Tuesday, January 24, 2017

Sepeda untuk Rayyaan

Sepeda  untuk Rayyaan
Credit pic: Pixabay

Kalau saya perhatikan, ada beberapa momen di mana biasanya anak seumuran Rayyaan (4 tahun) mendapatkan sepeda baru: saat ulang tahun, setelah Idul Fitri (hasil mengumpulkan uang Lebaran he he) dan setelah punya adik (supaya nggak cemburu dengan adiknya hi hi). Kalau Rayyaan termasuk yang mana nih? Setelah kurang lebih 2,5 tahun bermain sepeda roda tiga, akhirnya Rayyaan bisa bermain sepeda yang lebih besar. Sepeda itu dibeli dari hasil tabungan dan mengumpulkan uang Lebaran he he. 

Awalnya sih mau dibelikan sepeda saat ulang tahun di bulan Oktober tahun lalu, tapi akhirnya sengaja ditunda sampai adiknya Rayyaan lahir. Sebenarnya si tidak harus ya, pas punya adik si kakak dibelikan hadiah. Alhamdulillah ternyata Rayyaan nggak cemburu kalau ada yang menjenguk Razqa dan membawa kado buat si baby. Tapi karena Papa dan Mama sudah berjanji uang tabungannya untuk membeli sepeda yang lebih besar kalau adik sudah lahir, ya jadi deh Rayyaan punya sepeda baru.

Horeee, nggak naik sepeda roda tiga lagi.

Sepeda yang dibeli tentu saja sepeda roda empat yang kelak bisa dilepas roda-roda kecilnya. Awalnya sempat jatuh dua kali juga saat mencoba sepedanya, tapi alhamdulillah Rayyaan tidak menangis. 

Sepeda ini nggak hanya dimainkan di halaman rumah lho, tapi juga di dalam rumah he he. Jadi setiap habis main di halaman, roda sepedanya dicuci dan dikeringkan supaya bisa dimainkan di dalam rumah, terutama kalau hari sedang hujan. 

Kegiatan bermain sepeda memang cocok sekali untuk anak yang aktif seperti Rayyaan. Nggak hanya untuk menyalurkan energinya, bermain sepeda bisa membuat otot tangan dan kaki Rayyaan jadi lebih kuat, biar mantab kalau disuruh mijat Mama dan Papa ha ha.

Naik sepeda keliling halaman.

Selain itu bermain sepeda juga melatih koordinasi tangan, kaki, dan mata saat mengayuh sepeda dan menjaga keseimbangan badan. Rayyaan juga belajar mengatur jarak supaya tidak menabrak benda-benda saat bersepeda. Biasanya Rayyaan bersepeda di halaman di pagi hari kira-kira jam 7 sampai jam 8 pagi. Selain bermain sambil berolahraga, kan jadi lebih sehat juga kalau tubuh terkena sinar matahari pagi yang hangat.

Serunya lagi, Rayyaan jadi bisa bermain sepeda dengan teman-teman atau kakak-kakak sepupunya. Kebetulan dua kakak sepunya laki-laki semua dan punya sepeda juga. Asyiknya main sepeda sama-sama, selain Rayyaan bisa bersosialisasi juga jadi lebih pede dan berani mencoba sesuatu yang baru. Pertama kali main sepeda besar memang di rumah Eyangnya, sempat jatuh dua kali tapi tetap pede, berani, dan nggak menangis deh karena ia melihat kakak-kakaknya juga berani bermain sepeda.

Bermain sepeda dengan teman lebih asyik.
Credit pic: Pixabay

Kalau Rayyaan bermain sepeda di dalam rumah atau di halaman dengan kakak-kakaknya, insyaa Allah nggak perlu khawatir deh. Tapi kalau bermain di halaman dan nggak ada temannya ya Mama atau Papanya yang mengawasi supaya Rayyaan bermain sepedanya juga dengan berhati-hati. Selalu gunakan alas kaki yang menutupi jari-jari dan next time Insyaa Allah akan dibelikan pelindung lutut dan siku supaya lebih aman.

Bermain sepeda bersama keluarga juga seru!
Credit pic: Pixabay

Duh melihat Rayyaan asyik bermain sepeda, Mama dan Papanya juga jadi pengen niiih. Soalnya bermain sepeda itu olahraga yang fun. Buat Mama dan Papanya so pasti bukan sepeda roda empat ya he he. Hunting harga sepeda lipat ah. Supaya lebih praktis dan hemat tempat kalau dibawa-bawa. Bakalan asyik banget kalau Mama, Papa, dan Rayyaan bisa ke gelanggang olahraga dan bermain sepeda bersama-sama. Asyik, seru, dan badan juga sehat.

2 comments:

Silakan berkomentar yang sopan, tapi jangan beri link hidup di postingan ya. Terima kasih sudah berkunjung :)


Hubungi lewat: itshenipuspita@gmail.com
Jangan lupa follow IG @henipuspita29 @letsplayandlearn
Twitter @henipuspita29