Showing posts with label KEB. Show all posts
Showing posts with label KEB. Show all posts

All About Berenang untuk Anak


Hari Sabtu meski sekolahnya Rayyaan libur tapi nggak berarti saya bebas dari rutinitas antar jemput anak. Karena Sabtu adalah jadwal les renangnya Rayyaan. Eh ngomongin bebas nggak bebas kok kesannya kayak beban aja ya he he. Saya enjoy kok menjalankannya. Apalagi di kantin sekolah dan kolam renang kan ada jajanannya #ups 

Persiapan Puasa Pertama Rayyaan


Persiapan Puasa Pertama Rayyaan - Insyaa Allah tahun ini akan jadi tahun pertama Rayyaan belajar berpuasa. Tahun lalu sebenarnya ia sudah excited mau ikut puasa juga. Tapi karena menjelang Ramadhan ia sempat masuk RS (hiks), jadi ditunda dulu deh belajar puasanya. 

Usia Rayyaan memang belum usia wajib puasa, baru 5 tahun 7 bulan. Tapi seringnya memang dikira sudah kelas 1 atau 2 SD karena jangkung he he. Meski baru 5 tahun saya ingin mengajak Rayyaan belajar berpuasa sehingga kelak nggak kaget saat tiba waktunya ia harus berpuasa secara penuh. Ada tantangan juga sih, soalnya si bocah lagi enak-enaknya makan ha ha. Jadi Mama harus putar otak bagaimana cara mengajak anak semangat belajar berpuasa.

Tahun 2017 dan Penyakit Kanker


Kalau diminta menyebutkan penyakit berat yang bisa mengancam nyawa, apa yang terlintas di benak? Yang pertama saya pikirkan adalah kanker. Membahas penyakit ini sebetulnya berat banget buat saya. 

Keluarga Kami Nggak Anti Gadget, How About You?

Gambar: www.pixabay.com

Seseorang asyik dengan gadgetnya sudah menjadi pemandangan yang biasa sekarang. Mulai dari anak-anak sampai kakek nenek akrab dengan gadget. Keluarga kami juga nggak anti gadget. Tapi insyaa Allah nggak sampai kecanduan ya. Baca dulu yuk cerita tentang keluarga kami dan gadget.

Melindungi Anak dari Pelecehan Seksual

Gambar: Pixabay.com

Maraknya berita tentang pelecehan seksual membuat perasaan saya jadi geram bercampur cemas. Nggak hanya saya yang merasa seperti ini. Saat membaca kabar tentang anak yang dilecehkan lalu dibunuh dengan cara ditenggelamkan di lumpur, saya dan beberapa ibu lain kompak berkomentar "Tenggelamkan juga pelakunya di dalam lumpuuuuur!!!". Sungguh saya nggak bisa membayangkan bagaimana perasaan si anak saat disiksa atau bagaimana perasaan orangtuanya mengetahui anak kesayangannya diperlakukan seperti itu. Pastilah hancur hatinya. No wonder kalau saya dan beberapa teman rasanya pengen ngekepin anak terus-terusan. 

Eman Segone, Olah Nasi Sisa Menjadi 4 Makanan Berikut Ini

Eman Segone, Olah Nasi Sisa Menjadi 4 Makanan Berikut Ini

Eman Segone jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia adalah ‘sayang nasinya’. Gerakan ini dicetuskan dalam event d’Youthizen di kota Yogyakarta. Dari tulisan Mak Siti Hairul Dayah di KEB saya pertama kali mengenal adanya gerakan yang berawal dari keprihatinan banyak dari kita yang masih menyisakan atau membuang makanan. Padahal masih banyak saudara-saudara kita di Indonesia yang sering kelaparan.

Merdeka Adalah Bebas Dari Hoax

Merdeka Adalah Bebas Dari Hoax
Pic: slate.com

"Tadi Pak A bilang ada garam yang mengandung pecahan kaca. Pak A itu baca infonya di internet. Bener nggak?" 

Begitu tanya Eyangkungnya anak-anak kurang lebih 2 minggu lalu. Teman-teman pernah mendengar berita serupa? Atau malah sekarang sedang membahas berita lain yang masih seputar makanan, yaitu nasi Padang yang diduga mengandung plastik. Atau tentang beras yang kalau ditetesi yodium berubah warna jadi ungu artinya mengandung pil KB. Berita-berita tersebut sama seperti berita garam dan pecahan kaca, semuanya berita bohong alias hoax!

Hoax sebenarnya bukan hal yang baru. Kalau dulu namanya belum sekeren sekarang peredarannya masih dalam bentuk selebaran, beralih ke SMS, dan sekarang lewat internet. Istilah boleh kedengaran lebih keren tapi tetap saja artinya berita bohong dan 72 tahun sudah Indonesia merdeka namun ternyata kita belum merdeka dari hoax. Topik hoax ini juga disinggung Mak Nur Rochma di web KEB dan saya tertarik membahasnya lebih dalam.