Review Toy Story 4


Musim liburan sekolah biasanya juga diwarnai dengan dirilisnya film-film untuk keluarga. Saya pribadi sih sebenarnya sudah lama banget nggak nonton di bioskop. Mungkin ada deh 3 atau 4 tahun. Faktor utama ya karena nggak ada yang jaga anak.

Meski bisa saja sih minta izin untuk nonton dan anak-anak biar di rumah saja bareng papanya, tapi rasanya ada yang kurang aja ya kalau jalan nggak sama keluarga. Selain itu kalau mau ngajak anak nonton ke bioskop, pilih-pilih filmnya deh. Semisal ada film dengan tema Islami tapi kalau ceritanya memang bukan untuk anak-anak ya saya nggak mau ajak anak-anak ke bioskop. 

Nah beberapa hari lalu perdana nih nonton berempat. Kalau untuk Rayyaan ini sudah ketiga atau keempat kalinymenonton di bioskop, kalau untuk Razqa ini pertama kalinya. Film yang kami tonton adalah sekuel dari film animasi yang legend banget.


Film yang kami pilih untuk ditonton bersama anak-anak adalah Toy Story 4. Salah satu pertimbangannya karena film ini untuk semua umur dan adegannya kategori safe untuk anak-anak (nggak seperti film plinces-plinces yang kadang ada adegan kissnya ehm).

Baca: Review Aplikasi Modus Anak-anak KIDOZ.

Sejujurnya awalnya sayapun nggak tau kalau tahun ini bakal ada Toy Story 4 he he. Nggak kerasa 10 tahun sudah sejak film Toy Story 3! Jarak antara film kedua dan ketiga, serta ketiga dan keempat memang jauh. Toy Story 1 dirilis tahun 1995, Toy Story 2 tahun 1999, Toy Story 3 tahun 2009, dan Toy Story 4 tahun 2019 ini. Waktu film pertama dirilis saya masih SMP!!! 



Film pertama hingga ketiganya ntah sudah berapa kali ditayangkan di TV. Meski begitu rasanya menonton film ini nggak membosankan karena meski tokoh utamanya mainan, tapi kisah mereka bisa menyentuh dan membuat haru

Saya ingat dulu saat Toy Story 3 dirilis, banyak orang yang berpendapat “Cukup sampai di sini deh, kalau lanjut lagi sih terlalu maksa.” Hmm apa iya ya ceritanya bakal membosankan dan terkesan maksa? Petualangan macam apalagi yang bakal dijalani Woody dan kawan-kawannya?

Supaya nggak penasaran, akhirnya berangkatlah kami ke bioskop dengan berbekal M Tix dari Cinema XXI. Awalnya hanya iseng ingin mengecek jadwal tayang filmnya dan ada di bioskop mana saja di Bandar Lampung.


Tiba-tiba dapat ide untuk nonton malam hari saja yaitu di Jumat malam jam 18:45. Setelah si papa bilang oke. Saya pesan deh tiketnya dengan aplikasi resmi Cinema 21. 

Alasan membeli tiket secara online saja adalah supaya tidak perlu repot mengantri. Kalau datangnya mepet kan sudah tenang karena sudah punya tiket. Selain itu kita juga bebas memilih ingin duduk di mana, yang penting kursinya masih tersedia.

Baca: Review Aplikasi Chai's Play.

Setelah papa pulang kantor, istirahat sebentar, dan mandi kamipun berangkat ke Mall Boemi Kedaton jam 17.30. Butuh waktu beberapa saat sebelum mendapatkan tempat parkir karena saat itu cukup ramai pengunjung. Namun setelah bisa parkir kami nggak langsung ke bioskop melainkan ke musholla dulu. 

Karena di bioskop kita nggak boleh membawa makan dan minuman dari luar jadi kami membeli es teh, bernodong jagung, dan kentang goreng untuk mengganjal perut selama menonton. Jam 19.00 filmpun dimulai. Rayyaan terlihat serius menonton filmnya.


Bagaimana dengan Razqa? Meski sudah bayar tiket dan dapat tempat duduk sendiri rupanya ia lebih nyaman ngelendot ke papanya. Tapi alhamdulillah mau nonton hingga filmnya usai he he.

Lalu bagaimana dengan filmnya sendiri? Masih ingat nggak di film pertama dan kedua Woody punya teman boneka gembala porselen yang lemah lembut bernama Bo Peep? Tapi di film ketiga si Miss Bo Peep ini nggak muncul sama sekali.

Saya hanya menduga-duga ia sudah lebih dulu dilungsurkan ke pihak lain oleh Molly, adiknya Andy (pemilik pertama Woody). Di film keempat ini diceritakan kilas balik perpisahan Woody dan Bo Peep. 

Kembali ke rumah Bonnie di masa sekarang, Woody rupanya diam-diam gundah. Akhir-akhir ini Bonnie lebih memilih Jessie si koboi cewek eh maksudnya si cowgirl untuk menjadi sheriff saat bermain.

Bonnie memang anak yang baik dan sayang sama mainan (nggak seperti anak penyiksa mainan yang ada di Toy Story 1). Tapi Bonnie bukan Andy dan berbeda dengan Andy. Walau Andy sempat lebih sering memainkan Buzz Lightyear si penjelajah angkasa, Woody adalah sahabat terbaiknya dan Andy akan selalu kembali pada Woody. 

Dasarnya mainan yang setia, meski sedang agak dicuekin Woody tetap nekat menemani Bonnie pada hari orientasi masuk TK. Alasannya karena hari pertama di sekolah baru itu bisa berat banget untuk anak-anak.

Betul dugaan Woody, Bonnie nyaris menangis di sekolah. Udah nyoba nyapa teman baru eh dicuekin, trus yang ada krayon yang ingin dipakai Bonnie malah dibuang ke tong sampah.


Saat Bonnie nelongso itulah Woody berusaha mengembalikan krayon dari tong sampah ke meja Boonie. Selain krayon ternyata nggak sengaja Woody membawa juga beberapa sampah ke meja Bonnie. Salah satu sampahnya adalah garpu plastik. Oleh Bonnie garpu tersebut dijadikan boneka dan diberi nama Forky.

Forkypun dibawa Bonnie pulang sekolah. Repotnya nih, karena dibuat dari garpu bekas yang diambil dari tong sampah, Forky nggak merasa dirinya itu mainan melainkan samah. Woodypun setengah mati mencegahnya berusaha kabur ke tempat sampah karena cuma Forky yang membuat Bonnie berani dan nyaman di sekolah. 

Kerepotan Woody semakin menjadi-jadi saat keluarga Bonnie pergi berlibur. Lho abis masuk sekolah kok libur lagi? Ya ceritanya sih yang kemarin itu baru orientasi atau semacam perkenalan, tapi masuk sekolahnya kalau nggak salah masih semingguan lagi. 

Back to Woody dan Forky. Setelah bolak-balik berusaha kabur, akhirnya Forky bisa kabur betulan dari karavan yang dinaiki keluarga Bonnie. Akhirnya Woody ikut turun dan mencari Forky.

Usaha Woody mengembalikan Forky kepada Bonnie inilah yang mengalami berbagai rintangan. Rintangannya seperti apa, tonton dong filmnya he he.


Ada yang membuat film ini agak spooky buat saya, yaitu karena kehadiran boneka yang mirip tokoh film horor he he. Si papa pun sempat bisik-bisik "Ma, jadi inget film Chuky." "Ssst, jangan keras-keras!" Tapi saya lirik Rayyaan malah cuek aja dan nggak takut. Yah ini sih 'derita' orang dewasa yang jaman ABGnya pernah nonton atau baca artikel tentang film Chucky hahaha.
Selain yang agak spooky (untuk saya), banyak juga hal lucu, seru, menegangkan, juga mengharukan. Jadi nonton film ini tuh memang menghibur banget. Kalau untuk kualitas gambarnya, nggak perlu diragukan lagi ya. Nggak percuma Toy Story disebut-sebut sebagai legend dan pelopor flim animasi computer. 

Kekuatan lain dari film ini tentu saja di jalan ceritanya serta aktor pengisi suaranya. Hampir semua pengisi suaranya sama dengan film-film sebelumnya. Termasuk duo Tom Hanks dan Tim Allen yang menjadi pengisi suara Woody dan Buzz Lightyear.


Lalu bagaimana dengan pengisi suara Mr. Potato Head? Meski Don Rickles sudah meninggal, ternyata kru film masih memakai rekaman suaranya saat masih hidup untuk mengisi suara Mr. Potato Head. 

Apakah ke depannya akan ada Toy Story 5? Ntahlah ya, bukan karena akan terlihat terlalu maksa, tapi menurut saya sih cerita film ini sudah menjadi ending yang indah bagi rangkaian film Toy Story. Selain itu produser Pixar kabarnya juga akan lebih fokus membuat film baru dibandingkan membuat sekuel film terdahulu. 

Nah, karena sinyal-sinyalnya nih film ini akan menjadi penutup sekuel Toy Story, jangan lewatkan menonton film ini Bersama anak-anak ya. Karena nggak hanya menghibur, ada juga pelajaran yang bisa diambil dari kisah Woody dan kawan-kawan. Selain tentang persahabatan dan kesetiaan, juga tentang pentingnya untuk berani mencoba. 

“If you sit on a shelf for the rest of your life, you’ll never find out.” – Woody


Be First to Post Comment !
Post a Comment

Silakan berkomentar yang sopan, tapi jangan beri link hidup di postingan ya. Terima kasih sudah berkunjung :)


Hubungi lewat: itshenipuspita@gmail.com
Jangan lupa follow IG @henipuspita29 @letsplayandlearn
Twitter @henipuspita29

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9