Jurnal 1 Kupu-Kupu: Perkenalan dengan Mentee Food Photography dan Mentor Homeschooling


Kelas Bunda Cekatan sudah sampai ke Tahap Kupu-Kupu aja nih. Insyaa Allah setelah menjalani tahap penuh drama di Tahap Kepompong, mudah-mudahan saya lebih semangat dan tetap semangat lagi menjalani langkah selanjutnya.

Singkat kata di Tahap Kupu-Kupu ini peserta dapat tugas menjadi mentor dan mentee. Dapat tugas mendampingi mentee belajar dan di sisi lain juga jadi murid yang berusaha belajar sebanyak-banyaknya, nenimba ilmu dari mentor.

Jadi ilmu apa yang bisa saya tawarkan? Ada yang bisa nebak? Ngeblog? Ngg... Nggak he he. Bukan nggak tertarik sih, tapi ada bidang lain yang sedang saya coba perdalam dan itu adalah Food Photography.

Situ udah berasa paling pinter???

Ya bukan gitu doong he he. Selama saya belajar jepret-jepret ada cukup banyak teman yang minta diajari dengano buka kelas khusus. Alhamdulillah sempat mengisi materi tentang foto produk juga di Kantor Pajak Pratama Tanjung Karang. Tapi sayapun masih dalam tahap terus belajar.

Nah saya suka nih konsep di Tahap Kupu-Kupu ini, jadi mentor bukan menyuapi dan menjejali mentee dengan ilmu atau pengalaman yang dipunya. Tapi bagaimana caranya mentor bisa menggali bintang-bintang atau potensi mentee. Format pendampinganya juga one on one, bukan dalam grup. Karena kebutuhan mentee berbeda-beda, jadi pendampingannya pun personal.

Alhamdulillah saya berjodoh dengan empat orang mentee. Mereka adalah Mbak Ayu, Mbak Aish, Mbak Echi, dan Mbak Nurul. Ada yang dari Depok, Bandar Lampung, Bandung, dan Papua! Ada yang mau belajar Food Photography karena suka masak dan tertarik di bidang ini, ada yang ingin memotret produk usahanya, ada juga yang mau memotret untuk buku resep anak-anak yang sedang disusun! Keren-keren masyaa Allah. Terima kasih ya sudah percaya pada saya he he.

Setelah berkenalan, kami juga mengatur jadwal untuk online bareng. Tapi nggak setiap hari ya. Minimal 1 minggu sekali. Karena kan ada aktivitas lain juga, selebihnya chat seperti biasa aja. Dibalas saat bisa atau sempat. Yang jelas beberapa hari terakhir baru ngobrol perkenalan dulu. Namun kemarin mentee juga sudah saya ajak mengenali setelan kamera ponselnya dulu dan menentukan spot mana di rumah yang ideal untuk memotret.

Lalu bagaimana perkenalan saya dengan mentor? Untuk mentor ini kami hanya boleh mengikuti satu mentor saja. Tujuannya supaya fokus, dan harus setia juga dengan satu mentor. Jadi nggak boleh ya belajar seminggu trus berhenti, cari mentor lain atau topik lain.

Topik yang ingin saya pelajari adalah homeschooling. Saya ingin belajar memulai homeschooling dari mentor saya, yaitu Mbak Devi dari Bandung. Hal-hal yang ingin saya pelajari di antaranya adalah: bagaimana meyakinkan diri untuk memilih homeschooling, bagaimana memulainya, cara bekerjasama dengan suami dan anggota keluarga lain, cara mengajak anak, mengelola emosi dan waktu, serta memilih kegiatan yang cocok.

Alasan kenapa ingin belajar tentang homeschooling adalah, karena sejak dulu sebenarnya sudah tertarik. Tapi kondisi saya belum memungkinkan untuk menerapkannya. Tapi dengan berbagai pertimbangan saya ingin belajar dari orang yang sudah menerapkan homeschooling untuk anak-anaknya.

Oke deh, itu dulu curhatan tentang Tahap Kupu-Kupu di Kelas Bunda Cekatan, Institut Ibu Profesional. Sekarang kita makan sahur dulu yuk!






Be First to Post Comment !
Post a Comment

Silakan berkomentar yang sopan, tapi jangan beri link hidup di postingan ya. Terima kasih sudah berkunjung :)


Hubungi lewat: itshenipuspita@gmail.com
Jangan lupa follow IG @henipuspita29 @letsplayandlearn
Twitter @henipuspita29

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9