Sunday, January 3, 2016

Bandung Trip Part 4 - Alun-Alun dan Masjid Raya Bandung


Liburan ke Bandung tak lengkap rasanya kalau tidak berkunjung ke Alun-Alun dan Masjid Raya Bandung. Jadi selepas kunjungan ke Museum Geologi Bandung, kamipun pergi ke Alun-Alun dan Masjid Raya Bandung. Sebenarnya letaknya tidak begitu jauh ya. Hanya saja kami saat itu melewati jalan yang lalu lintasnya padat. Ternyata bukan hanya warga Bandung saja yang ingin pergi ke sana tapi juga pengunjung dari daerah lain seperti kami.
Bandung Trip 2 - Alun-Alun dan Masjid Raya Bandung.

Main ke Bandung nggak lengkap kalau nggak ke alun-alun.
Saat itu kami parkir di sebuah tanah lapang. Sudah lumayan banyak juga mobil yang parkir di tempat ini. Kami lalu berjalan menuju alun-alun yang berjarak kira-kira 50 meter dari tanah lapang tadi. Saat itu sudah jam 10.30 jadi matahari sudah lumayan terasa panas. Paling enak bermain di alun-alun memang pagi hari sekitar jam 6-8 atau sore hari jam 4-5 ya. Tapi meski harus berpanas-panasria, masih banyak pengunjung yang bermain di alun-alun ini. Banyak juga penjual yang menawarkan bola, burung-burungan, dan peniup gelembung sabun. Ada juga yang menawarkan plastik kresek. Lho buat apa? Ya karena pengunjung tidak boleh menggunakan alas kaki di hamparan karpet hijau alun-alun ini. Tidak ada harga khusus si dari penjual kresek itu, kita bisa membayar seikhlasnya. 

Meski sudah panas tapi tetap lumayan banyak pengunjung.

Di alun-alun ini juga ada ibu-ibu yang menawarkan bola ke Rayyaan. Yah namanya anak-anak, disodori bola dengan ucapan "Mau bola, Dek?" ya maulah he he. Padahal Rayyaan sudah punya bola sejenis di rumah. Tapi karena dengan polosnya Rayyaan mengira si ibu tadi memberi bola untuknya, jadinya nggak mau dikembalikan deh he he. Untungnya sih bolanya harganya masih lumayan murah. Rp 10.000 untuk bola yang berukuran cukup besar. Bola Rayyaan yang berukuran lebih kecil harganya malah lebih dari Rp 10.000. 


'Pohon' dengan daun warna-warni.

Di alun-alun ini ada semacam 'pohon' dari besi dengan daun berwarna-warni dari karet (atau gabus ya?). Kata penjualnya sih kalau pagi-pagi ada petugas yang membagikan daun-daun tersebut untuk pengunjung, lalu pengunjung bisa menulis sesuatu di daun tersebut. Saya lihat ada yang menulis harapan untuk kota Bandung, ada yang menulis ucapan "Selamat Hari Ibu", ada juga tulisan bernada romantis he he. Pohon ini juga jadi obyek berfoto. Soalnya memang warna-warni daunnya bagus sih. Oh iya, kalau main-main di sini jangan membuang sampah sembarangan ya. Kan sudah disediakan tempat sampah. Menjaga kebersihan kan bukan hanya karena takut didenda ya. Kalau alun-alun dan sekitarnya bersih kan kita jadi lebih nyaman mengajak anak beraktivitas di sana.

Ikutan foto ah.

Main bola di lapangan karpet hijau.

Setelah main-main di karpet hijau alun-alun kami mengajak Rayyaan ke area bermain anak di samping alun-alun sambil menunggu waktu sholat zuhur. Saat adzan berkumandang, pengunjung alun-alunpun bergegas memasuki masjid. Sayang saat itu saya tidak bisa ikut sholat di Masjid Raya Bandung. Jadi saya dan Rayyaan menunggu saja di pelataran masjid yang adem. Seperti biasa, Rayyaan langsung dapat teman sebaya yang dengan baik hati meminjamkan peniup gelembungnya untuk Rayyaan. Terima kasih ya!

Menara Masjid Raya.

Setelah Papanya Rayyaan dan Om Irin selesai sholat kami menuju pertokoan yang ada di samping masjid untuk makan siang. Kami memutuskan untuk makan siang di tempat yang bernama MD Plaza Food Court, tepatnya di lantai 3. Saat plaza ini tidak terlalu ramai begitu pula dengan food courtnya. Tapi malah enak sih, jadi kami bisa makan dengan lebih santai. Kamipun memilih untuk makan di teras atas food courtnya. Wastafel di foodcourt ini unik juga karena terbuat dari drum bekas. Tempat duduk di teras juga terbuat dari peti kayu bekas yang ukurannya berbeda-beda. Jadi kalau disusun peti tersebut bisa jadi 'tangga' untuk bermain Rayyaan.

Sholat dulu yuk.

Waktunya makan.

Jangan lupa cuci tangan.

Naik turun kursi.

Nasi timbel komplit dengan ayam goreng.

Nyicip lele gorengnya Papa.

Namun petualangan kami di Alun-Alun dan Masjid Raya Bandung dan sekitarnya masih berlanjut lho. Insyaa Allah akan saya tulis di postingan selanjutnya ya.

6 comments:

  1. Ya salaaamm cakep amat sihh bandung iniii, gregeeettttt :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa. Alun-alunnya bikin mupeng terutama karena ada mainan anaknya he he. Trus mupeng juga karena baju-baju yang dijual di sana banyak yang murmer hihiy.

      Delete
  2. itu yang ijo ijo teh rumput?? kok cakep banget ya kayak karpet

    ReplyDelete
  3. Tinggi jg menaranya... Arsitektur klasik ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah saya kurang paham soal arsitektur he he.

      Delete

Silakan berkomentar yang sopan, tapi jangan beri link hidup di postingan ya. Terima kasih sudah berkunjung :)


Hubungi lewat: itshenipuspita@gmail.com
Jangan lupa follow IG @henipuspita29 @letsplayandlearn
Twitter @henipuspita29