mendapat kabar bahwa ibu drop lagi dan mbah uyut (ayahnya ibu) hampir semua adik-adiknya sudah berkumpul di rumah.

As usual hari terakhir weekdays memang jadwal suami pulang dinas luar. Rayyaan yang masih sempat menengok Eyangnya sebelum diantar papanya pulang. Suami saya kemudian kembali lagi ke rumah ibu mertua dan beberapa jam kemudian mengabari kalau ibu sudah berpulang pada jam 23.30 WIB, tepat sehari sebelum hari ulang tahun suami saya.

Saya dan ayah sempat bimbang apakah akan mengabari ibu saya atau tidak tentang besannya yang sudah berpulang. Tapi rupanya ibu sudah menebak saat saya pergi di pagi hari dengan diantar kenalan keluarga kami. Qodarulloh perjuangan ibu mertua saya melawan penyakitnya harus berakhir. Walaupun berat tapi insyaa Allah ini yang terbaik karena sekarang ibu sudah tidak merasakan sakit lagi.

Tapi masih teringat pertemuan terakhir saya dengan ibu di rumah sakit. Ibu masih sempat bertanya keadaan ibu saya "Hen, ibu gimana?" "Sudah mendingan, Bu." Dan saya berterima kasih sekali pada rekan-rekan dan kerabat yang sudah mendoakan almarhumah ibu mertua saya. Hanya Allah yang bisa membalas doa dan dukungan kalian.

Kembali ke rumah... Saya bisa merasakan tentu ibu memikirkan soal penyakitnya. Beberapa kali sempat berkata pada saya dan ayah saya, minta maaf sudah merepotkan kalau sakit begini. Insyaa Allah saya nggak merasa repot harus mengurus ibu.

Tapi ada saat-saat dimana mungkin ayah saya sedang capek jadi ngomelnya ke saya (kalau ke ibu si beliau sabar sekali) ditambah lagi kadang Rayyaan rewel karena merasa Mama dan Papanya sibuk, dan suami sedang dinas luar pula, rasanya sesuatu banget deh. Bisa jadi nggak enak makan karena sedihnya hu hu. Alhamdulillah ada sanak saudara juga teman yang selalu mengingatkan saya untuk bersabar.

Semoga dengan adanya ujian ini saya bisa lebih baik lagi dalam membagi waktu untuk beribadah, mengerjakan pekerjaan domestik, mengurus ibu, ayah, anak-anak, dan suami. Semoga keluarga kami bisa melewati ujian ini dengan baik. Semoga amal ibadah ibu mertua saya diterima Allah SWT, semoga ibu dan om saya segera sembuh dari sakitnya, semoga keluarga besar saya bisa tabah, ikhlas, dan sabar, dan semoga anak-anak juga bisa bersabar, ceria, dan tumbuh dengan sehat.

4 comments:

  1. aamiin, dibalik setiap ujian selalu ada kebahagiaan, insya allah

    ReplyDelete
  2. Layukallifullahunafsan illa wus aha.
    semoga dengan ujian derajat kita menjadi naik

    ReplyDelete
  3. Innalillah... Semoga Eyang dari Ayah dilapangkan langkahnya menuju surga ya. Dan Eyang Ibunda Mba Heni makin disehatkan. Sehat2 semua ya, Mba :)

    ReplyDelete

Silakan berkomentar yang sopan, tapi jangan beri link hidup di postingan ya. Terima kasih sudah berkunjung :)


Hubungi lewat: itshenipuspita@gmail.com
Jangan lupa follow IG @henipuspita29 @letsplayandlearn
Twitter @henipuspita29