Wednesday, July 22, 2015

Uang THR Rayyaan

Uang THR Rayyaan.

Tahun ini adalah tahun ketiga Rayyaan merayakan Lebaran (usianya sekarang 2 tahun 9 bulan). Tahun ini kok (alhamdulillah) banyak yang ngasi Rayyaan THR hi hi. Sebenarnya sih Rayyaan belum terlalu paham soal uang. Kalau saya amati, pemahamannya baru sebatas "Ini kertas yang dibawa Mama kalau mau beli susu UHT, atau kalau mau ngajak jalan-jalan naik angkot" he he.



Tapi ia sudah paham kalau ada yang ngasi selembar kertas itu, harus disimpan (dikantongi) baik-baik hi hi. Ya baru sebatas itu pemahamannya, (alhamdulillah) belum ngerti minta uang buat jajan atau beli mainan he he. Trus uang THRnya buat apa ya? Awalnya Papanya sempat mau membelikan mobil-mobilan yang pakai remote control. Banyak sih mobil-mobil model begini yang ukuran kecil.

Awalnya gara-gara Rayyaan nyaris nggak mau berhenti main mobil remote control milik Abangnya. Tapi saya pikir-pikir, Rayyaan masih terlalu kecil untuk punya mainan seperti itu. Sayang kalau nantinya nggak bertahan lama alias sebentar saja sudah rusak. Toh ia sudah punya mobil-mobilan yang bisa dinaiki secara manual, malah lebih bagus untuk perkembangan motoriknya. kalau mau sesekali main pinjam punya Abang aja dulu ha ha, kalau sudah lebih besar baru Mama pikir-pikir lagi hi hi.

Baca: Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H.


Lapak mainan anak memang laris manis kalau Lebaran. Soalnya banyak anak yang membeli mainan baru dengan uang THRnya, termasuk mobil-mobilan dengan remote control. Namun akhirnya sebagian uang THR Rayyaan dibelikan rak buku. Karena sebelumnya Rayyaan memang nggak punya rak buku khusus. Adanya rak buku abal-abal yang dibuat Mama dari kardus bekas air mineral (ih kasian banget sih he he). Tapi namanya kardus kan bisa jebol ya kalau buku-bukunya berat, jadi pas kebetulan ada potongan harga untuk pembelian rak buku di supermarket terdekat, ya udah deh dibeli aja tuh rak bukunya. Apalagi warnanya oranye ngejreng. Lucu buat ditaruh di kamar.

Awalnya buku-buku Rayyaan disimpan di dalam filling cabinet plastik. Saat buku-bukunya diletakkan di rak buku (kardus) ternyata Rayyaan jadi lebih tertarik untuk membuka-buka bukunya. Mungkin karena kalau di rak lebih mudah mengambilnya. Meski kadang semua buku jadi diambili dan berantakan, tapi tetap sesuatu yang membahagiakan melihat anak tertarik dengan buku. Dengan menggunakan rak, lebih mudah juga mengajak Rayyaan belajar membereskan buku-bukunya.

Baca: Nyaris Kehilangan Motor di Masjid.


Sebelum jadi tempat menyimpan buku, raknya sempat dijadikan lahan parkir untuk mobil-mobilannya mulai dari yang masih bagus sampai yang sudah rusak ha ha. Ya nggak apa-apa deh. Akhirnya mobil-mobilannya ditaruh di bagian atas raknya. Sementara ini baru dua tingkat yang terisi, masih ada kardus buku-buku dari Manado yang belum dibuka. Kalau semua buku sudah disusun di rak, tinggal beri kursi kecil di samping raknya, jadi deh pojok baca untuk Rayyaan. 


By the way, saat saya posting foto rak bukunya, banyak teman yang nanya belinya di mana dan berapa harganya. Mungkin mau ajak anak-anaknya beli rak buku juga (pakai uang THR juga? hi hi). Semoga kalau diberi rak khusus untuk menyusun buku-bukunya, minat baca anak jadi bertambah. 


4 comments:

  1. Itu rak bukunya dari partikel ya mba? *malah ikutan nanya raknya :D *

    ReplyDelete
  2. Koleksi mobil-mobilannya banyak juga yah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, anak cowok yang dikumpulin mobil-mobilan :D

      Delete

Silakan berkomentar yang sopan, tapi jangan beri link hidup di postingan ya. Terima kasih sudah berkunjung :)


Hubungi lewat: itshenipuspita@gmail.com
Jangan lupa follow IG @henipuspita29 @letsplayandlearn
Twitter @henipuspita29