Friday, December 15, 2017

My 2018 Resolution: 11 Resolusi untuk Perubahan yang Lebih Baik


Desember 2017 sudah separuh jalan, insyaa Allah kita akan segera bertemu dengan tahun 2018. Menjelang tahun baru biasanya orang ramai-ramai membuat resolusi untuk tahun berikutnya. Banyak juga sih candaan seputar hal ini. Ada yang bilang ngapain sih repot-repot membuat resolusi tahun baru karena toh biasanya nggak bakal tercapai he he. Tapi why not? Berusaha memperbaiki diri kan bagus. Saya pribadi akan merasa rugi kalau dari tahun ke tahun nggak berubah ke arah yang lebih positif. Lebih rugi lagi kalau berubahnya justru mundur ke arah yang negatif. Nadzubillah ya. Jadi sebelum tahun 2018 tiba, saya sudah membuat daftar My 2018 Resolutions:

1. Menerapkan Komunikasi Produktif dengan Lebih Konsisten

Beberapa waktu lalu saya mendapatkan materi Komunikasi Produktif di sebuah kelas online yang saya ikuti. Materi ini bagus sekali dan saya ingin lebih konsisten menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kenapa? Supaya menghindari salah paham saat menyampaikan sesuatu. 

Salah pahamnya kenapa? Karena cara penyampaian isi percakapanya yang salah. Atau karena pikiran sedang negatif jadi kata-kata yang saya sampaikan bernada negatif juga. Atau karena sedang emosi (marah), maka komunikasinya pakai emosi pula. Akhirnya yang ada, pesan tidak tersampaikan, tapi malah baper-baperan ha ha ha. Capek deeeeh. Karena itulah, saya berusaha lebih bersemangat dan konsisten menerapkan Komunikasi Produktif.

2. Sholat Lebih Tepat Waktu, Tilawah 1 Juz dan Ikut Kajian Al Qur’an 1 Kali Seminggu

Dari segi ibadah saya juga ingin ada peningkatan. Saya ingin memperbaiki kualitas serta ketepatan waktu sholat wajib. Selain itu saya ingin lebih rutin tilawah 1 juz per minggu (kira-kira 3-4 lembar per hari) dan menghadiri kajian Al Qur’an 1 kali seminggu. Alhamdulillah di sekolah Rayyaan ada pengajian rutin untuk orang tua seminggu sekali dan saya ingin lebih rutin menghadiri acara ini.

3. Menyetir Mobil Sendiri Lagi

Sejak hamil kedua dan mabuk berat, saya terpaksa vakum menyetir mobil sampai sekarang. Ada transportasi umum online memang memanjakan ha ha. Tapi kalau setelah menjemput Rayyaan sekolah ingin belanja sebentar, mampir ke kantor pos, atau ke rumah Akungnya anak-anak (bapak mertua saya), akan lebih leluasa pergi kemana-mana dengan kendaraan sendiri. 

Selain lebih ekonomis, dengan kendaraan sendiri saya bisa lebih banyak membawa barang ntah belanjaan atau tas perlengkapan bayi. Anak-anak juga bisa lebih nyaman di dalam mobil sendiri. Tapi pastinya saya harus belajar lagi menyetir sambil membawa dua anak. Pastinya dengan bantuan baby car seat.

4. Ikut Aerobik 1 Kali Seminggu

Tahun 2017 ini saya jarang sekali berolahraga. Meski banyak yang bilang mengerjakan tugas domestik juga membakar kalori, tapi bedalah feelnya dengan berolahraga. Kalau mengejarkan tugas domestik itu kadang ada beban dan rasa jenuh he he. Kalau olahraga seperti aerobik kan fun. Aerobiknya sih nggak usah jauh-jauh. Di supermarket dekat rumah orang tua saya ada kelas aerobik gratis setiap hari Minggu pagi. Tahun 2018 insyaa Allah papanya anak-anak nggak ada kuliah di hari Minggu pagi, jadi saya bisa lebih rutin ikut aerobik setiap minggu. 

5. Membaca 2 Buku Baru Sebulan

Me timenya ibu yang mudah itu ya membaca buku. Kalau sebelumnya saya lebih banyak membeli buku untuk anak-anak, tahun depan saya ingin menambah bacaan untuk pribadi. Lagipula sebenarnya buku bacaan nggak harus selalu beli. Saya bisa pinjam juga di perpustakaan, yang penting bukunya belum pernah saya baca he he.

6. Berkumpul dengan Teman-Teman Komunitas 1 Kali Sebulan

Ada beberapa komunitas yang saya ikuti yaitu Dapur Aisyah Lampung, Institut Ibu Profesional Lampung, dan Tapis Blogger. Ada juga si beberapa grup WA komunitas yang lain dan rutin juga mengadakan kopdar alias kopi darat. Meski sehari-hari bisa berkomunikasi lewat grup WA tapi tetap aja ya kalau kopdar tuh feelingnya beda. Ada rasa-rasa yang menyegarkan setiap habis bertemu dengan teman-teman. Ih kayak jus buah aja ya segar hi hi. 

Semua komunitas mau didatangi semua acara kopdarnya? He he ya belum tentu juga sih, karena acara kopdarnya kan biasanya akhir pekan. Kadang ada undangan dan ada acara keluarga. Tapi kopdar dari komunitas manapun yang bisa saya datangi, yang penting intinyamah bisa kumpul dengan teman-teman, silaturahmi, dan seru-seruan he he.

7. Tidak Membuang Waktu Membaca Berita yang Tidak Penting

Berita macam apa sih yang nggak penting itu? Berita-berita gosip (miring) baik gosip artis maupun orang yang saya kenal. Kenapa? Ya wasting time aja, memang buang-buang waktu kan? Membaca berita macam itu memang bisa melenakan tapi nggak berfaedah. Honestly kadang malah bikin perasaan jadi nggak enak ha ha. 

8. Makan Lebih Banyak Buah dan Sayur Segar

Tahun 2017 ini ada beberapa anggota keluarga saya yang sakit keras. Dua di antaranya sudah berpulang karena kanker. Karena itu saya merasa berkali-kali dapat warning untuk mengubah pola makan jadi lebih sehat. Seringkali saya telat makan karena lebih memprioritaskan keperluan anggota keluarga lagi. Akhirnya saat ada waktu makan, maunya tuh jajan dan makan makanan yang kurang sehat. Jadi tahun depan saya ingin lebih banyak makan buah dan sayur segar.

9. Menulis 1 Artikel Sehari

Jadi ceritanya saya punya 4 blog nih. Tapi yang masih rutin diisi hanya 2 he he. Karena sejak punya bayi dan ditambah harus merawat ibu yang sedang sakit, otomatis frekuensi ngeblog saya jadi jauh berkurang. Tak apa, karena memang ada hal-hal yang harus lebih diprioritaskan. Sekarang alhamdulillah ibu saya sudah jauh lebih sehat. Jadi saya ingin bisa mengisi blog lain juga. Kalau 1 artikel per hari kan berarti ada 7 artikel seminggu tuh. Nah 7 artikel itu akan saya bagi untuk 4 blog saya. Yang penting ada artikel baru setiap minggunya di semua blog saya.

10. Belajar tentang SEO dan Adsense

Saya kepingin sekali upgrade ilmu seputar dunia blog terutama tentang SEO dan Adsense. Kenapa? Kan pingin juga nyicipin gajian dari Adsense he he. Alhamdulillah nih ada teman-teman di komunitas yang paham soal topik ini, jadi selain baca-baca sendiri, saya juga mau menimba ilmu dari mereka. Mudah-mudahan tahun 2018 hasil belajar saya sudah ada hasilnya he he.

11. Belajar Fotografi, Desain Grafis, dan Membuat Vlog

Ngeblog ternyata nggak hanya seputar tulis-menulis saja ya. Ada hal lain yang bisa mendukung supaya blog kita jadi lebih baik dan bermanfaat. Karena itu ada ilmu lain lagi yang ingin saya pelajari di tahun 2018, yaitu ilmu fotografi, desain grafis dan membuat vlog alias video blog.

Wah ternyata lumayan banyak juga ya resolusi 2018 saya. Ada satu hal lagi sih sebenarnya yang jadi resolusi, tapi lebih tepatnya resolusi keluarga kecil saya, yaitu pindah ke rumah sendiri. Hanya saja beberapa kali proses pindah rumah ini harus tertunda karena setahun lalu saya baru melahirkan Razqa, kemudian disusul orang tua kami sakit sehingga kami putuskan untuk merawat orang tua dahulu. Seperti yang saya ceritakan sebelumnya, alhamdulillah ibu saya sudah lebih sehat jadi kami sudah bisa nyicil pindah rumah. 

Rumah kami hanya 10-15 menit dari rumah orang tua. Kami memutuskan pindah ke rumah sendiri karena memang sebaiknya pasangan yang sudah menikah itu tinggal terpisah dari orang tuanya. Supaya bisa mengelola rumah tangga serta mengasuh anak sesuai dengan cara kami dan anak-anak. Bukan berarti cara orang tua itu salah ya. Ini bukan tentang siapa yang salah dan siapa yang benar. Tapi memang setiap pasangan dan setiap orang tua kan punya cara masing-masing baik dalam mengatur rumah tangga atau mendidik anak. Jadi memang lebih baik tinggal terpisah.

Meski begitu karena jarak yang dekat dan rumah orang tua kami dekat dengan sekolah Rayyaan, artinya saya dan anak-anak bisa sering-sering mampir dan membantu orang tua. Memang butuh stamina lebih ya. Nggak hanya stamina untuk mondar-mandir dari rumah ke sekolah dan ke rumah orang tua, tapi juga untuk melaksanakan semua resolusi di atas. Saya perlu banget suplemen multivitamin yang bisa menjaga daya tahan tubuh dan juga vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan yaitu Theragran-M.


Tahun ini saya pernah beberapa kali drop karena capek banget. Tapi dikuat-kuatin deh karena ibu itu ‘nggak boleh sakit’. Kalau sakit kasian anak-anak dan keluarga lain. Biasanya sakit juga mempengaruhi emosi. Moodnya jadi nggak bagus banget kalau badan drop. Kalau sakit jangan lama-lama ya, Ma. Iya kan? He he.


Selain berusaha menjaga kesehatan dengan mengubah pola makan, saya merasa tetap perlu tambahan nutrisi, vitamin, dan mineral dari Theragran-M. Multivitamin ini mengandung vitamin A, B, C, D, dan E. Selain itu ada kandungan mineral esensial seperti magnesium dan zinc. Theragran-M aman dan cocok untuk mengembalikan dan menjaga daya tahan tubuh, serta mempercepat proses penyembuhan. Hanya perlu 1 kaplet sehari saja sesudah makan. Theragran-M juga sudah mendapat sertifikat halal MUI. Jadi tambah tenang deh mengonsumsinya. Nah insyaa Allah saya sudah siap nih menyambut tahun 2018 dengan resolusi saya. Bantu doakan ya supaya saya bisa mewujudkan semua resolusi tersebut dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M.

4 comments:

  1. Itu yang nomer 7 kebiasaan burukku banget. Atas dasar keppo jadi keterusan deh haha

    ReplyDelete
  2. sholat tepat waktu juga resolusi aku dari tahun2 kemaren tp kok ya suka susah ya.. apalagi kalau ad tugas keluar kota :( semoga ibadah jadi resolusi nomor satu di tahun depan. semoga resolusinya mba tercapai jg ya

    ReplyDelete
  3. Mbakk... Resolusi kita kok mirip2.. Xixixi.. Cuma punyaku gak ditulis.. Ya itu.. Masih mikir takut kemakan omongan sendiri.. Ahelahhh.. :'D

    ReplyDelete
  4. Btw, gimana caranya sih mb biar bisa one day one article? Nulisnya kapan gitu.. Xixixi

    ReplyDelete

Silakan berkomentar yang sopan, tapi jangan beri link hidup di postingan ya. Terima kasih sudah berkunjung :)


Hubungi lewat: itshenipuspita@gmail.com
Jangan lupa follow IG @henipuspita29 @letsplayandlearn
Twitter @henipuspita29